ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

OJK: Bunga Fintech Lending Maksimal 24 Persen per Bulan

Teguh Imam Suyudi
10 May 2019 | 14:00
rubrik: Fintech
OJK: Bunga Fintech Lending Maksimal 24 Persen per Bulan

CNBC Indonesia menyelenggarakan CNBC Indonesia VIP Forum bertajuk "Banking & Fintech: Inovasi dan Peran Digital Dorong Inklusi Keuangan" (9/5/2019)

Share on FacebookShare on Twitter

CNBC Indonesia menyelenggarakan CNBC Indonesia VIP Forum bertajuk “Banking & Fintech: Inovasi dan Peran Digital Dorong Inklusi Keuangan”.

Diskusi yang dikemas dalam format talkshow diselenggarakan pada Kamis, 9 Mei 2019 pukul 13.30 WIB di Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta.

Dalam sesi diskusi, Direktur Perijinan Pengaturan dan Pengawasan Fintech OJK, Hendrikus Passagi menjelaskan Fintech lending yang terdaftar dan berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki batas atas bunga pinjaman. Besarannya maksimal 0,8% per hari. Jika sebulan 30 hari maka bunganya maksimal 24%.

OJK: Bunga Fintech Lending Maksimal 24 Persen per Bulan
Direktur Perijinan Pengaturan dan Pengawasan Fintech OJK, Hendrikus Passagi dalam acara CNBC Indonesia VIP Forum, Jakarta (9/5/2019)

Keputusan ini dibuat oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Semua fintech yang ingin mendapatkan izin dari OJK harus menjadi anggota asosiasi.

Hendrikus Passagi mengatakan asosiasi membuat aturan batas atas bunga pinjaman dengan memperhatikan praktik P2P lending di negara lain dan mencontoh yang dilakukan Inggris.

Baca: Rudiantara: regulasi khusus finansial technology harus dipermudah

“Dalam financial conduct authority diatur biaya pinjaman ekonomi maksimal 0,8% per hari dan akumulasinya hanya boleh sampai dengan hari ke-90. Kalau orang gagal bayar dihitung sampai hari ke-90 dan akumulasi denda penalti dan lain sebagai tidak boleh lebih dari 100% dari nilai pokok pinjaman,” ujar Hendrikus.

Bila ada fintech lending terdaftar yang tak penuhi aturan ini maka asosiasi akan menegur anggotanya.

“Regulator tidak bisa mendikte berapa aturan bunga yang maksimal karena kalau kita katakan bunga maksimal sekian, terjadi kredit macet dia kembali ke regulator,” jelas Hendrikus.

Fintech bukan disrupsi bagi layanan perbankan konvensional

Wakil Ketua Eksekutif Bidang Cashloan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Sunu Widyatmoko mengatakan Kehadiran layanan teknologi finansial atau fintech diyakini bukan sebagai disrupsi bagi layanan perbankan konvensional. Sebab, fintech menyasar masyarakat berpendapatan rendah atau the bottom of the pyramid. Umumnya ini adalah segmen masyarakat yang belum terlayani akses keuangan (unserved).

BACA JUGA:  Startup Dorong Inklusi Keuangan di Indonesia
OJK: Bunga Fintech Lending Maksimal 24 Persen per Bulan
Wakil Ketua Umum AFPI, Sunu Widyatmoko

Dijelaskan Sunu, berbeda dengan perbankan konvensional yang sangat ketat mengenai regulasi dan diatur Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, fintech lebih fleksibel. Namun demikian infrastruktur transaksinya teta harus melalui perbankan, tidak di luar perbankan untuk memastikan tidak terjadi tindakan pencucian uang atau money laundering.

Ia melanjutkan, perbankan menyalurkan pinjaman melalui rekening bank, fintech hadir melalui pinjaman berbasis uang elektronik untuk menjangkau konsumennya lebih luas dan meningkatkan inklusi keuangan, terutama masyarakat yang belum tersentuh layanan keuangan. Inilah yang kemudian membuat fintech peer to peer lending (P2P) lending kian marak.

Bank Bisa Kolaborasi dengan P2P Lending

Dalam sesi yang sama, Rivan Purwantono Direktur Konsumer Bukopin menyatakan perbankan bisa berkolaborasi dengan fintech. “Semua fintech yang maju tidak mungkin maju sendiri. Kolaborasi harus dilakukan, fintech bukan masalah bagi industri perbankan.”

Rivan menegaskan perbankan tidak bermasalah dengan kehadiran fintech di Indonesia. Lompatan-lompatan yang dilakukan fintech justru lebih menyasar pada masyarakat yang belum terlayani oleh perbankan.

OJK: Bunga Fintech Lending Maksimal 24 Persen per Bulan
CNBC Indonesia menyelenggarakan CNBC Indonesia VIP Forum bertajuk “Banking & Fintech: Inovasi dan Peran Digital Dorong Inklusi Keuangan” (9/5/2019)

Rivan meyakini dengan adanya kolaborasi maka tidak akan terjadi kanibalisme. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap akan menempatkan bank sebagai lembaga intermediatery.

Fintech Bukan Kompetitor

Hal senada juga dikatakan Wakil Direktur Utama BCA Armand Hartono, fintech bukanlah kompetitor. Hal ini sama saja, dengan adanya bank-bank baru lainnya.

Menurut Armand, teknologi pada dasarnya akan membantu segala macam proses. Teknologi bukan bisnis, tapi bisa membantu bisnis. Oleh karena itu, sambung Armand, fintech ini tidak membuat perbankan kehilangan perannya. Jadi, menurutnya bukanlah kompetitor.

Tags: fintech
Previous Post

Rudiantara: regulasi khusus financial technology harus dipermudah

Next Post

Konsumen Telkomsel Makin Royal Belanja Data

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan AI untuk Dukung Kerja Jurnalistik, LKBN Antara Tak Kesampingkan Akurasi dan Tata Kelola

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan AI untuk Dukung Kerja Jurnalistik, LKBN Antara Tak Kesampingkan Akurasi dan Tata Kelola

Mi’roji
28 October 2026 | 16:07

TOP Digital Awards 2026: Ciptakan Trusted Intelligent Financial Infrastructure, Artajasa Buktikan Efisiensi Operasional Tembus 90%

TOP Digital Awards 2026: Ciptakan Trusted Intelligent Financial Infrastructure, Artajasa Buktikan Efisiensi Operasional Tembus 90%

Busthomi
28 October 2026 | 13:32

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

Fauzi
27 October 2026 | 21:44

TOP Digital Awards 2026: Perpusnas Perkuat Ekosistem Perpustakaan Digital, Andalkan Integrasi Sistem dan AI Tepercaya

TOP Digital Awards 2026: Perpusnas Perkuat Ekosistem Perpustakaan Digital, Andalkan Integrasi Sistem dan AI Tepercaya

Mi’roji
27 October 2026 | 16:26

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

Albarsah
26 October 2026 | 14:44

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Top Digital: Inovasi Digital PGE Selain Percepat Proses Bisnis Hasilkan Efisiensi Puluhan Miliar Rupiah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rakernas ISAA 2026, Kemenhub Dorong Profesionalisme Layanan Keagenan Kapal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Garmin Luncurkan fēnix 9 dan fēnix 9 Pro di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto