Bisnis perhotelan selalu dituntut melakukan inovasi untuk meningkatkan layanannya kepada pelanggan. Maka, TI memainkan peran penting. Dengan TI yang handal, hotel dapat memberikan layanan terbaik dan jadi pilihan utama para pelanggan.
Bicara soal TI untuk hotel-hotel di Indonesia, Hotel Grand Hyatt Jakarta dikenal dengan penerapan TI yang selalu terdepan dan jadi benchmark hotel-hotel lainnya.
“Inovasi yang dilakukan oleh Grand Hyatt Jakarta tentunya amat membanggakan buat kami, karena kami senantiasa menjadi tolak ukur dari Hotel-hotel lainnya,” kata Budi Mulya, Area Information System Manager, Indonesia at Grand Hyatt Jakarta di sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awarrs 2019 di Jakarta, 16 Oktober 2019.
Inovasi TIK Grand Hyatt Jakarta
Berbagai inovasi yang dilakukan Grand Hyatt Jakarta seperti:
Transformasi on premise server ke arah computasi awan (Cloud Computing) – melalui penempatan server pada Data Center: Back of the House System, Point of Sales System, dan eProcurement. “Yang menjadi concern saya adalah, mahalnya biaya membayar penyedia layanan Cloud Computing yang ada di luar Indonesia. Harapannya, ini akan mendapat perhatian dari stakeholders terkait di Indonesia,” jelas Budi.
Lalu dilakukan kerja sama dengan Aruba dan Ruckus untuk lebih meng-integrasikan IOT dan menghemat biaya.
Menerapkan sistem IPTV yang terintegrasi tingkat keamanan dengan teknologi yang sedang populer yaitu streaming from smartphone, Netflix – Bring your own content. “Dengan ini, tidak perlu kuatir film yang kita tonton akan “bocor” atau dapat disaksikan orang lain. Jadi aman,” katanya.
“Kami sudah menerapkan kunci kamar menggunakan teknologi BLE (Bluetooth Low Energy) dan Online Key menggunakan Zigbee (IEEE 802.15.4) yang juga digunakan untuk penerapan RCU (Room Control Unit) secara online,” jelas Budi.
“Kami memanfaatkan USB port untuk kebutuhan Zigbee network – sehingga menghemat biaya penarikan UTP Cable dan juga Network Switches”
“Juga sudah bias Mobile Check In – memudahkan pelanggan untuk Check In dimana saja, kapan saja, Mobile Check Out – terkait dengan implementasi Payment Gateway”
“Kami sudah melakukan Room HeatMap untuk mengetahui kamar yang sering bermasalah. Sehingga bisa memberi masukan kepada departemen terkait untuk sesegera mungkin ditindaklanjuti. Misal, AC kurang dingin. Room HeatMap ini terintegrasi dengan masukan dari pelanggan (tamu hotel), sehingga menunjukan kondisi yang sesungguhnya,” tambahnya
Tersedia One time Internet sign on yang memudahkan tamu hotel untuk menikmati internet di mana selama ada di area Grand Hyatt.
Dibuat juga Database tamu hotel untuk mengetahui preferensi mereka sebelum datang ke hotel. “Misal, kita dapat menyajikan F&B kesukaan mereka. Ini diterapkan di seluruh jaringan Hyatt di seluruh dunia,”
Satu billing system untuk meeting package dan room charge sehingga memudahkan tamu hotel untuk memeriksa invoice yang diberikan. Sistem ini terintegrasi dengan PMS dan POS system.
Event concierge. “Ini akan memudahkan EO atau pelanggan yang bikin acara di Hyatt untuk mendapatkan kebutuhanannya lewat single point of contact,” kata Budi.
Prinsip We Care for People, So They Can Be Their Best
“Sudah jadi prinsip kami untuk selalu mendengarkan kebutuhan Pelanggan, dan memodifikasi sesuai dengan kebutuhannya dan meningkatkan perangkat untuk mendukung Sales Department, mengidentifikasi strategi penjualan, membangun hubungan yang lebih erat dengan Pelanggan,” lanjut Budi kepada Dewan Juri.
Untuk itu, Hyatt menyempurnakan CRM system yang sudah ada yaitu Envision, untuk kebutuhan Perencana Acara (Event Planner) agar lebih efisien dalam meng-akses data, melihat bill dan lainnya.
Hyatt dengan Colleague Advantage dan Event Concierge Application juga berkolaborasi untuk mendukung otomatisasi pelayanan pelanggan. Mengingat kebutuhan pelanggan, mempercepat dan mempermudah pelayanan kepada pelanggan.
Investasi pada Cyber Security System
Isu cyber security atau keamanan dunia maya jadi penting di bisnis perhotelan. Data-data pelanggan tidak boleh “bocor” dan pelanggan harus merasa aman menggunakan internet untuk berbagai transaksi, khususnya keuangan, selama menginap di hotel.
“Di Hyatt, cyber security tidak hanya melindungi terhadap “pembayaran” atau payment yang terjadi, tapi juga terhadap pencurian data melalui “adware”, “spyware”, spoffing emails, access terhadap “unsecured” web sites. Oleh karena itu kami melakukan investasi pada Cyber Security kelas dunia yang meliputi Intruder Detection dan Intruder Prevention System,” jelas Budi.
“Kami juga aktif dan rutin melakukan sosialisasi pentingnya kesadaran cyber security kepada seluruh karyawan Hyatt. Kami punya Cyber Security Guidelines berlaku untuk seluruh jaringan Hyatt internasional,” tutupnya.














