PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dalam mengembangkan bisnis selalu mengutamakan penggunaan teknologi informasi. Terlebih di era serba digital saat ini dimana masyarakat menuntut pelayanan yang serba mudah dan cepat.
“Maka, BNI pun banyak menciptakan inovasi baru di dunia perbankan. Sebagai bagian dari digital branch, kami telah meluncurkan produk BNI SONIC (Self Service Opening Account),” kata Taufikurrahman, Head of IT Digital Banking Group BNI, di sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2019 di Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019.
Memanfaatkan perkembangan teknologi digital, BNI SONIC hadir untuk mempermudah proses calon nasabah, untuk membuka rekening tabungan lewat sebuah mesin. Jadi bisa memberikan layanan dengan cepat dan menyeluruh. Ketika selesai proses membuka rekening, nasabah dapat langsung menggunakan kartu debit secara normal layaknya membuka tabungan di outlet konvensional.
Dijelaskannya, layanan ini ditujukan bagi orang-orang yang digital savvy, tidak ingin ribet serta memiliki keterbatasan waktu untuk datang ke outlet konvensional untuk membuka rekening tabungan. Calon nasabah hanya perlu membawa e-KTP untuk memulai menggunakan mesin layanan ini agar dapat terdeteksi bahwa ia adalah seorang warga Negara Indonesia yang sah. Lalu dalam prosesnya, tidak perlu lagi ada sesi wawancara dengan petugas Customer Service BNI, cukup menggunakan biometrik atau sidik jari untuk mengidentifikasi nasabah sebagai pengganti proses Know Your Customer (KYC).
Prosesnya, begitu mudah dan sederhana, hanya butuh waktu 3 menit sampai rekening jadi. Pengguna dapat memilih langsung jenis rekening. Mulai dari rekening BNI Taplus, BNI Taplus Muda, atau BNI Taplus Bisnis. Keunggulan lainnya, pengguna dapat memilih jenis kartu, Kartu Platinum atau Gold, menyesuaikan dengan kebutuhannya. Pengguna juga bisa langsung mengaktifkan internet banking melalui mesin BNI SONIC.
“BNI SONIC sudah dipayungi regulasi oleh OJK dan sudah mendapatkan Penghargaan dari MURI sebagai Pembukaan Rekening Tabungan Tercepat Melalui Opening Account Machine. Kami secara bertahap akan menambahkan mesin tersebut untuk disebar ke beberapa lokasi di Indonesia sehingga turut membantu pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI,” ujar Taufikurrahman.
Ke depan, BNI akan terus memprioritaskan sistem TI dengan mengimplementasikan Key Teknologi pendukung digital banking.
“Adopsi dan R&D terhadap disruptive technology terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mempersiapkan digital technology stack sesuai dengan yang telah direncanakan, dalam rangka men-deliver produk dan layanan yang sesuai dengan keinginan nasabah,” tutupnya.
Penulis: Agus Haryanto














