Home Indeks ICT Profile Bos XL Axiata Masuk 25 Pebisnis Wanita Berpengaruh di Asia

Bos XL Axiata Masuk 25 Pebisnis Wanita Berpengaruh di Asia

Dian Siswarini (CEO XL Axiata)

Siapa bilang industri bisnis hanya bisa tumbuh dan berkembang pesat di tangan kaum adam? Dalam daftar milik Forbes untuk Asia’s Power Businesswomen (Pebisnis Wanita Paling Berpengaruh di Asia) ini Anda bisa melihat deretan wanita yang sukses membawa bisnis mereka.

Ke-25 pebisnis wanita ini berasal dari beragam latar belakang bisnis di Asia, baik entrepreneur, investor, para eksekutif di level tinggi, serta mereka yang mentransformasi bisnis keluarga. Terlepas dari apapun latar belakang mereka, para wanita ini sukses melawan stereotip dan menghancurkan hambatan dalam industri yang mereka geluti.

Melansir Forbes, Selasa, 8 Oktober 2019, dari daftar ini, ada tiga pebisnis wanita asal Indonesia yang berhasil masuk, yakni Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini, Presiden Direktur Avrist Assurance Anna Leonita, dan Chief Ruparupa.com Teresa Wibowo.

Berikut daftar lengkap 25 pebisnis wanita paling berpengaruh di Asia.

1. Jenny Lee

Lee merupakan Managing Partner GGV Capital, Singapura. Di usia 47 tahun, Lee disebut sebagai entrepreneur menjanjikan oleh Forbes 2019 Midas List.

2. Anna Fang

CEO ZhenFund, Tiongkok ini adalah jebolan Columbia University and Stanford University. Wanita berusia 37 tahun tersebut memulai kariernya di JPMorgan, New York, sebagai bankir investasi untuk konsumen dan perusahaan retail.

3. Dian Siswarini

Presiden Direktur XL Axiata ini mencatatkan diri sebagai wanita pertama di Indonesia yang menjalankan perusahaan telekomunikasi besar. Dian menduduki kursi sebagai Presiden Direktur sejak empat tahun silam setalah 20 tahun berjuang di tengah kompetisi industri yang didominasi para pria.

4. Nguyen Thi Phuong Thao

Thao ialah Founder dan CEO Vietjet Aviation, Vietnam. Wanita berusia 49 tahun ini menorehkan sejarah dengan menjadi satu-satunya perempuan yang memulai dan menjalankan perusahaan penerbangan komersil. Perusahaan penerbangan yang dia dirikan sejak 12 tahun lalu itu kini bahkan mampu melampaui perusahaan penerbangan nasional Vietnam Airlines berdasarkan jumlah penumpang yang diangkut.

5. Kim Seul Ah

Wanita berusia 36 tahun ini merupakan Founder dan CEO Market Kurly, Korea Selatan. E-commerce yang dia dirikan bergerak dalam pengiriman bahan makanan. Sejak didirikan pada 2015, Market Kurly telah bertumbuh hingga 50 kali menjadi 156 miliar won atau setara dengan USD140 juta.

6. Jennifer Wai-Fun Liu

Liu adalah Founder dan Chairwoman The Coffee Academics, Hong Kong. Sejak tujuh tahun berdiri, kini bisnis kopi Liu sudah merambah 20 outlet di empat kota di Asia dan dalam waktu dekat akan kembali menambah tiga outlet baru di Bangkok, Manila, dan Shenzhen.

7. Kimiyo Yamazaki

Yamazaki ialah President of Ya-Man, Japan. Perusahaan keluarga ini bergerak di bidang kosmetik dan produk kecantikan. Pada kuartal pertama tahun ini, keuntungan bersih Ya-Man naik empat persen menjadi 3,5 miliar Yen atau setara dengan USD33 juta.

8. Tan Hooi Ling

Tan merupakan co-founder dan COO decacorn pertama Asia Tenggara, yaitu Grab. Selama menjalankan perusahaan bersama rekannya, Anthony Tan, lulusan MBA Harvard University ini telah menghasilkan lebih dari USD9 miliar sejak didirikan pada 2012.

9. Kamonwan Wipularkorn

Kamonwan ialah CEO sebuah perusahaan pengembang Thailand, One Origin. Menurut Kamonwan, orang tuanya yang berprofesi sebagai polisi dan guru berharap ketika dia besar akan bekerja di instansi pemerintah.

10. Jenny Qian Zhiya

Founder dan CEO Luckin Coffee ini mendirikan bisnis kopi sejak 2017. Dalam dua tahun, bisnis kopi yang didirikan Qian telah memiliki 3.000 toko. Kini, Luckin dianggap sebagai rival terdekat Starbucks yang telah berdiri sejak 1999 dan memiliki 3.600 toko di Tiongkok.

11. Nina D. Aguas

Setelah 30 tahun berada di posisi top manajemen di Asia, Australia, dan Amerika Utara untuk bank internasional, seperti ANZ dan Citigroup, Aguas memutuskan mencari tantangan baru. Tahun lalu, wanita berusia 66 tahun ini mengambil alih kursi Executive Chairman di perusahaan asuransi lokal pertama di Filipina, yaitu Insular Life Assurance Company.

