ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Marak Penipuan Lewat Kode OTP, Fintech Disarankan Pakai Sidik Jari

adam
16 January 2020 | 16:00
rubrik: Fintech
DANA Siapkan Fitur Baru

DANA Siapkan Fitur Baru

Share on FacebookShare on Twitter

Pakar IT memperkirakan, penipuan lewat kode OTP atau call forward seperti yang menimpai Maia Estianty marak tahun ini. KATADATA/DESY SETYOWATI Ilustrasi, salah satu merek minuman menyediakan layanan pembayaran mulai dari Go-Pay, OVO, DANA hingga LinkAja.

BI menggaet bank sentral Singapura dan Thailand untuk menerapkan QRIS. LinkAja pun berencana ekspansi ke dua negara tersebut. Belakangan ini, penipuan melalui aplikasi dompet digital marak terjadi.

Perusahaan teknologi, Nippon Telegraph and Telephone (NTT) Ltd menyarankan perusahaan teknologi finansial (fintech) pembayaran menerapkan otentikasi multi faktor (Multi-Factor Authentication) seperti biometrik.

Modus penipuan itu mulai dari meminta kode one time password (OTP) hingga memakai fitur pengalihan panggilan (call forward). Selebritas seperti Aura Kasih dan Maia Estianty pun menjadi korban.

CEO NTT Ltd Indonesia Hendra Lesmana menilai, otentikasi multi faktor sangat diperlukan ketika layanan dompet digital semakin masif digunakan.

“Harus ada filtering. Kalau hanya kirim SMS seperti OTP tidak cukup, harus ada lebih lanjut,” kata dia di Jakarta, Senin (13/1).

Salah satu contoh otentikasi multi faktor yaitu dengan penerapan layanan keamanan biometric seperti sidik jari atau retina mata. “Penggunaan sidik jari atau retina itu juga cara yang aman,” kata dia.

Meski begitu, menurut dia hal itu saja belum cukup untuk menghindari penipuan berbasis social engineering atau rekayasa sosial. Perusahaan fintech juga bisa menerapkan pertanyaan-pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh pengguna.

Ia memperkirakan, penipuan melalui OTP atau call forward akan marak terjadi pada tahun ini. Peretas mengelabui korban menggunakan metode yang seakan valid padahal isinya terdapat sesuatu yang membahayakan. Korban tidak sadar bahwa dia digiring untuk memberikan akses pada peretas. Belum lagi, peretas bisa menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

BACA JUGA:  Sosialisasi Aturan Jaga Jarak Aman ke Kalangan Pengemudi, Gojek Kerahkan Tim

“Mereka bisa lihat, serangan mana yang lebih mudah dan lebih sering berhasil membobol, itu yang disasar,” kata Hendra.

Penipu Maia Estianty misalnya, menggunakan fitur call forward yang sekaligus mengaktifkan SMS forward. Karena itu, sekalipun Maia tak memberikan kode OTP, pelaku juga menerima semua SMS yang masuk ke ponsel selebritas itu.

Dari kejadian itu, pelaku menggasak saldo GoPay milik Maia. Peretas juga masuk ke akun Tokopedia Maia dan mencoba untuk membeli ponsel seharga Rp 18 juta menggunakan kartu kredit.

Untungnya, Maia segera memblokir kartu kreditnya. Directur Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Tassa Nugraza Barley mengatakan, maraknya kasus penipuan disebabkan oleh literasi keuangan digital masyarakat yang rendah.

“Misalnya, belum banyak yang sadar kalau OTP itu sesungguhnya sama pentingnya seperti PIN ATM,” ujar dia.

Menurutnya, hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemangku kepentingan di industri layanan keuangan digital, termasuk perusahaan fintech. Masyarakat, kata dia, harus terus mendapat literasi keuangan digital.

SVP Strategic Partnerships DOKU Alison Jap sempat menyampaikan, kode OTP merupakan infrastruktur keamanan yang paling mudah dilakukan dan terpercaya. Di satu sisi, ia memahami bahwa literasi digital masyarakat Indonesia belum begitu baik. Alhasil, banyak yang memberikan kode OTP kepada orang lain. Infrastruktur lain yang bisa digunakan untuk meningkatkan keamanan layanan dompet digital yakni biometrik.

Namun, perusahaan harus mengajukan izin dan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Datanya sudah ada, tetapi akses ke Dukcapil yang tidak mudah. Apalagi kalau startup-nya skala kecil,” kata dia beberapa waktu lalu.

Namun, ia memahami bahwa ketatnya perizinan tersebut mempertimbangkan sisi keamanan data masyarakat.

BACA JUGA:  Perkembangan Financial Technology Harus Diimbangi Sistem Keamanan
Tags: fintechGojeksidik jari
Previous Post

Jadi Kampus Fintech Pertama, BRI Institute Tawarkan Paket Lengkap Lulusan ‘Cerdas IT dan Keuangan’

Next Post

BPPT Gandeng Kimia Farma Alih Teknologi Detektor Penyakit DB

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

Fauzi
17 October 2026 | 21:26

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

Albarsah
15 October 2026 | 08:00

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

Load More

TERPOPULER

  • Terapkan Smart City 4.0, Jakarta Jadi Kota Inovatif Berbasis TI

    Transjakarta -LinkAja Bermitra Permudah Transaksi Pembayaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPJPH Terus Perkuat Akses Digital, Kejar Target Batas Waktu Wajib Halal Oktober 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bisa Terhubung ke Smartphone, OMRON Rilis Jajaran Alat Ukur Tekanan Darah Terbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Penyerang Menyebar Spyware Berkedok Pelanggaran Dari Firma Hukum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto