Jakarta, ItWorks- Setelah sempat turun di awal pandemi Covid-19, kini transaksi pembayaran digital LinkAja dengan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS), kembali meningkat sejalan berlakunya masa transisi new normal. Tren ini diprediksi akan terus berlanjut sejalan dengan mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat akan transaksi yang lebih aman untuk mendukung produktivitas di tengah pandemi.
“Transaksi QRIS LinkAja tadinya sempat menurun, khususnya pada merchant fisik yang terdampak kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang terjadi di sejumlah daerah. Namun, seiring adanya pelonggaran PSBB, tren transaksi LinkAja mulai meningkat kembali. Pada Juni awal, kami melihat ada tren akselerasi pembayaran lewat QRIS yang terus membaik,” ungkap Direktur Marketing LinkAja Edward Kilian Suwignyo dalam bincang daring “Sinergi BUMN: Akselerasi Pembayaran Digital dalam Ekonomi New Normal” Rabo (15/07), di Jakarta.
Edward memproyeksikan tren pembayaran lewat QRIS akan terus berlanjut sejalan dengan mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat akan transaksi yang lebih aman di tengah pandemi untuk mendukung produktivitas. Pihaknya juga melihat adanya peningkatan tajam transaksi LinkAja untuk e-commerce dan layanan utilitas seperti pembayaran listrik, paket internet, pulsa telepon, dan tagihan PDAM.
“Tren meningkatnya transaksi layanan utilitas ini terjadi karna pengguna makin banyak menyadari fungsi financial technology LinkaAja yang bisa makin memudahkan dalam berbagai transaksi secara nyaman di tengah pandemic ini,” jelasnya.
Hingga kini LinkAja yang merupakan produk PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), telah memiliki lebih dari 250 layanan pembayaran tagihan mencakup tagihan air PDAM, listrik, TV kabel, pulsa hingga voucher games, serta bekerja sama dengan 11.376 merchant nasional dan 1.569 e-commerce.
Ditambahkan, LinkAja sebagai alat pembayaran elektronik nasional, secara umum mampu membukukan kinerja positif selama setahun terakhir, baik dari nilai transaksi maupun peningkatan pengguna. Perusahaan pun menargetkan pertumbuhan bisnis hingga dua kali lipat pada tahun ini.
Hingga saat ini, layanan LinkAja telah terhubung dengan berbagai moda transportasi publik, mulai dari KRL Jabodetabek, Taksi Blue Bird, Gojek, kereta api KAI antar kota, bus Damri, Railink, Garuda/Citilink, dan berbagai transportasi lokal di sejumlah daerah.
Diskusi ini juga menghadirkan pembicara, Prof. Dr. Muhamad Ikhsan, Mohamad Iksan S.E., M.A – Pengamat Ekonomi & Staf Khusus Kementerian BUMN Bidang Makro Ekonomi. Selain itu juga pembicara perwakilan Direksi – PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), Perwakilan Direksi – PT Bank Mandiri (Persero) Tb, Perwakilan Direksi – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Perwakilan Direksi – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Perwakilan Direksi – PT Pertamina (Persero), serta Perwakilan Direksi – PT Kereta Commuter Indonesia. (AC)














