Redaksi It Works yang berbasis di Jakarta, Indonesia diundang untuk mengikuti konferensi virtual Fortinet Accelerate 2020 untuk kawasan Asia-Pasifik, 13/5. Dalam webminar ini, Chief Marketing Officer Fortinet John Maddison menjelaskan salah satu kemajuan yang dicapai perusahaannya dalam memanfaatkan artificial intelligence (AI) dan machine learning (ML) untuk mendeteksi ancaman.
“Kuncinya adalah mendeteksi, tapi kemudian harus merespons secepat mungkin dengan otomatisasi, (security information and event management), dan (security orchestration, automation, and response),” tegasnya.
“Kuncinya adalah mendeteksi, tapi kemudian harus merespons secepat mungkin dengan otomatisasi, (security information and event management), dan (security orchestration, automation, and response),”
Chief Marketing Officer & EVP Products Fortinet, John Maddison
Fortinet memperkenalkan kemampuan deteksi berbasis AI awal tahun ini dengan meluncukan platform FortiSOAR dan FortiEDR.

“Jadi, apa yang Anda coba lakukan di sini adalah secara otomatis mencegah, mendeteksi, dan merespons secepat mungkin terhadap ancaman cyber dengan menerapkan AI di seluruh permukaan serangan digital secara lengkap,” jelas Maddison.

“Kami melihat ke depannya, AI dan kemampuan untuk menerapkan AI di seluruh fabric, sebagai masa depan untuk memprediksi hal-hal yang akan terjadi.”
Baca: Fortinet Security Fabric Yang Terus Berkembang
Baca: Fortinet: Keamanan dan SD-WAN Jadi Penting, Terlebih Saat Pandemi














