OJK Tingkatkan Pelayanan Menggunakan Teknologi Informasi

Penulis Teguh Suyudi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menggunakan dan siap untuk meningkatkan fasilitas teknologi dan informasi agar tetap mampu memberikan pelayanan yang baik di tengah masa pandemi Covid-19.

“Kami mendukung adanya kebutuhan dengan memfasilitasi atau meningkatkan teknologi informasi sehingga meski WFH pelayanan dapat kita lakukan dengan baik,” kata  Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida dalam diskusi daring di Jakarta, 4/6.

Beberapa langkah yang telah dilakukan OJK antara lain memberikan izin kepada pemerintah untuk mengakses Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) agar informasi terkait subsidi bunga tersampaikan dengan baik.

Support ini antara lain stimulus program pemerintah untuk subsidi bunga di mana pemerintah butuh informasi siapa saja yang butuh sehingga SLIK diberikan perizinan untuk pemerintah,” katanya.

OJK juga turut memberikan kemudahan perizinan untuk Wakil Perantara Perdagangan Efek (WPPE) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) melalui Sistem Informasi Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT).

“Ini akan kita tingkatkan untuk perizinan lainnya. Fit and proper test juga kami tingkatkan,” ujarnya.

OJK juga telah menerapkan penggunaan tanda tangan elektronik terhadap dokumen dalam rangka memperlancar dan mempercepat penyelesaian tugas selama Work From Home (WFH).

Ia menjelaskan selama pandemi Covid-19 beberapa layanan financial technology (fintech) tetap berjalan. OJK telah bekerja sama dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) untuk memberikan pembiayaan kepada UMK, pemberian bansos lewat beberapa fintech dan sebagainya.

Baca: OJK Keluarkan Kebijakan Lanjutan Stimulus di Covid-19

BACA JUGA

Leave a Comment