Sony Corp akan menutup pabrik ponsel cerdasnya di Beijing dalam beberapa hari ke depan, kata juru bicara perusahaan itu. Penutupan pabrik di Beijing itu bertujuan untuk memangkas biaya dalam bisnisnya yang merugi.
Perusahaan asal Jepang itu akan mengalihkan produksinya ke pabriknya di Thailand dalam upaya untuk mengurangi separuh biaya dan menjadikan bisnis smartphone menguntungkan pada tahun finansial yang dimulai dari April 2020, kata juru bicara itu, Kamis (27/3).
Baca: Kalah Bersaing, Sony Hengkang dari Pasar Timur Tengah, Turki dan Afrika
Bisnis smartphone Sony Corp adalah salah satu dari sedikit titik lemah dalam pendapatannya yang kuat. Diperkirakan bisnis smartphone itu akan mengalami kerugian sebesar 95 miliar yen (US$ 863 juta) untuk tahun finansial ini.
Sumber: reuters.com














