Jakarta, ItWorks- The Japan Foundation (JF) Asia Center, lembaga nirlaba milik pemerintah Jepang yang didedikasikan untuk menangani pertukaran budaya internasional, khususnya di Asia, mengadakan Steering Committe Meeting (pertemuan Dewan Komite) di Jakarta untuk membahasa berbagai kelanjutan program kerja. Diawali dengan Simposium Internasional bertema “Asia in Resonance 2019”, dilanjutkan Reception Party ‘Asia Center’ pada Rabo (22/5) di Ballroom Fairmont Hotel, Jakarta yang juga diikuti perwakilan dari negara-negara Asean.
“Japan Foundation Asia Center memiliki steering committee (dewan komite) yang anggotanya merupakan para ahli dari berbagai bidang. Komite ini memiliki forum pertemuan yang diadakan setiap satu tahun sekali untuk membahas peran Asia Center dan pertukaran budaya antara Jepang dengan negara-negara Asia, khususnya di Asean. Dalam farum pertemuan ini di antara membahas berbagai program dan kelanjutannya, termasuk di Indonesia,” ungkap Director General The Japan Foundation, Jakarta, Tsukamoto Norihisa kepada wartawan, di sela acara “Reception Party The Japan Foundation Asia Center”, yang berlangsung Rabo (22/5) malam, di Ballroom Fairmont Hotel, Jakarta.
Pada pertemuan yang membahas kelanjutan berbagai program untuk memperkuat hubungan kekerabatan dan keberlangsungan program Japan Foundation di Asia ini, juga dihadiri oleh President The Japan Foundation, Hiroyasu Ando serta Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia, Mr. Masafumi Ishii.
Dalam sambutannya President The Japan Foundation, Hiroyasu Ando mengatakan, Jepang Foundatuion memiliki program untuk menggagas dan mewujudkan ide pertukaran budaya melalui proyek kolaborasi. Melalui interaksi dan kolaborasi di bidang pendidikan bahasa Jepang, seni dan budaya, olahraga serta pertukaran intelektual dan lainnya, untuk memperkuat hubungan kekerabatan dan keberlangsungan hidup bertetangga di seluruh Asia, termasuk dengan Indonesia.
Sementara itu Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia, Mr. Masafumi Ishii mengatakan, hubungan Jepang dengan Indonesia sudah terjalin sejak 60 tahun lalu, di mana melalui The Japan Foundation, Jakarta, pihaknya berkomitmen untuk bisa terus ditingkatkan di masa depan. Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut mendukung program kolaborasi ini, dan juga berharap agar program The Japan Foundation bisa bisa lebih ditigkatkan di masa depan.
Dalam aktivitasnya, Japan Foundation, Asia Center berfokus pada dua proyek utama yakni mendukung bidang pembelajaran Bahasa Jepang melalui program Nihonggo Partners, serta petukaran seni budaya. Program Nihonggo Partners (NP) merupakan program yang mendukung pendidikan bahasa Jepang di negara-negara Asean dengan melaksanakan kegiatan pengenalan bahasa dan budaya Jepang di dalam maupun di luar kelas dengan sukarelawan yang berperan menjadi mitra percakapan maupun asisten dalam kegiatan belajar-mengajar. Keberadaanya, sebagai mitra dari pengajar dan siswa pembelajar bahasa Jepang.
Dalam program ini, Jepang mengirim warganya sebagai tenaga Native Speaker Bahasa Jepang ke berbagai lembaga pendidikan di negara-negara Asean untuk menjadi mitra (partners) Guru Bahasa Jepang bagi. Di Indonesia sendiri, pengiriman para partners diutamakan ke SMA dan SMK yang mengajarkan Bahasa Jepang. Para Partners sendiri juga akan memperdalam dan mempelajari bahasa maupun budaya setempat, dengan tujuan menjadi jembatan bagi negara-negara Asean dan Jepang. (AC)














