
Reporter: Nurdian Akhmad
Editor: Teguh Imam S.
Krisis yang dihadapi para pelaku bisnis akibat pandemi Covid-19 saat ini adalah sesuatu yang luar biasa dan dialami oleh hampir semua perusahaan. Namun, harus disadari pandemi Covid-19 ini bukan kejadian terakhir yang akan men-disrupsi kehidupan. Ketika ada problem, di situ pasti ada peluang atau opportunity. Sekarang tinggal dicari peluang tersebut ada di mana. Untuk keluar dari krisis akibat pandemi Covid membutuhkan strategi.
Demikian disampaikan Eva Noor, Chief Executive Officer (CEO) PT Xynexis International saat mengikuti sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2020 yang diselenggarakan oleh Majalah It Works secara daring di Jakarta, Jumat (23/10/2020).
Kepada dewan juri, bos perusahaan cyber security yang berdiri sejak tahun 2006 ini membawakan materi presentasi berjudul Leading in crisis: A Business Journey Through a Pandemic yang memaparkan strategi Xynexis dalam melewati krisis akibat pandemi Covid-19.
Eva Noor menjelaskan akan banyak challenge-challenge lain dalam kehidupan kita, ada climate change, risiko politik dan keamanan, pemanasan global, bencana, dan lainnya. Dalam bisnis, risiko-risiko itu pasti ada.
“Jadi respons saya sebagai leader waktu itu (saat awal pandemi Covid-19) sama seperti respons kebanyakan leader perusahaan yang lain, panik, overload dan merasa defeated, kita harus apa?” ungkapnya.
“Kemudian menyadari bahwa every one is in the same boat, setelah itu considering the option, baru developing a response. Lakukan perubahan cepat, apapun dicoba sampai nanti terlihat mana yang terbaik untuk perusahaan kita,” tambahnya.
“Kita tidak jadi orang yang sama, perusahaan yang sama seperti sebelumnya. Begitu krisis melanda, kita langsung melakukan analisa ulang strategi kita. Kita ubah semua strategi kita, kita ubah bisnis model, kita lakukan inovasi banyak sekali. Kita coba terus mana yang fix untuk bisnis model kita, mana yang menurut kita the best untuk client kita, itu yang terus kami lakukan in the daily basis. Karena kita tidak tahu apa yag akan terjadi ke depan,” urai Eva.

Menurut Eva, kunci bagi perusahaan keluar dari krisis saat ini dan menjadi lebih baik ke depan ada di employee dan customer. Dua-duanya harus diutamakan. “Karena kita tidak bisa serve customer tanpa employee kita. Tapi kita juga tidak bisa hanya memikirkan employee tanpa memikirkan customer, karena at the end yang membiayai employee kita adalah customer kita. Jadi strategi kita fokus pada dua hal tersebut,” tegas dia.
Strategi Xynesis Hadapi Pandemi
Untungnya, kata Eva, usaha Xynexis bergerak di bidang IT dimana dampak pandemi ini tidak sebesar dibandingkan sektor lain seperti ritel atau tourism. Saat awal pandemi Covid-19, hal utama yang dilakukan manajemen adalah perubahan strategi bisnis, kemudian menganalisa kemanan dari sisi karyawan, customer, dan semua stakeholder perusahaan. Yang tak kalah pentingnya juga adalah rutin melakukan komunikasi baik dengan karyawan maupun customer.
“Kita juga melakukan work from home (WFH). Shifting dari kita biasa kerja di kantor atau di client kemudian bekerja di rumah, itu perubahannya besar sekali baik dari sisi culture, sisi teknologi, dan sisi komunikasi,” jelas Eva.
“Menurut saya, ini adalah opportunity yang lahir dari problem. Justru sekarang orang banyak bekerja dari rumah dengan menggunakan telekomunikasi, maka bagi bisnis IT ini adalah opportunity. Terutama untuk security-nya,” kata Eva.
Baca: TOP DIGITAL Awards 2019: Xynexis Mengingatkan Pentingnya Cyber Security di Era Transformasi Digital
Di Xynexis sendiri, menurut Eva, pihaknya melakukan penilaian dari semua oportunity yang ada kemudian dilakukan pemetaan atau mapping dengan solusi yang ada di perusahaan. Jika dalam mapping tidak ditemukan solusi, perusahaan akan membuat solusinya.
Untuk keluar dari krisis, Xynexis juga melakukan observe market, clients, dan competitor. Eva mengakui bahwa market sekarang berubah dengan adanya pandemi ini. “Perubahannya yaitu bagaimana kita bisa membantu clients supaya bisa go to solve the crisis together. Terus kita lakukan brainstorming, sampai akhirnya keluar bisnis model yang baru,” tuturnya.
“Makanya di Xynexis ini, kita launching banyak sekali services tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Jadi tahun 2020 ini kita lebih inovatif. Itulah positifnya dari pandemi ini,” ungkap Eva.
Solusi Xynesis
Dari hasil pengamatan Xynesis, di masa Pandemi covid ini ternyata ransomware attacks, cyber attacks , dan kriminial digital meningkat. Maka untuk memberikan solusi kepada pelanggan, Xynexis baru-baru ini meluncurkan 2 servis terbarunya yaitu Bisnis Continuity Plans (BCP) untuk global pandemi dan Post Covid-19 Cyber Security Posture. ”Karena sekarang semua WFH, kita tidak tahu WFH itu secure tidak. Maka kita launching servis ini,” kata dia.
Xynexis juga berencana meluncurkan banyak servis lagi setelah masa pandemi berakhir, antara lain Digital Transformation for Small Medium Business (SMB), Artificial Intelligence for Security, Talent as a Service (TaaS), Expertise Platform, dan Blockchain Cyber Security.
Xynexis merupakan perusahaan pionir IT Security di Indonesia dengan layanan antara lain Consulting, Cyber Strategy & Architecture, NOOSC (Security Operations), HAXTech (Digital Engagement), IGNITE (Cyber Analytics), Xpertis Now (Cyber Contracting).














