Jakarta, ItWorks- Nielsen Singapura, lembaga riset global hari ini (19/9) memaparkan hasil riset terbarunya mengenai landskap industri dan preferensi konsumen di layanan pesan-antar makanan berbasis aplikasi di Indonesia. Salah satu data yang dipaparkan, sebanyak 84% masyarakat menganggap GoFood sebagai layanan pesan-antar makanan terbaik di Indonesia.
Hasil riset Nielsen berjudul “Understanding Indonesia’s Online Food Delivery Market” dipaparkan oleh Executive Director of Consumer Insight Nielsen Singapura, Garick Kea, di Jakarta. Dikatakan, dari 95% masyarakat Indonesia yang memilih untuk membeli makanan siap santap, sebanyak 50% lebih, mereka melakukan pembelian melalui layanan pesan antar berbasis aplikasi.
Riset Nielsen ini lanjutnya, dilakukan di 7 kota utama di Indonesia dengan menggunakan metode survei online dan melibatkan 1.000 pengguna yang terdiri dari perempuan dan laki-laki berusia 18-45 tahun yang menggunakan layanan pesan-antar makanan dalam 3 bulan terakhir. Riset Nielsen melihat preferensi masyarakat Indonesia terhadap empat layanan pesan-antar makanan berbasis aplikasi terbesar yang ada di Indonesia.
“Dari riset ini, sebanyak 84% masyarakat yang menggunakan lebih dari satu aplikasi pesan-antar makanan menganggap GoFood menawarkan layanan pesan-antar makanan terbaik di Indonesia, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata industri (39%),” ujarnya dalam paparan pers bersama yang dihadiri Chief Food Officer Gojek Grup, Catherine Hindra Sutjahyo, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, MEM, serta Co-Founder Parentalk.id, Nucha Bachri.
Hasil riset mengenai keberhasilan Gofood ini juga berbanding lurus dengan pertumbuhan GoFood di Indonesia dan Asia Tenggara, di mana dalam enam bulan terakhir, tercatat jumlah transaksi GoFood meningkat dua kali lipat mencapai lebih dari 50 juta transaksi di seluruh Asia Tenggara setiap bulannya.
“Pencapaian ini merupakan bukti nyata kepercayaan dan loyalitas konsumen terhadap inovasi teknologi dan inisiatif yang terus dihadirkan GoFood selama empat tahun terakhir. Kami terus menjadi pemimpin pasar di layanan food-delivery dengan pangsa pasar 75% di Indonesia. Kami melihat, GoFood sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Dengan layanan GoFood, konsumen tidak perlu menghabiskan waktu mengantri di restoran karena ribuan pilihan menu ada dalam genggaman. Sehingga degan layanan GoFood membuat hidup jadi lebih praktis,” ujar Chief Food Officer Gojek Grup, Catherine Hindra Sutjahyo.
Ditambahkan, kepercayaan konsumen urban terhadap GoFood juga dibuktikan dengan beberapa temuan Nielsen di konsumen yang menggunakan lebih dari satu aplikasi, yang mana GoFood dinilai oleh konsumen melebihi rata-rata industry. DI antaranya GoFood dianggap punya pilihan menu beragam dan dengan merchant beragam, masing-masing oleh 87% dan 83% konsumen urban. Aplikasi GoFood juga dianggap user friendly dan mudah digunakan oleh 83% konsumen urban.
Selain itu, mitra driver Gojek juga dinilai ramah, sopan dan informatif oleh 82% konsumen urban.Top-up untuk pembayaran melalui aplikasi dinilai mudah oleh 82% konsumen urban . GoFood juga dianggap sebagai layanan pesan-antar makanan tercepat oleh 79% konsumen urban.
Di samping itu, di sisi mitra merchant, Catherine menyatakan GoFood juga terus berinovasi supaya merchant bisa menawarkan lebih banyak pilihan, mempromosikan menu hingga mengatur operasional mereka. Inovasi terbaru GoFood di sisi merchant adalah aplikasi pengelolaan restoran khusus mitra merchant, GoBiz, di mana mereka bisa mengakses data untuk membantu menganalisis performa bisnis dari waktu ke waktu hingga mengelola operasional sehari-hari. Salah satu fitur menarik dari aplikasi ini, merchant bisa secara mandiri mengatur dan menawarkan promo khusus untuk restoran mereka sendiri.
