Terminal pelabuhan laut di Indonesia kini sudah banyak mengalami kemajuan. Proses bisnis dan layanan untuk pelanggan kini serba mudah, cepat, efisien, aman, dan ramah. Semua itu berkat dukungan teknologi informasi. Kondisi itu juga yang kini terjadi di kawasan terminal pelabuhan yang dikelola PT Terminal Teluk Lamong. Di perusahaan ini, manajemen dan karyawan telah memanfaatkan TI dengan program digitalisasi untuk menjalankan bisnis perusahaan.
“Semua perencanaan (kerja) sudah berbasis sistem dan aplikasi. Pimpinan mendukung penuh program digitalisasi karena ini (TI) memudahkan dan meningkatkan pelayanan yang cepat, tepat, dan efisien,” ungkap Hadi M Lukmantyo, ICT Senior Manager PT Terminal Teluk Lamong di sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2019 di Jakarta, 23 Oktober 2019. Turut mendampinginya, Raka Rahardianto, IT Design dan Development Manager, Y Irawan Ops Planning Manager dan Abu Hasan A, Corporate Secretary PT Terminal Teluk Lamong.
Hadi menjelaskan penerapan TI di perusahaan memudahkan transaksi perusahaan dengan konsumen. Misalnya untuk booking dan pembayaran, konsumen tidak perlu lagi datang ke kantor untuk melakukan pembayaran di kasir karena sudah terintegrasi dengan bank. Semua sudah cashless dan pembayaran sudah host to host dengan bank.
“Perusahaan juga sudah menerapkan sistem untuk perencanaan penempatan barang (kontainer) modern menggunakan sistem TOS (Terminal Operating System). Operator yang akan mengendalikan kontrol untuk mengelola penumpukan barang di kawasan pelabuhan,” tambahnya.
Program digitalisasi ini juga diterapkan untuk kendaraan masuk hingga keluar dari terminal dengan auto gate system. Penimbangan barang hingga tracking (tujuan)-nya sudah terekam di gate system.
Semua itu dilakukan untuk mewujudkan visi perusahaan ‘Menjadi Terminal yang Unggul dengan Pelayanan Logistik yang Terintegrasi, Modern, dan Berwawasan Lingkungan.
PT Terminal Teluk Lamong (TTL) adalah anak perusahaan Pelabuhan Indonesia III (Persero) yang didirikan pada tahun 2014 dan berlokasi di Surabaya, Jawa Timur.
Penulis: Abdullah Suntani














