Jakarta, ItWorks- Inovasi layanan dan peningkatan sistem manajemen berbasis teknologi digital terus dilakukan PT Jasa Raharja, salah satunya dengan mengembangkan fitur-fitur baru pada aplikasi Jasa Raharjaku (JRku). Transformasi digital yang dilakukan selama ini juga mampu meningkatkan performa usaha dan juga layanan masyarakat, termasuk di tengah pandemi covid-19 ini.
Kian meningkatnya penggunaan internet dan smartphone yang meluas di masyarakat, mendorong PT Jasa Raharja untuk terus mendigitalisasi sistem dan layanan melalui aplikasi Jasa Raharjaku (JRku). JRku merupakan aplikasi mobile PT Jasa Raharja yang memiliki beragam fitur untuk memudahkan informasi dan layanan bagi masyarakat. Aplikasi digital ini dapat diunduh di Google Play untuk Android dan App Store untuk IOS (Apple) yang akan memudahkan masyarakat mengakses beragam layanan Jasa Raharja.
Melalui aplikasi JRku, masyarakat di antaranya bisa mengajukan klaim atau permohanan santunan Jasa Raharja secara online, melaporkan kejadian jika melihat kecelakaan lalu lintas, berbagi informasi mengenai daerah rawan kecelakaan, dan lainnya. Selain itu ada fitur Kendaraan (Pribadi) yang berguna untuk mengetahui masa laku SWDKLLJ dan juga menyimpan data kendaraanya pada Aplikasi JRku. Ada juga Fitur Kendaraan (Umum) yang berguna bagi pengusaha atau pemiliki PO untuk melihat daftar kendaraan miliknya dan juga melakukan pembayaran IWKBU secara online ke Jasa Raharja.
“Sejak kita luncurkan hingga kini, aplikasi JRku kian mendapat respons tinggi dari masyarakat. Banyak manfaat, di mana dengan aplikasi online, masyarakat makin mudah mengakses informasi dan mendapatkan layanan dari Jasa Raharja. Dengan aplikasi ini, kami juga bisa gerak cepat, termasuk mendatangi lokasi dan melakukan survei lapangan, mendatangi korban kecelakaan lalu lintas (laka) untuk mempercepat santunan dengan sistem jemput bola. Dengan manfaat besar ini, maka digitalisasi melalui aplikasi JRku ini terus kita perkuat. Terutama dengan menambah fitur-fitur baru yang lebih inovatif, baik untuk peningkatan sistem manajemen maupun layanan masyarakat. Tahun 2020 ini misalnya, untuk public Apps ada fitur baru aplikasi Samsat Online Nasional (samolnas) yang bisa memudahkan masyarakat bayar pajak kendaraan secara online. Untuk fitur pembayaran, Jasa Raharja menggandeng Finpay Money dari Finnet sebagai bagian dari kerja sama co-branding. Sehingga di saat pandemi ini, masyarakat bisa bayar pajak kendaraan dari rumah, sekaligus bisa mencegah penyebaran virus corona. Sedangkan untuk manajemen (internal Apps), ada fitur untuk e-form survei dan juga absensi online. Intinya ke depan, ini akan terus kita perkuat dengan fitur baru, termasuk layanan e-ticket travel transportation dan lainnya melalui kerja sama dengan para mitra usaha,” papar Kepala Divisi TIK PT Jasa Raharja, Tri Haryanto saat presentasi dan wawancara penjurian “TOP Digital Awards 2020” secara virtual (23/10/2020, di Jakarta.

Tak hanya pengembangan aplikasi, dengan data-data yang ada di aplikasi JRku, seperti laporan kasus kecelakaan lalu lintas, santunan korban dan berbagai data dan informasi lainnya, pihaknya juga akan mengembangkan sistem big data dan analytics strategy. Misalnya untuk mapping daerah-daerah rawan kecelakaan (blank spot), monitoring perilaku pengendara untuk aksi mendukung keselamatan berkendara, dan keperluan lainnya.
“Banyak data kita dapat setiap hari, salah satunya kasus kecelakaan lalu lintas, termasuk para korbannya. Nah ke depan ini yang juga akan kita kembangkan dengan sistem big data. Di era saat ini, pengelolaan data sangat penting, terutama mendukung strategi bisnis. Misalnya dari data kecelakaan, kita bisa dianalisa, apa penyebabnya dan daerah mana saja. Sehingga kita bisa mapping daerah-daerah rawan kecelakaan dan juga faktor penyebab terjadinya kecelakaan itu. Dengan demikian kita bisa lakukan program yang sifatnya preventif, untuk mencegah dan menekan angka kecelakaan ini. Jika kecelakaan bisa ditekan, santunan asuransi yang harus dikeluarkan perusahaan juga bisa ditekan,” ujar Tri Haryanto di depan empat dewan Juri (Febrizal Effendi, Nurul Yakin Setyabudi, M.Tesar Sandikapura, dan M. Lutfi Handayani).
Ditambahkan, dengan kecepatan informasi di aplikasi JRku ini, Jasa Raharja juga bisa gerak cepat. Tidak lagi harus menunggu laporan dari masyarakat koban laka, tetapi justru bisa “jemput bola” untuk mebantu mengurus proses pemberian santunan bagi para korban dan ahli waris dari kecelakaan lalu lintas. Sehingga di tengah pandemi COVID-19, gerak cepat Jasa Raharja tetap bisa dilakukan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.
“Inovasi dan strategi jemput bola ini sejalan dengan konsep pelayanan PRIMA (Prime Service) yakniPro aktif, ramah, ikhlas, mudah, dan empati) yang dikembangkan PT Jasa Raharja. Dengan dukungan TI, hal itu bisa makin mudah dilakukan yang tentunya juga bisa memberi manfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya.
Sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dan UU No.34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan, tugas utama dan fungsi PT Jasa Raharja yakni memberikan perlindungan dasar (basic protection) berupa santunan asuransi kepada korban atau ahli waris korban kecelakaan lalu lintas angkutan jalan dan angkutan umum seperti bus, kereta api, kapal laut, dan pesawat terbang.
Untuk menunjang aktivitas dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia, Jasa Raharja kini memiliki 29 kantor cabang, 62 kantor perwakilan dan 63 Kantor Pelayanan Jasa Raharja (KPJR), dan jaringan 1.285 Samsat yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan dukungan penggunaan sistem TI, operasional dan proses bisnis dan layanan di seluruh jaringan perusahaan , bisa diintegrasikan secara real time. Termasuk pengumpulan dana dan santunan di seluruh jajaran perusahaan ini.
“Dengan sistem IT, semua laporan sudah terintegrasi dengan kantor pusat. Sehingga kita bisa langsung mengetahui berapa nilai transaksi pembayaran yang ke Jasa Raharja, termasuk berapa nilai santunan yang dikeluarkan sertiap harinya di seluruh Indonesia. Dengan data dan informasi yang terintegtrasi cepat, hal ini juga memudahkan manajemen melakukan strategi dan keputusan bisnis ke depan, termasuk dalam hal pengembangan usaha. Dengan demikian, TI di Jasa Raharja, kini bukan lagi sebatas support (pendukung), namun sudah bagian penting sebagai business driver,” ujarnya. (AC)














