Jakarta, ItWorks- Di tengah perkembangan teknologi global dan era Revolusi Industri keempat (Industri 4.0), keamanan siber sangat penting untuk mendukung proses transformasi digital di Tanar Air. Apalagi pesatnya perkembangan penggunaan teknologi informasi dan internet, di satu sisi juga membawa pengaruh besar terhadap meningkatnya ancaman kejahatan siber.
Hal itu diungkapkan Kepala BSSN, Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian saat menjadi pembicara dalam acara TIK-Talk yang diselenggarakan oleh Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas), di gedung Core Mediatech, sebagai mana dilansir dalam situs resmi BSSN (6/2), di Jakarta.
Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Kominfo, Bappenas, Pemkab Kutai Kertanegara, serta APJII tersebut mengambil tema “Keamanan Siber sebagai Fondasi dan Enabler Transformasi Digital di Indonesia.”
Dalam kegiatan tersebut Hinsa memaparkan tentang kondisi ruang siber Indonesia dan juga tingkat ancaman kemana yang makin kompleks. Ia mencontohkan adanya serangan ransomeware WannaCry yang pernah terjadi pada sektor kesehatan Indonesia pada tahun 2017 dan adanya tingkat ancaman yang makin tinggi. Tahun lalu, lebih dari 220 juta percobaan serangan siber terjadi di Indonesia.
Selain memaparkan tentang berbagai macam tantangan yang ada, Hinsa juga membahas mengenai beberapa teknologi pengungkit dunia siber dan sandi. Seperti teknologi artificial intelligence, big data, blockchain dan internet of thing (IoT), sistem otomasi/Operational Technology (OT) pada sistem produksi, komputasi awan (cloud computing) dan teknologi lain yang mulai banyak diimplementasikan untuk mendorong dan meningkatkan daya saing industri dan ekonomi nasional.
Hinsa mengajak semua pemangku kepentingan keamanan siber di Indonesia untuk senantiasa mewaspadai dan mengantisipasi berbagai tantangan keamanan siber Indonesia dimasa depan. Misalnya perang informasi, ancaman pada insfrastruktur kritikal nasional dan berbagai bentuk kejahatan siber lainnya. Pihaknya juga menegaskan bahwa BSSN siap berkontribusi aktif dalam program penguatan ketahanan dan keamanan siber yang kini menjadi program prioritas nasional pemerintah pada RPJMN 2020-2024.
“Dengan kian pesatnya penggunaan internet dan teknologi informasi saat ini, kita juga harus lebih waspada terhadap munculnya berbagai ancaman siber. Untuk itu, perlu perhatian serius dari aspek keamanan siber, mengingat risiko terkait keamanan siber juga makin besar yang membutuhkan system dan diproteksi lebih baik lagi,” ungkapnya. (AC)














