KLT BSN Sulsel Sosialisasi Penerapan SM Perguruan Tinggi Berbasis SNI

Penulis Churry

ItWorks- Kantor Layanan Teknis (KLT) Badan Standardisasi Nasional (BSN) Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah 9I X Sulawesi, mengadakan kegiatan sosialisasi secara online dengan tema Penerapan Sistem Manajemen (SM) Pendidikan Tinggi berbasiskan SNI ISO 21001:2018.

Dilansir Humas BSN melalui portal web resminya, kegiatan sosialisasi online yang dilakukan (03/06) ini diikuti 700 peserta dari unsur PTN dan PTS di Indonesia, khususnya wilayah LLDIKTI 9, serta masyarakat umum. Sosialisasi diawali pembukaan yang disampaikan oleh Kepala LLDIKTI wilayah 9 Sulawesi, Prof. Dr. Jasruddin, M.Si.

Dilanjutkan paparan dari nara sumber yang diawali oleh Dr. Zakiyah, MM, selaku Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN. Dalam paparannya dikatakan, penerapan standar memberikan manfaat bagi Perguruan Tinggi (PT) dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai organisasi dalam memberikan pelayanan di bidang Pendidikan. Penerapan standar ini juga bersifat secara sukarela, namun sangat penting sebagai bentuk pelampauan atas pemenuhan persyaratan akreditasi organisasi Pendidikan. “Dengan diperolehnya sertifikasi SNI ISO 21001:2018, merupakan bukti pengakuan, bahwa organisasi telah menerapkan sistem manajemen yang bis diandalkan dalam rangka peningkatan berkelanjutan di organisasi Pendidikan-nya,” ujar Zakiah.

Pembicara lain, Dr. Drs. Muhammad Rosiawan, MT selaku pakar di bidang Standardisasi dari Universitas Surabaya. Dikatakan, potensi manfaat dari SNI ISO 21001:2018, bisa mendukung upaya penyelarasan visi, misi, kebijakan, tujuan, dan kegiatan di organisasi pendidikan yang. Dengan adanya standarsiasi, lembaga pendidikan bisa berfokus pada pemenuhan kebutuhan dan harapan dari seluruh pihak yang terkait dengan pembelajaran menjadi lebih responsif. “SNI ISO 21001:2018 ini memiliki ruang lingkup yang luas, sehingga dapat diimplementasikan di berbagai lingkup organisasi Pendidikan,” ujarnya.

Tak hanya di pendidikan Tinggi, namun di antaranya untuk Pendidikan usia dini, Pendidikan dasar, Pendidikan menengah, Pendidikan tinggi, Vokasi (termasuk Pendidikan profesi), Pendidikan berkelanjutan. Ditekankan pula sertifikasi SNI ISO 21001:2018 harus diberikan oleh Lembaga Sertifikasi yang sudah terakreditasi KAN.

Disampaikan juga prinsip dasar SNI ISO 21001:2018 dalam sistem manajemen pendidikan yang selaras dengan SNI ISO 9001:2015 sistem Manajemen mutu, sehingga jika organisasi sudah menerapkan sistem manajemen mutu akan lebih mudah dalam menerapkan sistem manajemen Pendidikan ini (SNI ISO 21001:2018). Disampaikan juga tentang keselarasan SNI ISO 21001:2018 dengan SPMI dan BAN PT.

Dalam sesi diskusi, dibahas mengenai pentingnya komitmen dari pimpinan dalam menerapkan standar ini. Dehingga dalam implementasinya, tidak hanya berupa dokumen tapi memang dilaksanakan dan diterapkan menjadi budaya bagi organisasi Pendidikan. Melalui sosialisasi secara online ini, diharapkan perguruan tinggi di Indonesia pada umumnya bisa mulai menerapkan Sistem Manajemen Organisasi pendidikan tinggi berbasis pada SNI ISO 21001:2018 (AC)

BACA JUGA

Leave a Comment