
Reporter: Miroji
Editor: Teguh Imam S.
Saat ini, banyak pemerintah daerah di Tanah Air telah mengoptimalkan pemanfaatan Teknologi Informasi untuk menangani berbagai masalah kota dan warganya secara efektif. Salah satu konsep TI yang mereka terapkan adalah Smart City.
Seiring waktu, konsep Smart City telah berkembang menjadi Smart City 4.0 berupa Platform Ekosistem dimana pemerintah bertindak sebagai Collaborator dengan melibatkan sejumlah Co-Creator yaitu Citizen, Academia, Media, Industry/Business/Investor, dan lembaga atau instansi pemerintah lainnya.
Demikian juga di Provinsi DKI Jakarta yang memiliki Jakarta Smart City sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Provinsi DKI Jakarta dibawah Dinas Komunikasi Informatika dan Statistika. BLU ini mengemban tugas mewujudkan Jakarta sebagai kota yang maju dengan layanan publik berbasis TI atau Jakarta City 4.0.
“Jakarta Smart City merupakan BLUD pertama di Indonesia yang ingin mewujudkan pengembangan tatanan kota berbasis teknologi informasi dan komunikasi,” kata Yudhistira Nugraha, Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City Pemprov DKI Jakarta dalam sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2020 yang diselenggarakan majalah IT Works secara online, Selasa, 27 Oktober 2020.
“Dalam mewujudkan visi dan misi Jakarta City 4.0, kami memanfaatkan teknologi, terus melakukan inovasi dan berkolaborasi dengan banyak pihak. Serta mengoptimalkan penggunaan teknologi Cloud, Big Data, AI, IoT, dan Blockchain,” tambah Yudhistira.
“Semua itu untuk menangani berbagai masalah yang dihadapi Jakarta, yang juga menyandang status sebagai ibu kota negara, seperti macet, banjir, polusi udara, sampah, transportasi umum, pengangguran. Juga untuk memberikan pelayanan publik antara lain, kesehatan, parkir, pendidikan, layanan pemda, air minum, dan ruang terbuka hijau,” jelasnya.
“Dengan demikian Jakarta City 4.0 sebagai kota yang maju adalah Kota Inovatif dengan Warganya yang Bahagia,” tegas Yudhistira.

Aplikasi Unggulan
Pertama, aplikasi JAKI. Berupa platform kolaborasi antar Pemerintah Daerah, Pusat, dan Industri/Startup dalam melayani masyarakat. Terdapat lebih dari 12 fitur yang telah terintegrasi dan lebih dari 10 aplikasi dari startup yang telah dikolaborasikan serta diintegrasikan di aplikasi ini.
Yudhistira menjelaskan saat ini aplikasi JAKI telah diunduh lebih dari 830 ribu pengguna dan akan terus bertambah dengan harapan seluruh warga Jakarta atau pun wisatawan menggunakan JAKI untuk mendapatkan informasi dan layanan publik di Jakarta.
Kedua, platform Aplikasi Cepat Respon Masyarakat (CRM) untuk mendorong tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). “Saat ini, lebih dari 600 ribu laporan yang telah disampaikann serta diselesaikan oleh pemerintah daerah dalam waktu 3 tahun terakhir dengan waktu penyelesaian rata-rata di bawah 7 hari. Seluruh laporan tersebut dapat dimonitor oleh pelapor secara realtime sebagai bentuk transparansi di Jakarta,” ungkap Yudhistira.
Ketiga, platform Corona.Jakarta.go.id yang menjadi website pemerintah daerah pertama yang dirilis berisi mengenai informasi dasar Covid-19 serta data Covid-19 di Jakarta. Berhasil menarik 27 juta pengunjung dalam rentang waktu kurang dari 1 tahun.
“Saat ini website corona.Jakarta.go.id memiliki data set mengenai Covid-19 di Indonesia yang terlengkap dibandingkan daerah lain. Melalui website ini kami juga mengembangkan platform kolaborasi bantuan sosial melalui dengan lebih dari 500 kolaborator yang telah terlibat,” kata Yudhistira.
Baca: Aplikasi Nafas Siap Pantau Kualitas Udara DKI Jakarta
Baca: Pemprov DKI Luncurkan Aplikasi Pajak Online DKI Jakarta














