Amazon Web Services, Inc. (AWS) telah mengumumkan terbangunnya kolaborasi dengan World Wildlife Fund for Nature Indonesia (WWF-Indonesia), organisasi nirlaba yang berada di dalam jaringan WWF global, guna mengakselerasi upaya mereka dalam menyelamatkan satwa orangutan di Indonesia dari kepunahan.
Aria Nagasastra, Finance and Technology Director WWF-Indonesia menjelaskan ada sejumlah manfaat yang didapat lembaga yang dipimpinnya dengan menggunakan layanan cloud dari AWS, antara lain, “Penggunaan teknologi, seperti Amazon SageMaker, layanan machine learning yang terkelola sepenuhnya mendukung saintis data dan pengembang untuk melakukan pengembangan, pengujian, dan penggelaran beragam model machine learning secara cepat dan mudah dalam skala besar.”
“Dengan teknologi AWS, WWF-Indonesia bisa memangkas waktu begitu signifikan untuk tiap-tiap proses analisis, dari yang sebelumnya memakan waktu hingga tiga hari, kini untuk menuntaskan proses tersebut hanya dibutuhkan waktu kurang dari sepuluh menit saja.”
Aria Nagasastra, Finance and Technology Director WWF-Indonesia
“Tingkat akurasi dan spesifisitas dalam tiap proses analisis juga meningkat, seperti pengukuran rasio gender dan umur, tingkat viabilitas tiap-tiap populasi. Teknologi AWS mendukung mereka dalam memantau kondisi setiap satwa secara akurat dan cepat, apakah mereka sedang hamil, sakit, atau mengalami luka yang membutuhkan perawatan segera. Teknologi machine learning yang diadopsi oleh WWF-Indonesia punya peran yang berarti, terutama dalam meningkatkan akurasi dan pemanfaatan data populasi orangutan. Teknologi ini sangat membantu, terlebih dengan jumlah ahli konservasi yang terbatas seperti situasi saat ini.”
“Kami berencana untuk mengekslorasi lebih lanjut pemanfaatan layanan machine learning lainnya, seperti Amazon Recognition, yakni layanan imaji dan gambar untuk mendukung ditingkatkannya kecepatan dan akurasi pada proses identifikasi dan pelacakan populasi-populasi orangutan yang ada,” tambahnya.
“Sebagai organisasi nirlaba, kami selalu berupaya untuk menemukan solusi agar mampu bekerja lebih cerdas dan dapat mengoptimalkan sumber daya secara lebih efektif supaya setiap misi konservasi yang kami lakukan dapat terlaksana dengan lebih baik. Dengan menggunakan teknologi AWS, seperti Amazon SageMaker dan Amazon S3, kami mulai membuat peranti yang dapat diakses oleh para surveyor di lapangan, bahkan bagi mereka yang punya keahlian dan kapasitas terbatas, sehingga mereka dapat mengidentifikasi satwa liar di habitat aslinya dengan tingkat akurasi yang tinggi.”
“Dengan penggunaan teknologi yang cermat dan tepat guna, inovasi ini akan membantu ahli di bidang biologi dan konservasi dalam memantau perilaku satwa liar sepanjang waktu secara efektif dan juga efisien dari segi biaya. Dengan demikian, kami dapat mengalokasikan sumber daya yang ada secara lebih optimal untuk meningkatkan upaya pemantauan dan berinvestasi lebih untuk upaya-upaya konservasi,”
Aria menambahkan, “Kolaborasi antara WWF-Indonesia dan AWS dalam pendayagunaan solusi teknologi mutakhir yang inovatif mendukung ditingkatkannya upaya-upaya konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi lagi.
“Mendukung pemberdayaan organisasi-organisasi nirlaba melalui pemanfaatan teknologi cloud dalam membangun dunia yang lebih baik merupakan salah satu prioritas yang menjadi misi AWS,” ujar Peter Moore, Regional Managing Director for Asia Pacific and Japan, Worldwide Public Sector, Amazon Web Services.
“Kami merasa terhormat dapat mendukung akselerasi proses konservasi populasi orangutan yang dilakukan oleh WWF-Indonesia. Ini sekaligus merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung misi mereka menyelamatkan spesies-spesies yang terancam punah di seluruh dunia melalui inovasi-inovasi yang mereka terapkan pada produk dan layanan yang dihadirkan oleh AWS.”














