Science and Technology Index, disingkat Sinta, merupakan satu inovasi Indonesia berupa sistem informasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan untuk mengukur kinerja individu, institusi dan jaringan dari para peneliti, perekayasa dan dosen yang ada di Indonesia.
Dalam konferensi virtual Sinta Series 1: Pemeringkatan 500 Peneliti Terbaik Indonesia, Jakarta, Kamis, 28/5, Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) Dimyati mengatakan, “Sinta dikembangkan pertama kali pada November 2016 dan diluncurkan pada 30 Januari 2017.”
“Sampai saat ini, Sinta telah mengelola 194.904 penulis jurnal ilmiah yang telah terverifikasi dan 4.607 jurnal nasional dan internasional, serta 34.677 buku,” tambah Dimyati.
Saat ini, penulis jurnal ilmiah yang terdaftar di Sinta sudah 74 persen dari seluruh dosen.
Tahun ini, peneliti atau dosen yang memperoleh peringkat 1-10 secara berurutan adalah:
- Suharyo Sumowidagdo dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
- Agus Sudaryanto dari Universitas Muhammadiyah Surakarta
- Indah Suci Widyahening dari Universitas Indonesia
- Riyanarto Sarno dari Institur Teknologi Sepuluh Nopember
- Moesijanti Yudiarti Endang Soekarti dari Poltekkes Kementerian Kesehatan Jakarta II
- Mauri Dhi Hery Purnomo dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember
- I Gede Wenten dari Institut Teknologi Bandung
- Achmad Nizar Hidayanto dari Universitas Indonesia
- Evy Yuni Hastuti dari Universitas Indonesia, dan
- Abdul Rohman dari Universitas Gadjah Mada.
Hasil lengkap pemeringkatan 500 peneliti terbaik Indonesia dapat diakses di alamat website http://sinta.ristekbrin.go.id/authors.
Baca: Menristek Umumkan 500 Peneliti Terbaik Indonesia versi Sinta














