Era transformasi digital mengubah kondisi bisnis dan mengharuskan organisasi untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tetap relevan. Perkembangan teknologi memang sudah berhasil menghadirkan banyak solusi baru bagi berbagai kebutuhan baik individu maupun bisnis perusahaan. Mulai dari penggunaan big data, kecerdasan buatan (artificial intelligence – AI), ataupun cloud computing. Namun diluar itu, perkembangan terhadap SDM juga perlu diperhatikan.
Dalam rangka mendukung realisasi program pengembangan SDM dalam bidang teknologi ini, Microsoft melakukan kunjungan ke kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada hari Senin, 4 Februari 2019
Pada kesempatan itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Republika Indonesia, Rudiantara, menyebutkan, “Dalam mengejar dan memenuhi ketersediaan talenta dalam bidang teknologi di Indonesia, segala pemangku kepentingan di Indonesia perlu bersinergi dalam berinvestasi untuk pengembangan SDM dalam bidang teknologi.”
Pada tahun 2018 lalu, Microsoft Indonesia telah mendukung program Kominfo lewat Program Digital Talent Scholarship 2018, yang melahirkan 1.000 talenta industri digital melalui pelatihan di bidang keamanan siber, cloud computing, analisis big data, kecerdasan buatan, dan bisnis digital. Dengan bergabung dalam lokakarya ini, 1.000 talenta yang terlibat diharapkan dapat menjadi generasi Indonesia melek digital yang siap menghadapi masa depan.
Dalam kunjungan Microsoft ke kantor Kominfo, turut serta CodeSell dan Michael Hamonangan Sitorus.

CodeSell merupakan kelompok yang beranggotakan Monica Adela, Muhammad Naufal dan Satria Adi Putra dari Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung, pemenang tingkat Nasional Imagine Cup 2019. Melalui Software as a Service (SaaS) ciptaan mereka, Sellution, CodeSell membantu aktivitas pemasaran media sosial secara efektif dan efisien dengan mengidentifikasi dan merekomendasikan target pasar yang tepat serta optimalisasi konten pemasaran.
Imagine Cup merupakan kompetisi global yang diadakan oleh Microsoft untuk siswa dan siswi yang memiliki minat dalam ilmu komputer, agar menjadi inovatif & kreatif dalam mengembangkan aplikasi teknologi yang dapat mengubah dunia. Setiap tahun, Microsoft menerima ribuan aplikasi dari siswa yang tersebar di seluruh dunia untuk dapat berpartisipasi dalam acara ini.

Michael Hamonangan Sitorus adalah siswa SMAN 1 Ungaran, Semarang yang juga pemenang pertama Asia Pacific Next Top Coder tahun 2018, sebuah kompetisi yang diadakan oleh Microsoft dengan pusat pendidikan coding yang berbasis di Singapura. Kompetisi ini didedikasikan bagi generasi muda untuk bersaing menciptakan dunia Minecraft berdasarkan tema “Teach a Time History”.
Dunia Minecraft yang diciptakan oleh Michael adalah kisah bagaimana Indonesia berkembang dari masa pra-sejarah hingga saat ini, sebelum dan setelah kehadiran teknologi. Kompleksitas coding yang diciptakan oleh Michael menunjukkan kisah Indonesia, termasuk menampilkan candi Borobudur dan Monumen Nasional menggunakan coding dari Minecraft.














