Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, mengumumkan besaran biaya investasi untuk research and development (R&D).
Mengutip kabar lansiran SamMobile, Samsung dikabarkan menginvestasikan sebesar $4,37 miliar dalam aktivitas R&D selama kuartal pertama 2020 (Q1 2020). Angka tersebut tercatat melampaui rekor sebelumnya, yakni di Q4 2018 di mana Samsung menggelontorkan dana sekitar $4,34 miliar untuk hal yang sama.
Nilai investasi R&D Samsung di Q1 2020 setara 9,7 persen dari penjualan Samsung Electronics, naik dari 9,6 persen dari Q1 2019. Adapun tahun lalu, secara total perusahaan menghabiskan sekitar $16,47 miliar untuk R&D.
Dalam laporan ini, Samsung Electronics disebut memiliki lebih dari 180 ribu paten di seluruh dunia, termasuk 5075 paten di Korea Selatan dan 8729 paten di Amerika Serikat. Belum lama ini, Samsung juga mengumumkan bahwa perusahaan memiliki jumlah paten 5G terbanyak di dunia, melebihi yang dimiliki oleh Ericsson, Huawei, Nokia, Qualcomm, dan ZTE.
Meski dalam masa pandemi Covid-19, Samsung juga mengumumkan bahwa pihaknya akan terus menggelontorkan dana untuk R&D serta investasi lainnya. Samsung berencana mengalokasikan dana investasinya untuk pengembangan proses pembuatan semikonduktor canggih, layar QD-OLED, dan sensor kamera yang lebih besar. (Fauzi)














