Pusat data adalah suatu fasilitas yang digunakan untuk menempatkan sistem komputer dan komponen-komponen terkaitnya, seperti sistem telekomunikasi dan penyimpanan data. Fasilitas ini biasanya mencakup juga catu daya redundan atau cadangan, koneksi komunikasi data redundan, pengontrol lingkungan (mis. AC, ventilasi).
Pusat data atau data center memiliki peran sangat vital bagi perusahaan karena berfungsi sebagai infrastruktur yang mendukung proses bisnis operasional data. Dari sisi konsumen, mereka tentu tidak peduli apa itu server down, gangguan teknis dan sebagainya. Mereka berprinsip dan berharap bahwa layanan yang disediakan provider dapat diperoleh secara real-time dan kapan pun mereka inginkan selalu “live”.
Jadi, perusahaan harus cermat dalam menentukan penyedia layanan pusat data yang tepat dan dapat diandalkan. Salah satunya adalah PT Data Center Integrasi (DCI). Perusahaan ini memiliki layanan, pertama, menyediakan desain, pembangunan, implementasi, rekomendasi, konsultasi, pengoperasian, dan pemeliharaan Pusat Data. Kedua, Infrastruktur Pusat Data yang dibangunnya berdasarkan Standar Internasional dan Praktik Terbaik, dan ketiga, membawa pengalaman luas dan solusi terbaik untuk layanan pusat data.
“Masalah kritis yang sering dialami oleh banyak pusat data adalah konsumsi daya listrik yang besar. Infrastruktur pendukung, daya listrik untuk pendinginan (cooling) dan sistem pendinginnya mengkonsumsi banyak sumber daya listrik. Biaya operasi yang tinggi semnetara harga atau biaya energi telah meningkat pesat. Kegagalan sistem dan terjadinya downtime mengakibatkan kerugian yang mahal,” kata Tjendradjaja Tungga, President Director PT Data Center Integrasi (DCI) di sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2019, di Jakarta, 18 Oktober 2019.
Dijelaskannya, aspek manajemen daya listrik di pusat data, jadi perhatian utama DCI. Caranya, mengoptimalkan pasokan daya listrik untuk meningkatkan kualitas daya listrik dan meningkatkan efisiensi sistem (seperti mengurangi tingkat “kehilangan” pasokan daya listrik).
Solusi Pusat Data DCI
Dalam memberikan layanannya, DCI menjalin kerja sama dengan Enterprise Products Integration Pte Ltd (EPI), penyedia solusi data center terkemuka di dunia. Dengan kerja sama ini, DCI sebagai distributor resmi layanan audit dan sertifikasi pusat data di Indonesia.
Sejak Januari 2018, DCI telah menawarkan jasa audit dan sertifikasi kelas dunia standar EPI untuk DCDV – Data Centre Design Validation, DCCC – Data Centre Conformity Certification, dan DCOS – Data Centre Operations Standard kepada pelanggan di Tanah Air.
EPI adalah perusahaan spesialis pusat data global asal Eropa yang beroperasi di seluruh dunia di lebih dari 50 negara melalui operasi langsung dan jaringan mitranya.
Untuk manajemen infrastruktur pusat data atau DCIM, DCI menggunakan software Nlyte. Solusi ini memungkinkan organisasi mengubah secara digital dengan lebih efisien dan cepat, dengan mengotomatisasi bagaimana mereka mengelola infrastruktur komputasi fisik mereka dan mengurangi risiko.
“Untuk security kelas enterprise, kami menggunakan sertifikat dengan standar militer yaitu Veracode. Pemindaian security dilakukan oleh beberapa analisis teknologi keamanan terkemuka. Pemindaian keamanan mencakup beragam kebijakan untuk mengatasi kerentanan di industri militer, perbankan, asuransi, manufaktur, perawatan kesehatan, energi, ritel, dan teknologi,” jelas Tjendradjaja.
DCI memiliki pengalaman telah membangun pusat data di lebih dari 41 proyek pusat data di Indonesia, design & konsultasi pekerjaan pusat data di lebih dari 18 proyek, layanan Maintenance pusat data di 18 proyek, pendampingan sertifikasi TCDD Uptime Institute sebanyak 2 proyek dan pendampingan sertifikasi TIA 942 sebanyak 2 proyek
Data Center Integrasi (DCI) berdiri tahun 2008 dengan kantor pusat di Jakarta dan kantor cabang di sejumlah kota besar di Indonesia.
Baca: Pasar Pusat Data Nasional Tumbuh, DCI Kerja Sama Dengan EPI














