Perusahaan teknologi asal Cina, ZTE, nampaknya memiliki ketertarikan untuk membuat ponsel lipat besutannya. Hal itu diketahui setelah pihak China National Intellectual Property Administration (CNIPA) mengungkap bahwa perusahaan telah mengajukan sejumlah paten terkait dengan ponsel lipat yang akan datang.
Data CNIPA menunjukkan bahwa smartphone ZTE yang bisa dilipat memiliki desain ala kulit kerang yang dapat dilipat. Sehingga smartphone bagian bawah layarnya dimungkinkan ke bagian belakang bodi handset. Jadi tidak seperti desain Samsung Galaxy Fold atau Huawei Mate Xs.
Laman DigiTimes menyebutkan ponsel lipat ZTE akan memiliki kamera belakang ganda tanpa disertai kamera depan. Hal ini disebut mengindikasikan desain ponsel tersebut kemungkinan dirancang untuk smartphone lipat segmen entry-level. Bukan tanpa alasan, menurut pengamat pengaturan tiga atau empat kamera telah menjadi standar untuk model premium.
Pengamat juga mengindikasikan bahwa pembuat panel fleksibel yang berbasis di Cina, Royole, berpotensi menjadipemasok solusi display fleksibel untuk smartphone ZTE dimaksud. Kedua perusahaan diketahui telah menandatangani kesepakatan untuk kemitraan strategis pada 25 Maret 2020.
Royole sendiri telah membuat klaim bahwa biaya produksi display fleksibelnya yang dikembangkan dengan ULT-NSSP (ultra low temperature-non silicone semiconductor process) hanya setengah dari LCD tradisional dan display OLED lengkung.
Oleh karena ponsel lipat ZTE yang kemungkinan akan menargetkan segmen entry-level, menurut pengambat cukup masuk akal bila perusahaan mengadopsi solusi display fleksibel berbiaya rendah dari Royole.
Kendati demikian, pengamat tadi meragukan kapasitas produksi dan tingkat hasil dari panel fleksibel buatan Royole. Hal itu lantaran Royole dinilai tidak pernah mengumumkan tingkat hasil dan pejualan smartphone (lipat) mereka sendiri.
Adapun terkait ZTE, untuk saat ini masih belum diketahui kapan perusahaan ini bakal meluncurkan ponsel lipatnya. Namun, pengamat mengindikasikna bahwa waktunya kemungkinan akan terjadi pada tahun 2021 ketika harga ponsel lipat lebih terjangkau. (Fauzi)














