Jakarta, ItWorks- Komitmen PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dalam memasuki era digital sekaligus mempersiapkan diri memasuki era Industri 4.0, semakin kuat. Babak baru transformasi digital dilakukan melalui IT masterplan yang lebih terencana yang didukung alokasi pendanaan yang lebih besar, baik untuk peningkatan sistem manajemen, sumber daya manusia, operasional, produk dan pelayanan pelanggan, maupun infrastruktur pendukungnya.
Babak baru transformasi Askrindo di era digitalisasi mulai dilakukan tahun ini melalui program bertajuk “Askrindo Connect” melalui pengembangan aplikasi IT di berbagai lini untuk meningkatkan performa nanajemen maupun kinerja operasional. Beberapa pengembangan dan invoasi berbasis TI yang dilakukan antara lain dengan mengaplikasikan Askrindo Core System (ACS), Customer Relationship Management (CRM), dan Askrindo Internal Rating (AIR) melalui kerja sama dengan pihak lain (Pefindo).
Tingginya komitmen transformasi digital Askrindo di antaranya bisa dilihat dari budget planning (rencana anggaran) untuk pengembangan IT dan proses digitalisasi dari tahun ini hingga 2021 yang mencapai Rp 300 miliar. Tahun 2019 yang disebut sebagai diital follower alokasinya Rp50 miliar, tahun 2020 sebagai Digital Innovator dengan anggaran Rp150 miliar dan tahun 2021 sebagai Digital Champion dengan budget sebesar Rp100 miliar.
Tahun ini, Askrindo juga mulai mengembangkan web atau corporate portal yang lebih inovatif yang bisa memberikan informasi kepada pelanggan dan masyarakat terkait produk, pelayanan pengajuan klaim dalam platform yang lebih menarik. “Tahun 2019 ini bisa dibilang menjadi tahun fundamental Askrindo dalam memasuki transformasi digital. Askrindo meyakini sebagai perusahaan asuransi, era digitalisasi harus cepat disikapi dengan perencanaan dan langkah-langkah kongrit dan berkesinambungan terkait pengembangan berbagai solusi berbasis IT, baik untuk sistem manajemen, produk dan layanan, proses bisnis, dan aspek terkait lainnnya,” papar Rahmad Hidayat, Kadiv PTI, PT Askrindo, saat Presentasi dan Wawancara Penjurian “Top Digital Awards 2019” pada (16/10) sore yang diselenggarakan Majalah ItWorks, di Gedung WTC I, Jl Jend Sudirman Jakarta.
Turut mendampingi saat presentasi dan wawancara penjurian dari bagian TI Askrindo, di antaranya Rio Hermanto, Primalita Widara, Abdul A Zaputra, A. Syafrie Zen, srta Arief Syarifuddin. Materi presentasi disampaikan bertajuk “Askrindo Digital Champions” terkait miles stone hingga terobosan baru implementasi IT di Askrindo hingga saat ini dan komitmen ke depan.
Di depan empat tim dewan juri yang dipandu moderator juri Kusuma Prabandari, Rachmad menambahkan, untuk sistem manajemen, terkait Tatakelola dan Manajemen Teknologi Informasi Perusahaan, tahun ini Askrindo mengadopsi COBIT versi 5 atau dikenal dengan nama COBIT 5 yang menyediakan aplikasi terintegrasi di perusahaan dengnan kinerja yang lebih advance dari sebelumnya sekaligus untuk menciptakan corporate value dan daya saing baru bagi perusahaan. Aplikasi COBIT 5 dipilih untuk membantu perusahaan menciptakan nilai yang optimal dari TI dengan memelihara keseimbangan antara merealisasikan manfaat dan tingkat risiko, termasuk penggunaan sumber daya. COBIT 5 memungkinkan informasi dan teknologi yang terkait dilakukan tatakelola di manajemen secara keseluruhan terkait seluruh business proses secara langsung dan area-area tanggungjawab lainnya, dengan mempertimbangkan kepentingan stakeholder.
Tak hanya sistem manajemen, PT Askrindo juga mulai bertransformasi untuk peningkatan performa bisnis dan layanan dengan mengembangkan sistem aplikasi digital. Transformasi lini ini sejalan dengan tuntutan era industri 4.0, dimana selain untuk memperkuat internal, juga mendukung pola marketing dan pengembangan bisnis yang lebih modern sesuai dinamika dan tuntutan pasar di era digital.
“Di era seperti sekarang ini, Askrindo juga memiliki tantangan untuk membangun ekosistem digital yang terintegrasi, termasuk dengan mitra luar, misalnya mengembangkan layanan dengan mitra agent, produk layanan nasabah, termasuk fintech dan lainnya. Dalam kaitan ini, Askrindo tengah memprioritas implementasi CRM, terutama untuk meningkatkan customer experience. Penerapan CRM juga akan memungkinkan perusahaan mendapatkan informasi mengenai pelanggan seperti data tren pembelian, termasuk aktivitas marketing di lapangan yang membantu perusahaan dalam upaya mengoptimalkan kinerja mereka dalam memasarkan suatu produk maupun layanan pelanggan,” jelasnya.
PT Askrindo (Persero) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam asuransi/penjaminan, di mana selama ini juga telah banyak berkiprah dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Berdiri tanggal 6 April 1971 berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1/1971 tanggal 11 Januari 1971, untuk mengemban misi dalam pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) guna menunjang pertumbuhan perekonomian Indonesia.
Peran PT. Askrindo (Persero) dalam pemberdayaan UMKM adalah sebagai lembaga penjamin atas kredit yang disalurkan oleh perbankan kepada UMKM, termasuk di antaranya KUR (Kredit usaha rakyat) dari program pemerintah. Dengan semangat baru ini, BUMN Askrindo berkomitmen memberikan solusi asuransi bisnis terpercaya mulai dari usaha mikro, UKM sampai dengan perusahaan yang tepat untuk mengelola risiko – risiko secara efektif. (AC)