“Dalam hal ini kita telah menerapkan machine learning. Teknologi ini juga telah terbukti mampu meningkatkan pendapatan rata-rata merchant hingga 3.5 kali. Saat ini, di GoFood telah ada lebih dari 400 ribu merchant, di mana 96% mitra merchant GoFood adalah pelaku kuliner yang memulai usahanya dari bisnis kecil dan rumahan,” ujarnya.
Hasil riset Nielsen menyatakan masih ada 42% konsumen urban di kota besar yang belum menggunakan layanan pesan-antar makanan dalam tiga bulan terakhir. Sementara, demografi konsumen layanan pesan-antar berbeda untuk waktu makan siang dan makan malam. Untuk makan siang di tempat kerja, konsumen didominasi oleh para pekerja berumur 26-35 tahun dengan posisi eksekutif/ manajerial (22%), serta pegawai swasta (44%). Untuk makan malam didominasi oleh pemesanan dari rumah, tanpa ada profil demografis yang menonjol.
Executive Director of Consumer Insight Nielsen Singapura, Garick Kea, menambhakan, dari penelitian yang dilakukan terkait perilaku pengguna layanan pesan-antar makanan di Indonesia, mengungkapkan banyak peluang yang belum tersentuh di Indonesia. Kenyamanan konsumen merupakan faktor utama yang menggerakkan pertumbuhan bisnis ini.
“Dengan 95% masyarakat Indonesia memilih untuk membeli makanan siap santap, industri pesan antar makanan mempunyai potensi pertumbuhan yang besar. Persepsi positif konsumen terhadap Gojek juga membuat Gojek berada di posisi yang menguntungkan,”ujarnya.
Hal serupa juga diakui Co-Founder Parentalk.id, Nucha Bachri yang juga mengaku pelanggan setia GoFood. “Kesibukan sehari-hari di luar rumah, membuatnya jarang ada kesempatan untuk masak di rumah, ia mengaku GoFood sebagai solusi penyelamat. “Saya juga nggak takut untuk beli makanan dari luar untuk anak dan suami karena di GoFood sudah dimudahkan dengan filter pilihan menu makanan favorit kami. Salah satu alasan pilih GoFood juga karena pengirimannya sangat cepat. Kalau tiba-tiba ada acara ngumpul bareng teman-teman dan keluarga di rumah juga jadi lebih santai, tinggal pesan makanan dan bisa GoFood Party,” ujarnya.
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, MEM mengatakan, kehadiran GoFood melalui berbagai inovasi sebagai pelopor layanan pesan-antar makanan di Indonesia patut diapresiasi. Ttermasuk dalam mempelopori pengurangan sampah plastik layanan pesan-antar makanan.
“Pemerintah menilai bahwa GoFood telah berhasil meledakkan dan merevolusi pola konsumsi di sektor makanan-minuman di Indonesia, baik di sisi konsumen maupun UMKM, dengan menjadi penggerak peningkatan konsumsi rumah tangga dalam sektor makan-minum,” ujarnya.
Badan Pusat Statistik telah menyatakan kehadiran layanan seperti GoFood turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018 ke 5,17% dari 5,07% di tahun 2017. Pemerintah berharap tumbuhnya industri layanan pesan-antar makanan bisa memberikan ruang inovasi baru bagi pengusaha UMKM di seluruh Indonesia untuk naik kelas dan meningkatkan kapasitas usahanya.
“Kami di pemerintahan akan terus mendorong realisasi program-program prioritas yang berpihak pada UMKM dan pengembangan sektor ekonomi digital, sehingga lebih banyak UMKM kuliner yang bisa tumbuh bersama platform digital seperti GoFood,” ujar Rudy.
Kesuksesan GoFood dalam menumbuhkan sektor pesan-antar makanan di Indonesia bisa dilihat dari laporan Google bertajuk “e-Conomy SEA” pada tahun 2018 yang menunjukkan bahwa pasar online food delivery pada tahun 2015 (tahun di mana GoFood diluncurkan) hanya di angka US$ 0,9 miliar dan menjadi US$ 3,7 miliar di Indonesia pada tahun 2018.
“Potensi pertumbuhan ini akan terus dimanfaatkan GoFood untuk terus menghadirkan layanan yang bisa menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di saat yang bersamaan, kami akan terus memperkuat ekosistem teknologi agar bisa mengajak lebih banyak mitra merchant untuk tumbuh bersama GoFood,” kata Catherine. (AC)














