
Reporter: Busthomi Asyari
Editor: Teguh Imam S
PT Indra Karya (Persero), perusahaan Konsultan Teknik terkemuka di Indonesia, terpilih sebagai finalis ajang TOP DIGITAL Awards 2020 untuk kategori jasa konsultansi. TOP DIGITAL Awards adalah ajang penghargaan bidang teknologi informasi digital tingkat nasional yang diselenggarakan majalah IT Works bekerja sama dengan sejumlah asosiasi dan konsultan terkemuka di bidang TIK.
Dewan Juri menilai Indra Karya layak menjadi Finalis karena, pertama, berhasil mencapai tujuan awal perusahaan dan kemudian memperluas bidang kegiatannya. Kedua, berhasil menyelesaikan seluruh penugasan kontrak kerja, dikerjakan sendiri maupun sebagai Lead Firm KSO, di sejumlah proyek yang dananya berasal dari APBN, Loan, BUMN dan Swasta dengan profesional, tepat waktu, mutu, biaya, safety dan fungsinya.
Sebagai Finalis, Eko Budiono, Direktur PT Indra Karya mewakili perusahaan telah mengikuti sesi Penjurian TOP DIGITAL Awards 2020 yang diselenggarakan secara online di Jakarta, Selasa, 3 November 2020.
Dalam kesempatan ini, Eko Budiono didamping tim Indra Karya menjelaskan perkembangan perusahaan yang saat ini telah berkembang jadi perusahaan Konsultan Teknik terkemuka di Indonesia.
“Sebelumnya, kami berbentuk PN Indra Karya yaitu perusahaan yang bergerak dalam bidang pemborongan yang didirikan tahun 1961. Pada tahun 1972 berubah jadi Perusahaan Perseroan. Sejak itu, kami tumbuh dan berkembang serta mampu membangun perusahaan menjadi perusahaan Konsultan Teknik terkemuka di Indonesia.”
“Saat ini, kami telah terdaftar di WB, ADB, JBIC dan IDB dan telah dipercaya sebagai Lead Firm dari asosiasi konsultan untuk proyek-proyek yang didanai IBRD (proyek HEPP Musi dan Transmisi Jawa Tengah & Substation) dan ADB (HEPP Tanggari II dan Sengguruh HPP),” ujar Eko Budiono.
“Awalnya, kami memusatkan usaha pada Pengembangan Sumber Daya Air dan Energi. Keberhasilan mencapai tujuan di langkah awal itu, mendorong kami melakukan perluasan ke bidang kegiatan lainnya, sejalan dengan pembangunan di Indonesia, antara lain: Bangunan Gedung dan Pabrik, Transportasi (jalan Tol, Jembatan, Pelabuhan, Bandara, Sarana dan Prasarana Kereta/LRT), Pemberdayaan Masyarakat, Perumahan Rakyat, Sanitasi, Air Limbah dan Drainase, Pengembangan Wilayah, Pengembangan Kawasan Industri/Tertentu,” tambahnya.
“Saat ini, Lini Bisnis kami ada 4 yaitu, Sumber Daya Air; Bangunan; Jalan, Jembatan & Transportasi; dan Energi. Untuk SDA, kami merupakan Konsultan Engineering berpengalaman dalam pengembangan dan pengelolaannya. Perusahaan terlahir dari penyelesaian Proyek Bendungan Karangkates pada tahun 1972, kemudian telah memberikan layanan konsultasi dalam pembangunan hampir semua bendungan utama di Indonesia, seperti Jatiluhur, Wonorejo, Sermo, Kedung Ombo, Jatigede, Bili-Bili, Pengga, Batutegi , Rotiklot, Jatibarang, Ciawi & Sukamahi, Kuwil, Lolak, Pandanduri, dll.
“Kami juga menyediakan layanan konsultasi lebih dari 1000 Proyek di Bendungan, Irigasi, Sumber Daya Air, Pengendalian Banjir, Air Tanah, Pertanian dll. Berkontribusi dalam Pengembangan Potensi Irigasi Lebih dari 1 Juta Ha.”

Pemanfaatan TI
Eko Budiono melanjutkan, “Kami telah berhasil menyelesaikan seluruh penugasan kontrak kerja yang di tangani secara profesional, baik berdiri sendiri maupun bertindak sebagai Lead Firm KSO untuk proyek-proyek dengan dana dariAPBN, Loan, BUMN dan Swasta, dengan tepat waktu, mutu, biaya, safety dan fungsinya.”
“Keberhasilan itu didukung sumber daya manusia kami yang saat ini berjumlah 115 Staf Organis dan 800 Tenaga Kontrak terdiri dari Tenaga Engineer, ekonom, management experts, Tenaga IT, Teknisi dan Staff Administrasi,” terangnya.
Terkait pemanfaatan teknologi informasi, Eko Budiono mengatakan, Indra Karya telah secara optimal menggunakannya dalam operasional perusahaan dan penyelesaian berbagai kontrak kerja yang didapat perusahaan.
“Untuk internal, kami memiliki layanan IKA Smart yang merupakan digitalisasi sistem terintegrasi untuk mendukung percepatan layanan dan percepatan aktualisasi dari kompetensi yang dimiliki perusahaan.”
“Kemudian untuk eksternal, kami memiliki dua Unit Pendukung untuk menunjang performa profesional perusahaan dalam menyelesaikan berbagai kontrak kerja, yang didukung oleh SDM IT dan teknologi bidang konstruksi terkini.
“Pertama, Laboratorium Survey Investigasi didukung oleh berbagai peralatan penunjang pengujian dengan tenaga ahli dan teknisi berpengalaman bersertifikat. Salah satunya, Laboratorium Geoteknik yang telah tersertifikasi ISO 17025.”
“Kedua, Unit Studio Desain menunjang proyek-proyek perencanaan arsitektural dan sipil khusus didukung Tenaga Ahli dan Staff Cad professional serta didukung aplikasi CAD dan BIM terbaru.” jelas Eko Budiono.
Jadi Konsultan yang Diperluas
“Untuk rencana lima tahun ke depan, kami akan melakukan perkuatan dan diversifikasi usaha menjadi Konsultan yang Diperluas yaitu perluasan bidang usaha sumber daya air dan energi (Hulu-Tengah-Hilir), dengan demikian perusahaan menjadi Engineering, Developer dan Industri,” ungkap Eko Budiono kepada dewan juri.
“Kegiatan Engineering sebagai bagian hulu akan tetap menangani pekerjaan konsultansi yang digeluti selama ini.”
“Kegiatan Developer sebagai bagian tengah akan bertindak sebagai pengembang atas waduk/embung/situ untuk pengelolaan air bersih, air limbah, energi, budidaya dan wisata.”
“Kegiatan Industri sebagai bagian hilir menjalankan usaha Industrialisasi yaitu Air Minum dalam Kemasan (AMDK) dengan Merek dagang INFRESH dan Industri penyedia Air Bersih dengan sumber air sungai, waduk, air tanah, air laut untuk memenuhi kebutuhan Kawasan Khusus,” tutupnya.














