Jakarta,ItWorks- Pada akhir tahun lalu, viral berita Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Akhlaqiyah di Semarang berinisiatif menggunakan metode transfer sesama pengguna e-money untuk mempermudah para orang tua murid melakukan pembayaran biaya registrasi siswa baru. Akhirnya, MI Miftahul Akhlaqiyah kini menjadi madrasah pertama di Indonesia yang menggunakan QR Code Indonesian Standard (QRIS).
QRIS merupakan standar baru untuk pembayaran menggunakan QR Code di Indonesia yang dikembangkang oleh Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Pembayaran Indonesia. Keberhasilan MI Miftahul Akhlaqiyah ini juga tak lepas dari upaya GoPay yang langsung menghubungi pihak madrasah untuk menerapkan layanan ini.
Kepala MI Miftahul Akhlaqiyah, Miftahul Arief, menjelaskan proses pengajuan QRIS tidaklah sulit. Dengan menyiapkan dokumen yang diperlukan, pihaknuya dibantu pihak GoPay untuk pengajuan QRIS. “Sebagai MI pertama yang memiliki QRIS, kami dapat menerima pembayaran dari berbagai uang elektronik dengan satu kode QR,” ujar Arief melalui rilis pers, yang dierima redaksi, di Jakarta, belum lama ini.
Sebelumnya, madrasah ini menggunakan fitur transfer sesama pengguna. Arief berharap, langkah go digital dapat menginspirasi madrasah lainnya karena menghemat waktu dan tentunya mempermudah orang tua murid membayar iuran yang berkaitan dengan keperluan belajar.
Sementara itu, Head of Corporate Communications GoPay Indonesia, Winny Triswandhani, mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi inisiatif dan semangat pihak madrasah untuk menerapkan metode non-tunai. Dengan mendapatkan QRIS,s ekarang wakil dan orang tua murid dapat membayar administrasi sekolah dengan GoPay dan juga uang elektronik lain. “Langkah ini merupakan komitmen kami mendukung Bank Indonesia untuk memperluas penerapan QRIS,” ujarnya.
Hingga saat ini, GoPay telah bekerja sama dengan lebih dari 420.000 rekan usaha di seluruh Indonesia, 90% diantaranya adalah UMKM yang termasuk pedagang kaki lima, kantin, dan warung kelontong. GoPay juga dapat digunakan di 390 kota di Indonesia, bahkan ada di kota-kota yang Gojek belum beroperasi sekalipun. Pada tahun 2018, GoPay juga telah bekerjasama dengan puluhan kantin SMK di Jakarta, puskesmas, layanan transportasi publik dan institusi lain memfasilitasi pembayaran non-tunai. (AC)














