Home Indeks Forti Strategi Garuda Jadi Digital Airlines di Indonesia

Strategi Garuda Jadi Digital Airlines di Indonesia

Strategi Garuda Jadi Digital Airlines di Indonesia

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia menjadi maskapai pertama di Tanah Air yang memberikan layanan wifi on board atau jaringan internet saat penerbangan berlangsung. Dalam konteks ini, Garuda bekerja sama dengan PT Mahata Aero Teknologi sebagai penyedia layanan wifi on board.

Direktur Teknik dan Layanan Garuda Indonesia Iwan Joeniarto mengatakan dengan kerja sama itu Garuda nantinya hanya menyediakan pesawat tanpa mengeluarkan biaya untuk pemasangan wifi. Iwan mengatakan Garuda ingin meningkatkan loyalitas para konsumen melalui layanan wifi.

Apalagi, Iwan menambahkan, wifi on board bukan merupakan barang baru. Norwegian Airlines, misalnya, merupakan pesawat pertama di dunia yang menerapkan free wifi on board. Dalam hal ini, Iwan menegaskan, Garuda Indonesia ingin jadi pelopor.

“Kita ingin menjadi airlines yang dinikmati oleh masyarakat karena kita memberikan inovasi baru. Kita ingin Garuda jadi digital airlines, salah satunya ingin menampilkan wifi on board, yang nantinya akan digratiskan pada penumpang,” kata Iwan dalam Public Expose Insidentil, di Hanggar GMF, Cengkareng, Banten.

Garuda berkontrak dengan Mahata selama 15 tahun. Dalam perjanjian tersebut Garuda Indonesia Group mendapatkan pendapatan tambahan sebesar USD241,9 juta sebagai kompensasi hak pemasangan peralatan layanan konektivitas dan hak pengelolaan layanan in-flight entertainment.

Iwan menjelaskan Garuda bukan tanpa sebab memilih Mahata sebagai rekanan dalam penyediaan wifi on board. Iwan bilang Mahata menawarkan konsep zero investment dan revenue sharing.

Baca: Pasang wifi di Garuda Indonesia, Mahata Aero Teknologi Incar Pendapatan USD1,5 M

Iwan bilang pada kerjasama sebelumnya Garuda membayar biaya wifi on board dan in-flight entertainment sehingga perseroan mendapatkan pendapatan tambahan atau ancillary revenue yang rendah. Dengan konsep kerja sama yang baru bersama Mahata, perseroan dapat meningkatkan ancillary revenue dan efisiensi biaya.

“Ini bisnis model baru di Garuda Indonesia, bisnis dengan Mahata enggak ada investasi, enggak ada cost. Kita lakukan invite connectivity enggak berbayar,” kata Iwan.

Dia mengatakan revenue sharing yang akan didapatkan berasal dari advertising atau iklan. Dengan total jumlah penumpang sebesar 48 juta di tahun 2018, Garuda mengklaim sebagai market yang sangat potensial sebagai media beriklan. Garuda percaya bisa mendapatkan pendapatan iklan yang tinggi.

“Buat perusahaan, revenue sharing itu bisa mengurangi cost yang luar biasa besar,” tutur dia.

Selain itu kerja sama ini, kata Iwan juga meningkatkan nilai tambah (value added) pada pelanggan berupa fasilitas wifi gratis. Khusus in-flight connectivity merupakan fasilitas wifi gratis yang dapat diakses di ketinggian 35.000 kaki.

Fasilitas wifi gratis dapat digunakan oleh penumpang untuk berbagai hal seperti streaming untuk berbagai pesan melalui media sosial.

Garuda Indonesia Group Targetkan 30 Pesawat Terpasang WiFi Tahun Depan

Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.  menargetkan tahun 2019 ini ada 30 armada pesawat milik perusahaan plat merah itu terpasang wifi onboard.

Direktur Teknik dan Layanan Garuda Indonesia Iwan Joeniarto mengatakan secara bertahap seluruh armada maskapai Garuda group akan dilengkapi wifi gratis untuk penumpang tersebut.

“Tahun ini 15 Citilink, 5 AA30 Garuda Indonesia dan 10 pesawat 737 Garuda Indonesia terpasang wifi,” ujarnya.

Saat ini, kata Iwan, satu unit pesawat Citilink sudah terpasang fasilitas wifi. Penumpang akan terkoneksi layanan internet gratis setelah berada di ketinggian di atas 10 ribu kaki.

Menurut Iwan, wifi gratis adalah bagian pelayanan dari Garuda Indonesia dalam memanjakan penumpang.

“Terutama penerbangan jarak jauh, 1-2 jam perjalanan akan boring, kita ingin meningkatkan new experience bagi pelanggan kita,” ujarnya.

Meski wifi on board bukan hal baru di dunia, namun Garuda Indonesia ingin menjadi pelopor airlines yang diminati masyarakat berupa inovasi baru. “Bahwa kita digital airlines yang kita ingin tampilkan adalah Garuda punya WiFi on board,” kata Iwan.

Pemasangan fasilitas wifi on board di armada pesawat Garuda Group akan dilakukan sepenuhnya oleh PT Mahata Aero Teknologi, startup yang di gandeng Garuda Indonesia.

Konsep kerja sama yang berbeda dengan yang dilakukan Garuda sebelumnya, menurut Iwan, tanpa investasi, tanpa biaya dan revenue sharing sangat menguntungkan Garuda dan menghemat biaya.

Lebih jauh Iwan mengatakan perjanjian kerja sama antara Garuda Indonesia dan Mahata merupakan pertimbangan perseroan untuk melakukan bisnis ke depan.

“Bisnis Airlines, tidak bisa mengandalkan core bussines. Harus mencari terobosan karena margin kecil,” kata Iwan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here