12. Falguni Nayar

Nayar merupakan Founder dan CEO Nykaa, India. Sebelum memulai usahanya sendiri dalam bidang retail kecantikan yang diberi nama Naykaa, Nayar berprofesi sebagai bankir inverstor selama 20 tahun.

13. Jaelle Ang

Wanita berusia 39 tahun ini merupakan co-founder dan CEO, The Great Room, Singapura. The Great Room adalah operator coworking premium yang tidak hanya berlokasi di Negeri Singa tapi juga telah melakukan ekspansi hingga Bangkok dan Hong Kong.

14. Upasana Taku

Pada 2008, wanita berusia 39 tahun ini rela kembali ke kampung halaman dan meninggalkan pekerjaannya di Silicon Valley dengan satu tujuan, yakni inklusi keuangan bagi seluruh warga India. Taku pun bekerja di NGO sekaligus melakukan riset untuk mengetahui kebutuhan finansial warga India. Pada 2009, Taku bersama co-founder yang kini menjadi suaminya Bipin Preet Singh, meluncurkan aplikasi teknologi finansial MobiKwik.

15. Anna Leonita

Pada 2018, Anna ditunjuk sebagai Direksi Avrist Asset Management dan menjadi satu-satunya perempuan dalam jajaran dewan perusahaan. Kemudian, pada Mei lalu, dia diangkat sebagai Presiden Direktur wanita pertama di Avrist sepanjang 44 tahun perusahaan itu berdiri. Wanita berusia 47 tahun ini berencana membawa Avrist masuk dalam 10 besar perusahaan asuransi terbesar di Indonesia berdasarkan premi pada 2023.

16. Akiko Naka

Naka adalah founder dan CEO sebuah situs mencari pekerjaan di Jepang, Wantedly.

17. Joey Wat

CEO Yum China ini pernah bekerja paruh waktu di sebuah restoran Tiongkok di Hong Kong selama tiga tahun sebelum kuliah. Wanita berusia 48 tahun bergabung dengan Yum Brands pada 2014 sebagai President of KFC Tiongkok.

18. Roongchat Boonyarat

Pertama kali Roongchat bergabung dengan perusahaan jus dan buah kaleng milik keluarganya pada 2016. Kala itu, dia ditunjuk sebagai Chief Operating Officer. Tahun lalu, wanita berusia 34 tahun ini mengambil alih jabatan sang ayah menjadi CEO Malee Group. Namun, penunjukkan Roongchat diikuti dengan dengan kondisi yang sangat menantang di mana permintaan jus buah menurun sementara nilai tukar baht naik sehingga perusahaan berusia 41 tahun itu dilaporkan mengalami kerugian pertama dalam 10 tahun.

19. Teresa Wibowo

Teresa adalah Chief Ruparupa.com, sebuah retail online yang menjual produk kelengkapan rumah tangga. Ruparupa.com berperan penting sebagai inisiasi digital bagi perusahaan keluarga Teresa, yakni Kawan Lama Group.

20. Anita Dongre

Co-founder dan Chief Creative Office House of Anita Dongre ini memulai kerajaan fesyennya pada 1995. Bersama sang adik Meena Sehra, Dongre merintis bisnis tersebut hanya bermodalkan dua buah mesin jahit. Sekarang, House of Anita Dongre memiliki 272 toko dari Mauritius sampai Manhattan, Amerika Serikat.

21. Park Hye Rin

Park adalah Chair of BioSmart. Di negara asalnya, Korea Selatan, Park dikenal sebagai “Ratu Merger dan Akuisisi” karena telah membeli 10 perusahaan seharga 300 miliar won atau setara USD270 juta dalam kombinasi penjualan.

22. Tran Thi Le

Saat ini, Le menjabat sebagai CEO NutiFood sementara suaminya, Tran Thanh Hai, menduduki kursi Chairman. NutiFood mengoperasikan empat pabrik di Vietnam yang mayoritas memproduksi produk susu formula dan suplemen kesehatan. Bersama sang suami, Le berencana melakukan ekspansi tidak hanya di Vietnam tapi juga ke mancanegara.

23. Jenny Zhang

Zhang merupakan CEO Huanzhu Group, Tiongkok. Awalnya, perusahaan ini didirikan pada 2005 sebagai hotel budget.

24. Smita Jatia

Jatia ialah Managing Director Hardcastle Restaurants, waralaba milik McDonald yang bertumbuh dengan cepat di bagian barat dan selatan India. Tercatat sudah 10 tahun Jatia menjalankan perusahaan yang masih masuk dalam bagian Westlife Development itu.

25. Joanne Chow

Chow bergabung dengan perusahaan keluarganya, Aussco, sekitar 10 tahun lalu. Bersama sang kakak Jackson Chow, dia melakukan transformasi terhadap perusahaan yang telah berusia 58 tahun itu dari perusahaan tekstil kini juga merambah bidang perabotan rumah tangga dan gaya hidup, serta meningkatkan teknologi perusahaan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here