IBM Indonesia bekerjasama dengan Yayasan Dicoding Indonesia mengumumkan inisiatif baru berbentuk program pembelajaran gratis yang ditujukan untuk seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) tanpa batas usia, profesi, dan persyaratan lainnya dalam memajukan sumber daya manusia/talenta yang memegang peranan utama era transformasi digital ini. Melalui program pembelajaran ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan “New Collar” atau lapangan kerja baru yang akan terus meningkat di sektor industri digital yang berkembang cepat.
“Kegiatan yang diluncurkan oleh Dicoding ini untuk memperluas talenta digital di Indonesia. Kolaborasi ini menegaskan komitmen IBM terhadap penerapan teknologi yang menempatkan tanggung jawab korporasi sebagai inti dari strategi bisnis. Melalui program ini kami bertujuan untuk membekali setidaknya 600 developer dengan keterampilan yang tepat dan siap pakai dalam industri untuk membentuk masa depan bangsa kita.” ujar Tan Wijaya, Presiden Direktur IBM Indonesia, melalui siaran pers, 22/9.
Program berbentuk online course atau pembelajaran daring di bidang digital ini bertujuan untuk memberikan kesempatan melalui beasiswa belajar kepada developer se-Indonesia. Termasuk di dalamnya, para guru dan dosen yang diharapkan mampu membangun kapasitas generasi digital Indonesia berikutnya. Program ini juga akan menambah pilihan keterampilan bagi para developer sebagai tambahan keahlian yang dikemas khusus oleh Dicoding untuk pasar Indonesia berdasarkan materi pembelajaran yang dimiliki IBM.
Bagi yang tertarik untuk mengukuti program ini, dapat mendaftar di situs https://ibm.dicoding.com/ sampai dengan Rabu, 30 September 2020 dengan memilih hingga 3 (tiga) pilihan kelas berkurikulum standar industri global: Pertama, Belajar Membuat Aplikasi Kognitif. Kurikulum ini didesain untuk developer yang ingin mempelajari aplikasi kognitif dengan menggunakan teknologi IBM Watson.
Kedua, Memulai Pemrograman Dengan Python. Kurikulum ini didesain untuk developer yang ingin menjadi data scientist dan machine learning engineer. Bahasa Python merupakan dasar dari kedua ilmu tersebut. Ketiga, Belajar Machine Learning untuk Pemula. Kelas ini membahas mengenai dasar-dasar yang harus dipahami dalam pembelajaran mesin (machine learning) seperti data, model, kernel, neural network, dan tensorflow.
“Disrupsi segala sektor ke digital adalah sebuah keharusan dan pandemi ini mempercepat proses itu. Oleh karena itu kita perlu lebih banyak inisiatif seperti Indonesia New Collar & Skill Accelerator Center ini untuk mencetak talenta-talenta digital yang mengakselerasi transformasi bangsa,” ujar Narenda Wicaksono, CEO Dicoding.
Pengumuman dan informasi lebih lanjut mengenai Program ini dapat dilihat di laman resmi https://ibm.dicoding.com/ dan kanal sosial media Dicoding: https://www.instagram.com/dicoding.
Usai pendaftaran, para peserta yang memenuhi syarat akan menerima akses pembelajaran selama 30 hari, yang akan diinformasikan pada tanggal 5 Oktober 2020.
Baca: IBM Indonesia Bantu BNPB Dengan Aplikasi untuk Melacak Distribusi Alkes














