Ketika manusia mulai menghargai mahalnya harga sebuah informasi dan infrastruktur TIK pendukungnya, serta resiko jika data tersebut terkena musibah misalnya gempa bumi, terbakar atau terkena banjir, maka teknologi Disaster Recovery Center (DRC) dimanfaatkan dengan menempatkan redundant servers di lokasi remote yang aman dan terpisah, dihubungkan oleh jaringan Internet yang cepat (Fiber/VSAT) untuk sinkronisasi data pada kedua fasilitas server tersebut.
Namun tetap saja dibutuhkan asuransi yang meng cover investasi dan biaya infrakstuktur TIK sebuah perusahaan, apalagi jika infrastruktur itu sangat besar dan strategis, seperti pada perusahaan Telkom, Perbankan dan Asuransi raksasa atau multinasional, yang jika terkena bencana, harus segera dibangun kembali, setelah bencana gempa, kebakaran usai menggunakan fasilitas Asuransi Bencana Alam untuk fasilitas dan infrastruktur TIK.
Agar Sustainable, teknologi TIK mutakhir Dell End to End Enterprise solution untuk pengamanan data tetap sebaiknya didampingi (complementary) oleh fasilitas asuransi yang komprehensif dari perusahaan asuransi yang bonafide untuk proses melakukan recovery (pengembalian) pembangunan seperti pada kondisi sebelum terjadi bencana.
Contoh: Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) pada Satelit Telkom-3 yang hilang Agustus 2013 dengan cover asuransi Rp 1.3 T yang akan dimanfaatkan Telkom untuk meluncurkan kembali Satelit baru .// Rudi Rusdiah – Pakar IT Enterprise














