Jakarta, ItWorks- Diinisiasi Kementerian Koperasi dan UKM RI, Smesco dan Blibli melakukan soft launching Program Kakak Asuh UMKM Bersama Blibli agar bisa masuk di ekosistem digital.
Gotong-royong adalah karakter sejati Bangsa Indonesia sejak dulu. Kini, di tengah situasi sulit akibat pandemi Covid-19, setiap individu dapat menjadi pejuang dengan bergotong-royong membantu Indonesia keluar dari resesi. Salah satu caranya bisa dengan bergabung dalam program Kakak Asuh, gerakan digital sosial #umkmindonesia yang diinisiasi Kemenkop, Smesco dan Blibli.com.
Acara soft launching diisi webinar dengan pembicara Menteri Koperasi dan UKM RI (Teten Masduki), Dirut Smesco (Leonard Theosabrata), dan CEO Blibli (Kusumo Martanto) pada Senin, 31 Agustus 2020. Pemerintah melalui Kemenkop dan UKM mendorong para pelaku UMKM untuk siap terjun ke market digital. Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya yang diberikan pemerintah meningkatkan dasa saing UMKM dan produk Indonesia.
Sebelumnya Kemenkop dan UKM melalui Smesco Indonesia juga meluncurkan platform e-Brochure. Platform ini dihadirkan untuk membantu pelaku bisnis UMKM dalam mempromosikan dan memasarkan produknya melalui ekosistem digital.
Menkop dan UKM Teten Masduki saat launchingkan E-Brochure via Zoom App menyebut aplikasi e-Brochure dibuat simpel agar mudah diaplikasikan, termasuk untuk kalangan orangtua. Platform ini dihadirkan untuk menjembatani semua pelaku UMKM agar bisa masuk ke ekosistem digital. “Tidak semua pelaku UMKM bisa dan mampu berjualan di marketplace. Melalui e-Brochure, bisa dijadikan sebagai ajang latihan untuk masuk ke ekosistem digital,”ujarnya.
Menurut Leonard Theosabrata, platform digital e-Brochure ini merupakan tahap awal dari penyusunan database UMKM. Penyusunan ini akan melalui proses kurasi untuk masuk ke dalam Konvoi Produk Nasional dan selanjutnya akan mendapatkan promosi dalam Sparc Trade. “Target awal e-Brochure ini menjangkau 10 ribu pelaku usaha UMKM,” ujar Direktur Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Kecil Menengah (LPP-KUKM) Kementerian Koperasi dan UKM alias Smesco, Leonard Theosabrata, dalam keterangan resmi dilansir dalam portal web resmi, Kemenkop dan UKM, belum lama ini.
Menurutnya, platform digital e-Brochure ini merupakan tahap awal dari penyusunan database UMKM. Penyusunan ini akan melalui proses kurasi untuk masuk ke dalam Konvoi Produk Nasional dan selanjutnya akan mendapatkan promosi dalam Sparc Trade.
Dijelaskan Sparc Trade adalah platform program lanjutan yang dibuat Smesco untuk mempertemukan antara supply dan demand dalam bentuk hubungan B2B (business to business). “Sparc Trade inilah yang akan menjadi wadah utama Smesco untuk menghubungkan pasokan dari program Konvoi Produk Nasional ke pembelinya, baik dalam maupun luar negeri,” terang dia. (AC)














