Jakarta, Itech- Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom lnternasional (lnternational Atomic Energy Agency/IAEA), Yukiya Amano meninjau Laboratorium Nonn Destructive lnvestigation (NDl) milik BATAN, (23/1). Pasalnya, Laboratorium NDI ditetapkan sebagai Collaborating Centre IAEA atau laboratorium acuan untuk negara-negara yang berada di kawasan ASEAN.
Kunjungan Yukiya Amano juga bertujuan untuk mendukung program pengembangan teknologi nuklir dilndonesia secara lebih luas, yaitu di bidang kesehatan, kemaritiman dan pembangkit listrik. Sejak lndonesiamencanangkan pembangunan PLTN pada tahun 1990-an, IAEA selalu memberikan bantuan dalam bentuk asistensiprogram, ekspertis dan pelatihan untuk SDM. Demikian juga terkait dengan rencana lndonesia dalam waktu dekatuntuk membangun Reaktor Daya Non Komersial (RDNK) yang akan dijadikan wahana penguasaan teknologi nuklir untuk pembangkit listrik IAEA juga mendukung penuh.
Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan, di kalangan Negara-negara anggota IAEA, lndonesia juga unggul dalam penguasaan teknologi nuklir dibidang pangan. Produk teknologi varietas tanaman padi dan kedelai diakui memiliki keunggulan yang signifikan dalam meningkatkan produktivitas pangan, tidak hanya dimanfaatkan di dalam negeri tetapijuga dimanfaatkan diThailand, Vietnam dan Filipina.
Dikatakan Djarot, pada September 2014 lndonesia juga mendapatkan penghargaan dari FAO dan IAEA dalam bentukOutstanding Achievement Award karena dedikasinya dalam pengembangan dan penerapan teknologi nuklir dibidang pangan secara terus menerus. “Kedatangan Yukiya Amano memberikan kesempatan yang lebih besar bagi peneliti lndonesia untukterlibat dalam program-program IAEA baik dalam training (trainee maupun trainer), workshop maupun sebagaistaf di organasasi tersebut”, tambahnya.
Selain itu, tambah Djarot, kedatangan Yukiya Amano diharapkan ikut mendorong dan meyakinkan seluruh pemangku kepentinganbahwa pemanfatan iptek nuklir mampu memberikan kontribusi besar dalam program kedaulatan pangan danenergi, serta peningkatan kesehatan masayarakat. Sementara itu, dalam upaya memberikan pengetahuan tentang pentingnya pengembangan teknologi nuklir di berbagaibidang dan manfaatnya dalam pembangunan bangsa, Yukiya Amano juga akan memberikan General Lecture didepan sivitas akademika Universitas lndonesia.
Indonesia adalah salah satu negara dari 162 negara di dunia yang tergabung dalam keanggotaan IAEA yang bermarkas di Vienna, Austria. Sejak awal berdirinya IAEA pada tahun 1957, lndonesia bersama 57 negara lainnyasudah menjadi anggota dan selalu aktif berpartisipasi dalam forum yang diselenggarakan oleh IAEA seperti ForumGeneral Conference, forum regional dan forum internasional lainnya.














