Inggris siap untuk mengakhiri penggunaan teknologi Huawei dalam jaringan 5G segera tahun ini karena masalah keamanan, menurut sebuah laporan laporan.
Perdana menteri Inggris, Boris Johnson, akan untuk membuat perubahan kebijakan besar setelah GCHQ diyakini telah menilai kembali risiko yang ditimbulkan oleh Huawei, perusahaan teknologi Cina, kata surat kabar.
Sebuah studi yang akan disampaikan kepada Johnson minggu ini menyatakan bahwa sanksi AS terhadap Huawei akan memaksa perusahaan itu untuk menggunakan teknologi yang “tidak dipercaya”, kata laporan.
Keputusan perdana menteri untuk mengizinkan peran terbatas Huawei dalam jaringan 5G Inggris telah menyebabkan ketegangan antara London dan Washington DC dalam beberapa bulan terakhir.
Sebuah laporan oleh National Cyber Security Center GCHQ telah menetapkan bahwa sanksi AS yang melarang Huawei menggunakan teknologi yang mengandalkan kekayaan intelektual Amerika telah berdampak besar pada perusahaan, Sunday Telegraph melaporkan.
Surat kabar itu mengatakan para pejabat sedang menyusun proposal untuk mencegah peralatan Huawei baru dipasang di jaringan 5G hanya dalam waktu enam bulan.
Keterlibatan Huawei dalam jaringan 5G Inggris juga menyebabkan kekhawatiran di antara sejumlah tokoh terkemuka Partai Konservatif Inggris.
The Mail on Sunday melaporkan bahwa Pusat Keamanan Cyber Nasional diperintahkan untuk melakukan peninjauan atas situasi tersebut.
Juga dilaporkan organisasi itu menemukan bahwa sanksi AS berdampak besar pada kelangsungan hidup Huawei, kata surat kabar itu.
Baca: Perusahaan Telekomunikasi Kanada Pilih Ericsson dan Nokia Untuk Jaringan 5G
Sumber: theguardian.com














