Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung saat ini menjadi tantangan pelaku UMKM untuk beradaptasi agar bisnisnya dapat bertahan, salah satunya dengan melakukan kolaborasi untuk mewujudkan digitalisasi.
Digitalisasi bukan lagi pilihan bagi UMKM. Covid-19 telah memaksa UKM untuk beralih ke digital, menjadi lebih bergantung pada teknologi untuk memastikan kelangsungan dan ketahanan bisnis,” kata Puneet Pal Singh, Head of Communications Asia-Pacific, Japan, and China, Cisco melalui siaran virtual, Rabu, 9/9.
Director Small Business and Commercial for ASEAN, Cisco, Raz Mohamad menjelaskan UMKM tidak bisa bekerja sendirian demi mewujudkan digitalisasi. Perlu kolaborasi antarpihak, termasuk pemerintah dan penyedia layanan teknologi.
Cisco sebagai penyedia layanan teknologi, telah memiliki beberapa inisiatif, mulai dari pelatihan talenta digital, hingga di bidang teknologinya.
“Cisco Networking Academy telah melatih lebih dari 80.000 siswa di Indonesia dalam berbagai keterampilan TIK sejak didirikan,” kata Raz.
“Di bidang teknologi, kami telah meluncurkan serangkaian produk dan solusi yang dirancang khusus untuk sektor UKM di bawah portofolio Cisco Designed dan memperkenalkan pembiayaan nol persen untuk pelanggan UMKM di negara ini,” tambahnya.
Menurut Asia Pacific SMB Digital Maturity Study tahun 2020 oleh International Data Corporation (IDC) sesuai komisi Cisco, hampir 70 persen UKM di Asia Pasifik mempercepat digitalisasi bisnis mereka akibat pandemi Covid-19.
Sekitar 86 persen responden mengatakan mereka percaya digitalisasi akan membantu meningkatkan ketahanan bisnis terhadap krisis seperti pandemi Covid-19 saat ini.
Sebanyak 16 persen UMKM di wilayah ini sekarang berada dalam tahap kematangan digital lanjutan dibandingkan dengan 11 persen pada tahun 2019.














