Pandemi Covid-19 telah memperlihatkan, organisasi yang menerapkan Tech Intensity, yaitu teknologi terkini digunakan untuk berinovasi dan mengembangkan solusi unik yang memberikan mereka keunggulan kompetitif, akan lebih siap menghadapi perubahan struktural yang masif yang terjadi di lingkungan bisnisnya dan masyarakat.
Tech Intensity tidak hanya akan memberdayakan organisasi di Tanah Air, baik itu pemerintahan atau kalangan bisnis, menjadi lebih lincah menghadapi tantangan pasar baru, tetapi juga bergerak lebih cepat daripada pesaing mereka yang tidak berinovasi.
Sebagai contoh, Pertamina, salah satu badan usaha milik negara (BUMN) terbesar di Indonesia, memiliki aset dan sumber daya yang tersebar di seluruh nusantara. Ketika PSBB diumumkan, mereka meningkatkan penggunaan teknologi serta menambahkan beberapa sistem baru untuk menghubungkan dan memberdayakan ribuan karyawan dan kontraktor yang harus bekerja dari rumah.
BUMN bidang oil & gas ini menggunakan sistem konferensi video, sebagai alat kolaborasi online yang aman, yang tidak hanya digunakan untuk pertemuan harian secara nasional, tapi juga untuk menggelar doa bersama antaragama secara online dengan semua karyawan dan keluarganya setanah air melalui PC, laptop, atau ponsel mereka.
Perusahaan lain yang meningkatkan inovasi teknologi adalah Indosat Ooredoo, dimana tim legal harus mencari cara baru untuk bekerja dari rumah karena ada banyak dokumen dan kontrak resmi yang harus diproses. Mereka langsung membuat alur kerja digital untuk mengotomatiskan kontrak, meminta persetujuan, dan menggunakan tanda tangan digital yang membantu mempercepat kolaborasi dan pengambilan keputusan.
Perusahaan telekomunikasi ini memberdayakan penggunanya bekerja dari rumah serta membantu manajemen melacak kontrak penting. Dengan memungkinkan teknologi mengelola proses menjadi lebih efisien, tim legal Indosat ikut berkontribusi untuk membentuk Indosat menjadi perusahaan digital yang inovatif & terpercaya.
Perusahaan logistik nasional JNE tahu bahwa teknologi dapat membantu meningkatkan kolaborasi antara karyawannya pada saat PSBB dan mereka sudah terbiasa dengan alat digital yang ada.
Perusahaan yang bergerak di jasa pengirimam barang ini, telah meningkatkan produktivitas alur kerja yang ada dengan meningkatkan teknologinya. Hal ini tentunya berguna ketika pemerintah menunjuk JNE untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa ribuan ton beras ke wilayah Jabodetabek dan kepulauan Seribu. Sistem tersebut ditingkatkan untuk membantu melacak dan memantau pengiriman ke tidak hanya masyarakat umum tetapi juga ke yayasan penyandang cacat, panti asuhan dan panti jompo dengan menggunakan armada 1.000 kendaraan.














