Di era serba digital, penerapan teknologi informasi komunikasi (TIK) di perusahaan tambang harus lebih jauh dari sekedar TIK yang biasa-biasa saja. Istilahnya, Beyond Mining yaitu TI harus berperan mulai dari kegiatan penambangan di lokasi lalu ke proses produksi, yaitu Digital Mining. Sampai di ujungnya, yaitu kegiatan marketing produk akhir kepada konsumen, menggunakan Digital Marketing. Maka TIK harus memberikan kontribusi positif dalam seluruh kegiatan perusahaan, jadi Business Driver.
Itu sudah dilakukan di PT. Aneka Tambang Tbk (Antam). Di sini, TIK mendapat mandat menjadi ICT service provider kelas perusahaan Fortune 500 berbasis Digital Mining dan Digital Marketing.
“Tuntutan dan kebutuhan di Antam sangat beragam, maka arah dan irama TIK-nya juga harus selaras dengan Bisnis-nya,” kata Dayyan, Manajer ICT, PT Aneka Tambang Tbk di sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2019 di Jakarta, 15 Oktober 2019.
Selain sebagai Business Driver, maka Prinsip dan Peran TIK di Antam adalah, pertama, menggunakan SAP sebagai Sistim Bisnis Utama atau Core Business System dan jadi sumber data utama untuk laporan keuangan, produksi, dan cadangan. Kedua, kebijakan dan pengelolaan TIK terpusat dengan otonomi operasional.
“Unit bisnis di Antam dapat memenuhi kebutuhan TIK-nya sendiri yang bersifat unik karena karakteristik bisnis ataupun lokasi kerja dengan tetap mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh ICT Division Antam di kantor pusat,” tambah Dayyan.
Ditambahkannya, perkembangan Industry 4.0 juga telah diantisipasi. “Kami sudah diminta untuk menyiapkan layanan teknologi untuk mendukung seluruh komponen bisnis terhubung satu dengan yang lain menggunakan sensor dan jaringan komunikasi data. Seperti platform Big Data, Analytics, Mobility dan Internet of Things (IoT).”
TIK di Antam
Saat ini, Tata Kelola TIK di Antam menggunakan Peraturan Menteri BUMN No. 2/MBU/2013 dan PER 03/MBU 2918. Sertifikasi internasional untuk standar industri yang dimiliki ISO 20000 ITSM dan ISO 27001 ISMS. Untuk praktik terbaik menggunakan ITIL v3 dan COBIT 5. Struktur organisasi ICT Division ditetapkan dengan SK No: 1308.K/0251/DAT2018, dimana VP ICT ada di bawah Direktur Keuangan.
Kegiatan operasional Antam didukung infrastruktur Network dan Telekomunikasi menggunakan radio, FO, dan VSAT. Itu semua tersebar di kantor pusat Jakarta, lokasi tambang dan pabrik di seluruh Indonesia, serta DRC.
Setiap proses di Antam sudah menggunakan aplikasi masing-masing. Modul ERP SAP digunakan sesuai fungsinya di bidang keuangan dan akunting, human capital, supply chain management, business development investment.
Saat ini, Antam memiliki 70 perangkat lunak (software). Berdasarkan peruntukannya, Application Software dibagi menjadi: Core Application dan Business Application.
Core Application adalah aplikasi-aplikasi yang berfungsi secara khusus mendukung proses bisnis utama ANTAM, yaitu Eksplorasi, Pertambangan dan Pemrosesan. Aplikasi ini digunakan dalam kegiatan proses bisnis yang termasuk dalam proses utama dalam Value Chain Antam, yaitu: Project, Business Development, Marketing, Eksplorasi, Pertambangan, dan Pemrosesan.
Sedangkan, Business Application adalah aplikasi-aplikasi yang berfungsi memberikan kemudahan dalam kegiatan bisnis ANTAM yang termasuk dalam supporting process dalam Value Chain Antam.
Aplikasi yang mendukung bisnis utama Antam ada di Jagakarsa dan Pulo Gadung di Jakarta, Pomalaa di Sulawesi Tenggara, dan Buli di Maluku Utara.
Data Center ada di kantor pusat Antam di Jagakarsa, Jakarta yang menyimpan berbagai aplikasi yang dapat diakses oleh semua kantor Antam se-Indonesia. Khusus di Pulo Gadung, Jakarta terdapat Unit Bisnis Logam Mulia dengan 1 Data Center yang melayani aplikasi kebutuhan proses bisnis Logam Mulia.
Peran TIK di UBPP Logam Mulia
Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam atau Antam LM adalah unit bisnis dari Antam di bidang pengolahan dan pemurnian logam mulia seperti emas, perak palladium, dan platina. Unit bisnis ini terus berinovasi dengan mengeluarkan produk-produk baru, terutama sebagai pilihan masyarakat dalam berivestasi di instrumen emas batangan.
Aplikasi yang dibuat oleh Tim TI Antam adalah E-MAS (Electronic Metal Accounting System) dengan modul lengkap untuk mengelola proses bisnis logam mulia. Ini sudah digunakan di seluruh kantor layanan (Butik) logam mulia di Indonesia dan sudah terintegrasi dengan perbankan untuk proses finansialnya.
Lalu dibuat juga E-MAS Dashboard untuk pemantauan dan pelaporan data di aplikasi eMAS.
Untuk jual-beli emas BRANKAS, dibuat aplikasi yang dapat diakses lewat network yaitu brankaslm.com














