Sebagai inisiatif di era serba digital, PT Bank BPD Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DI Yogyakarta) telah melakukan transformasi digital. Tujuannya, pertama, untuk memberikan pelayanan maksimal kepada nasabah. Kedua, untuk meningkatkan operasional bisnis seperti, cost reduction (berlangsung penggantian dari channel berbiaya tinggi ke channel berbiaya rendah), fee based income generator, serta meningkatnya branding dan image bank. Ketiga, meningkatkan kinerja, seperti sebagai channel penunjang funding dan lending dan mampu meningkatkan jumlah frekuensi transaksi nasabah.
Solusi Tranformasi Digital yang Berdampak Nasional
Di sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2019 di Jakarta, 17 Oktober 2019, BPD DI Yogyakarta menjelaskan tiga solusi Teknologi Informasi (TI) yang dihasilkannya dalam transformasi digital dan memiliki dampak secara nasional.
Pertama, E-Samsat dan E-Posti. Ini merupakan produk one stop service layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor dan pengesahan STNK tahunan secara elektronis melalui jaringan ATM BPD DIY dan mesin E-Posti. Produk ini merupakan yang pertama di Indonesia.
Kedua, Cash Management System BPD DIY berupa layanan Internet Banking Korporasi untuk mendukung visi pemerintah yaitu Gerakan Nasional Non Tunai untuk terciptanya cashless society di aktivitas transaksi.
Ketiga, BPD DIY Laku Pandai yaitu layanan keuangan tanpa kantor untuk memperkuas cakupan layanan dalam rangka mendukung literasi dan inklusi keuangan.
Metode Kembangkan TI Secara Berkelanjutan
Guna menjaga transformasi digital agar dapat berjalan secara berkesinambungan, BPD DI Yogyakarta telah menjalankankan kebijakan dan tata kelola TI. Kebijakan dan tata kelola TI ini, selain untuk mem-break down kebijakan yang harus diselaraskan dengan TI, juga membagi peran, pengelolaan asset TI, hingga pengembangan SDM TI.
Untuk mengembangkan TI secara berkelanjutan, BPD DIY menggunakan 2 metode. Pertama, Internal adalah mengembangkan sistem dengan Sumber Daya Manusia dari lingkungan BPD DI Yogyakarta sendiri. Contoh sistemnya, Core Banking System, Sistem Pembayaran Akademik, Sistem-sistem internal pendukung unit bisnis dan non bisnis. Kedua, Eksternal yaitu mengembangkan sistem bekerja sama dengan vendor TI. Contoh sistemnya, Mobile Banking dan Cash Management System.
Penulis: Irawan Djoko Nugroho














