
Reporter: Nurdian Akhmad
Editor: Teguh Imam S
Bank Sumut memiliki visi menjadi bank andalan untuk membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah di segala bidang serta sebagai salah satu sumber pendapatan daerah dalam rangka peningkatan taraf hidup rakyat. Untuk mewujudkannya, dalam beberapa tahun terakhir bank ini terus memacu transformasi digital.
Caranya dengan meluncurkan berbagai aplikasi dan fitur-fitur baru di bidang informasi dan teknologi (IT) guna mempermudah layanan kepada nasabah. Sepanjang tahun 2020 ini, setidaknya ada 12 aplikasi baru, baik yang dikembangkan sendiri oleh tim IT Bank Sumut maupun kolaborasi dengan pihak ketiga.
Untuk itu Master Plan IT Bank Sumut untuk tahun 2020-2023 adalah Resource Improvement, Service Improvement meliputi IT Application dan Infrastructure, dan Service Improvement dengan e-Channel dan Host-to-Host. Dilanjutkan tahun 2024 dengan mengoptimalkan Service.
Solusi Digital
Solusi digital berupa aplikasi yang sudah dihadirkan Bank Sumut, pertama adalah E-PDAM. Aplikasi yang dikembangkan bersama dengan PDAM Sumut ini adalah untuk pembayaran tagihan PDAM dari nasabah.
Aplikasi kedua yang dikembangkannya adalah API Manajemen. Ini adalah aplikasi untuk meningkatkan pendapatan daerah seperti pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB), BPHTB, pajak hotel dan restoran. Untuk meluncurkan aplikasi ini, BUMD milik pemerintah daerah Sumatera Utara ini bekerja sama dengan dealer-dealer kendaraan bermotor yang ada di Sumut.
“Ada juga aplikasi yang kita bangun Host-to-Host (H2H) dengan pihak asuransi seperti Askrida, Asuransi ICU dan sebagainya,” tutur Mahdian Putra Lubis, Pemimpin Divisi Teknologi Informasi Bank Sumut dalam Sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2020 yang diselenggarakan Majalah IT Works secara online, Selasa, 27 Oktober 2020.
Untuk meningkatkan layanan kepada nasabah, kata Mahdian, Bank Sumut juga membuat dashboard untuk memantau pergerakan kredit dan dana pihak ketiga (DPK). Aplikasi ini untuk membantu unit operasional Bank Sumut dalam memonitoring perkembangan bisnis nasabah sehari-hari.

Bank Sumut juga mengembangkan tool untuk memonitor ATM dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas layanan ATM kepada seluruh pelanggan. “Dari monitoring ATM ini, teman-teman di unit operasional dapat mengetahui ketersediaan cash, apakah ada kerusakan mesin ATM dan lainnya,” ujar dia.
Sebagai bank daerah, salah satu produk unggulan Bank Sumut adalah KMG atau kredit multi guna kepada aparatur sipil negara (ASN). Guna memudahkan ASN dalam bekerja dari rumah (WFH), Bank Sumut tahun ini melaunching KMG Online. “Teman-teman ASN kalau ingin top up atau mengajukan aplikasi pinjaman bisa melalui aplikasi web yang sudah kami sediakan,” kata Mahdian.
Terkait aplikasi SDM, tim IT Bank Sumut mengembangkan HRIS atau Human Resources Information System yang terintegrasi dengan absensi online. Ini juga produk terbaru yang dibuat Bank Sumut guna menghindari penyebaran virus Covid-19. “Ini self service absen dengan fitur deteksi lokasi dan face recognition,” kata Mahdian.
Tak hanya aplikasi yang dibesut sendiri, Bank Sumut juga mengembangkan aplikasi yang dibuat dengan pihak ketiga. Seperti dengan PT Telkom Indonesia mengembangkan produk E-Money Bank Sumut. Sedangkan dengan Bank BRI, Bank Sumut bekerja sama membuat Sumut Card yang bisa digunakan untuk e-toll dan belanja di minimarket dan sebagainya.
“Kami juga sudah mengembangkan produk unggulan Sumut Mobile yang fiturnya bertambah terus. Terakhir kita membuat fitur untuk registrasi self service. Jadi nasabah yang sudah memiliki kartunATM tidak lagi harus datang ke unit kantor, mereka bisa mandiri melakukan registrasi langsung dari device-nya masing-masing. Ini langsung kami lakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” papar Mahdian.
Aplikasi lain yang dibuat hasil kolaborasi dengan pihak ketiga adalah SUMUT Net. Ini adalah layanan internet banking dari Bank Sumut yang di dalamnya terdapat layanan untuk pengelolaan cash management bagi pemerintahan daerah.
“Aplikasi SUMUT Net ini juga untuk mendukung gerakan nontunai yang dapat diterapkan di pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan OPD (organisasi perangkat daerah) yang ada,” kata dia.
Selanjutnya ada layanan virtual account (VA) bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan dan sekolah-sekolah yang ada di Sumatera Utara.
Ada pula layanan E-STS untuk menjembatani pemda-pemda yang belum memiliki sistem pembayaran dan penerimaan daerahnya.
Kembangkan Market Place
Bank Sumut juga mengembangkan UMKM-UMKM binaannya melalui Pojok UMKM, sebuah aplikasi online semacam market place. “Kami menyediakan semacam market place di mana UMKM binaan Bank Sumut bisa memasarkan produknya di website yang kami sediakan dan mereka dapat bertransaksi langsung dengan pembeli,” ujar dia.
“Tahun 2020 ini sangat banyak fitur yang kami luncurkan untuk membantu nasabah, sehingga mereka tidak perlu memindahkan dananya ke bank lain. Semuanya sudah ter-cover layanannya mulai belanja rutin, pembayaran-pembayaran tagihan lainnya,” tutup Mahdian.














