Universitas Airlangga (Unair) terus mengembangkan stem cell atau sel punca sebagai teknologi medis. Penelitian tersebut telah diaplikasikan dalam berbagai kasus medis. Kini Unair mengembangkan stem cell untuk antiaging (anti-penuaan).
Penelitian tentang stem cell tersebut telah dipresentasikan oleh Rektor Unair Prof Mohammad Nasih kepada Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (pur) Moeldoko. Mulai perkembangan, rencana pengembangan, hingga hasil penelitian stem cell di Unair, (10/7).
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell (P3SC) Unair dr Purwati SpPD mengatakan, Unair telah memiliki Stem Cell Research and Development Centre (SCRDC) untuk mewadahi penelitian-penelitian transisional di bidang stem cell dan tissue engineering. Kini SCRDC berkolaborasi dengan Cell and Tissue Bank RSUD dr Soetomo.
Ke depan diarahkan pada riset transisional untuk pelayanan berbasis penelitian yang sudah dikembangkan dengan legalitas Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Saat ini Unair tengah mengembangkan stem cell untuk antiaging yang bekerja sama dengan RSUD dr Soetomo.
“P3SC juga bermitra dengan BUMN PT Phapros Tbk untuk pengembangan bisnis,” katanya.
Nasih mengatakan, pengembangan teknologi stem cell tersebut sudah mengarah dalam bentuk kerja sama dengan BUMN. Salah satunya Biofarma.
“Harapan ke depan, ada kerja sama lebih luas lagi dengan dukungan dari pemerintah,” ujarnya.
Selama ini, masih banyak yang meragukan teknologi stem cell. Mayoritas takut jika terjadi kegagalan dan menimbulkan korban jiwa. Padahal, risiko tersebut sangat kecil.
“Jadi, perlu ada dukungan hukum agar masyarakat tidak ragu lagi,” kata Nasih.














