Jakarta, ItWorks- Selama ini, Perguruan tinggi merupakan mitra strategis bagi Badan Standardisasi Nasional (BSN) dalam meningkatkan Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (SPK) di Indonesia. Kali ini BSN melalui Kantor Layanan Teknis BSN di Palembang bekerja sama dengan UNSRI merencanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik SNI Destana untuk mahasiswa yang jumlahnya sekitar 1.200 mahasiwa.
Salah satu yang ingin diedukasi ke mahasiswa adalah SNI 8357:2017 tentang Desa dan Keluarahan Tangguh Bencana. Hal ini, dilatarbelakangi oleh kondisi geografis Indonesia di cincin api pasifik, yang membuat Indonesia rawan bencana. Data BNPB selama tahun 2019, terdapat 3.768 bencana (~10 bencana per hari), korban meninggal dunia 478 jiwa; 109 orang hilang, 3.419 orang luka-luka, 6,1 juta mengungsi. Selain itu, mengakibatkan kerusakan 73.427 rumah, 1.121 sekolah, 684 tempat ibadah, 212 faskes serta kerugian materil sebesar Rp 4,91 Triliun.
Humas BSN, Aldi dalam keterangan tertulisnya menyatakan, rencana ini diawali dengan sosialisasi dan diskusi melalui aplikasi secara daring pada (12/05) yang diikuti oleh sekitar 10 Dosen Pembimbing Lapangan UNSRI.
Tintin Prihatiningrum, Kepala Subdit. Diseminasi Standar dan Penilaian Kesesuaian, Direktorat Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN dalam pembukaan menyampaikan harapannya agar kerja sama dengan Perguruan Tinggi melalui KKN Tematik ini, bisa makin membangun pemahaman masyarakat tentang SPK.
Sementara itu, Dr. Abu Umayah, Kepala Pusat KKN UNSRI dalam pembukaan menyambut baik rencana kerja sama ini. Pihaknya meyakini bahwa KKN Tematik SNI selain memenuhi kewajiban akademik, juga membawa misi kemanusiaan. “Saya juga berharap KKN Tematik SNI Destana ini, nantinya dapat disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19 yang dapat dikategorikan sebagai bencana,” ujarnya.
KKN Mahasiswa UNSRI Tahun 2020 rencananya akan dimulai pada tanggal 17 Juni 2020. Mengingat kondisi lagi wabah dan kuliah dari rumah masing-masing mahasiswa, KKN juga direncakan akan dimulai secara daring atau online. Jadi mahasiswa akan KKN di mana dia tinggal, pendaftaran, pembekalan, launching, pelaksanaan, pelaporan sampai penilaian akan dilakukan secara online, terang Dr. Abu Umayah.
Adapun penjelasan SNI Destana, disampaikan oleh Dedy Maulana, personil KLT BSN di Palembang, yang pernah menjadi relawan Ekspedisi Destana Tsunami 2019 selama 32 hari bersama BNPB menyisir 512 Desa di 24 kabupaten/kota sejak 12 Juli 2019 lalu sepanjang pesisir pantai selatan Jawa dari Banyuwangi sampai ke Serang Banten untuk menyosialisasikan SNI Destana.
Menurut Dedy Maulana, SNI Destana disusun dengan bahasa dan susbtansi yang mudah dipahami oleh masyarakat dengan harapan mudah diterapkan. Apalagi BNPB bersama BSN, Kemendesa dan PDT serta Kemendagri telah menyusun modul panduan penilaian ketangguhan desa dan kelurahan yang jadi pegangan di lapangan.
Harapannya dengan KKN Tematik SNI Destana, mahasiswa dapat memotret kondisi riil desa atau kelurahan dalam mengantisipasi, memitigasi dan merehabilitasi jika terjadi bencana. Potret desa berupa data penilaian atau indeks ketangguhan bencana dapat menjadi acuan pemerintah desa dalam membangun desa yang menjadi salah program prioritas pemerintah, diantaranya alokasi dana desa yang mencapai Rp 70 Triliun.
Acara sosialisasi yang berlangsung selama 3 jam ini juga diisi oleh Muhammad Wibowo Sukendar, Kepala Seksi Partisipasi Masyarakat, Direktorat Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN yang menyampaikan rencana pengembangan modul atau materi KKN Tematik SNI. (AC)














