
Microsoft meluncurkan HoloLens 2, versi upgrade dari headset realitas campuran, pada hari Minggu (24/2) di Barcelona, dengan pertimbangan bahwa bisnis akan semakin menggunakan teknologi hologram di tempat kerja.
Headset HoloLens 2 akan berharga US$ 3500 – US$ 1500 lebih murah dari harga komersial perangkat HoloLens pertama yang dirilis Microsoft lebih dari empat tahun lalu. Microsoft juga menawarkan opsi berlangganan sebesar US$ 125 per bulan. Harga yang lebih rendah dapat membuat headset lebih menarik bagi khalayak komersial Microsoft.
“Media baru ini hanyalah permulaan untuk mengalami apa yang mungkin terjadi ketika Anda menghubungkan dunia digital ke dunia fisik, untuk mengubah cara kita bekerja, belajar dan bermain,” kata CEO Microsoft Satya Nadella pada acara peluncuran di Barcelona.
Kembangkan Teknologi IoT, Microsoft Anggarkan Rp68,8 Triliun
Realitas campuran, atau augmented reality, adalah teknologi yang melapisi gambar digital seperti hologram ke dunia nyata. Headset nirkabel campuran realitas baru Microsoft juga mencakup bidang pandang yang diperluas dua kali lebih besar dari perangkat sebelumnya.

Microsoft juga mengatakan versi terbaru ini tiga kali lebih nyaman dari sebelumnya.
Fitur utama lainnya dari HoloLens 2 meliputi:
Pelacakan mata real-time
Lensa holografis tembus pandang
Prosesor Qualcomm Snapdragon 850
Tingginya harga untuk perangkat ini adalah salah satu alasan teknologi ini gagal untuk menjadi arus utama di kalangan konsumen. Penjualan perangkat VR dan AR mengalami rebound pada kuartal ketiga 2018 setelah menurun selama empat kuartal berturut-turut, menurut perusahaan riset pasar IDC.
Strategi Microsoft adalah menargetkan audiens bisnis yang mungkin bersedia berinvestasi dengan harga yang lebih mahal.
Sumber: CNBC.com













