
Reporter: Agus Haryanto
Editor: Teguh Imam S.
PT BNI Life Insurance (BNI Life) terus menjalankan transformasi digital. Terlebih era new normal sekarang ini, BNI Life mempercepat proses transformasi itu – Accelerate in New Normal. Terkait dengan itu, BNI Life menghadirkan inisiatif dengan memanfaatkan TI.
Pertama di internal perusahaan, Accelerate Operational Processing & Policies System dengan memperbarui existing Core Individual System dan Group Sytem. Dengan menghadirkan fitur yang lebih membantu dan lebih terintegrasi satu sama yang lain. Hasil akhirnya berupa New Core Individual & Group System.
“Saat ini, sedang kami kembangkan dan akan diimplementasi tahun depan,” ujar Soeko Teguh Y, Deputy General Manager IT Solution & Digital, BNI Life dalam sesi Penjurian TOP DIGITAL Awards 2020 secara daring, Rabu, 4 November 2020.
Ia memaparkan keunggulan dari New Core Individual & Group System, pertama, meningkatkan integration capability surrounding system (services oriented programming). Kedua, meningkatkan business insurance capability (Digital Readiness Platform).
“Sedangkan manfaat yang didapat perusahaan, pertama, mempercepat service level agreement (SLA) di back office perusahaan. Sehingga meningkatkan time to market product & policy closing; kedua, paperless processing di beberapa area; dan ketiga, monitoring & reporting capability dengan menyajikan data dan informasi yang lebih kredibel untuk diolah,” terangnya.

Inisiatif kedua di eksternal, Readiness Integration via Services yaitu bekerja sama dengan partner mengintegrasikan aplikasi BNI Life dengan aplikasi partner melalui platform services (API).
“Sehingga nasabah dapat langsung membeli product BNI Life di berbagai platform digital dengan metode kerjasama dengan BNI Life berupa pertukaran services yang dapat dilakukan saat itu juga (real time) serta guaranted acceptance polis,” jelas Soeko Teguh.
Itu ditempuh dengan menjalankan Micro Product Insurance Strategy, memperluas akses penjualan product micro BNI Life yang berfokus pada trend kemajuan teknologi dengan proses yang mudah dan real time.
“Dengan menjual product micro insurance BNI Life lewat channel digital. Contoh, masyarakat bisa membeli produk BNI Life di aplikasi LinkAja. Nah diharapkan seperti itu, kita dapat membuat distribusi penjualan,” kata Soeko Teguh kepada dewan juri.
“Strategi ini diharapkan menambah revenue perusahaan di channel digital, mempermudah akses bagi nasabah yang ingin membeli produk micro asuransi BNI Life dimanapun dan kapanpun.”
Manfaat lainnya dari Readiness Integration via Services ini, ke depannya BNI Life dapat memanfaatkan blockchain capability. Dengan pemanfaatan blockchain, perusahaan dapat menjalankan transaksi komersial dan melakukan persetujuan secara otomatis dan dapat menegakan kewajiban semua pihak dalam sebuah kontrak tanpa perantara – istilahnya Smart Contract.
Menurut Soeko Teguh, blockchain memberikan Audit Trail & Traceability yang lebih baik. Jika secara data sudah terintegrasi dengan baik ke dalam area blockchain, akan lebih mudah menganalisa jejak audit sehingga memungkinkan untuk mengetahui dari mana asal sebuah aset dan setiap check point yang dilalui oleh proses blockchain ini.
Bagi nasabahnya, BNI Life juga telah menghadirkan Mobile Application for Claim Group Company. “Ini mempermudah nasabah kami dalam melakukan proses claim yang dapat diakses dimanapun dan kapanpun,” klaim Teguh.
“Juga menyediakan berbagai fitur yang membantu nasabah dalam pencarian rumah sakit terdekat, benefit yang dimiliki nasabah dan informasi lain seputar pembaharuan, berita dan informasi seputar asuransi yang disediakan oleh BNI Life.”
Kebijakan Work from Home
Di era new normal ini, BNI Life menerapkan kebijakan Work from Home. “Dengan Work from Home, sistem kami diakses dari luar. Jadi kami memberikan dukungan dengan menata security sistemnya, infrastruktur, dan WFG capability,” terang Teguh.
“Kami bekerja sama dengan unit bisnis internal & stakeholders bisnis BNI Life, berkolaborasi dalam support proses New Normal dengan tetap melakukan optimalisasi dari sisi penjualan dan operasional walaupun tidak dilakukan di kantor seperti biasa.”
“Sementara dampak bagi perusahaan, memunculkan ide dan inovasi dalam mengembangkan support service kepada nasabah diantaranya dengan improvement proses klaim dengan platform mobile application,” tutup Teguh.














