Jakarta, ItWorks-Terpilih dalam program Gerakan Menuju 100 Smart City Tahap II yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat (Kementerian Komunikasi dan Informatika) sejak 2018, Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga terus melakukan inovasi baru terkait digitalisasi, baik untuk manajemen kepemerintahan maupun dalam kaitan layanan masyarakat. Tak terkecuali inovasi-inovasi baru untuk solusi layanan di tengah pandemi Covid-19 ini.
Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi berbagai sendi kehidupan masyarakat. Salah satunya pergeseran aktivitas dari konvensional bergeser ke ranah virtual dengan perangkat digital. Mulai dari kegiatan belajar mengajar siswa dari rumah secara online, bekerja (work from home/WfH), rapat ke virtual meeting, jualan online, dan berbagai aktivitas lain yang mengandalkan sistem teknologi online. Terlebih sejak adanya kebijakan social distancing (pembatasan jarak sosial) sebagai upaya menekan penyebaran dan pularan virus corona ini.
“Dengan meningkatnya kecenderungan digital masyarakat di era new normal, kebutuhan akan ketersediaan jaringan internet dan juga aplikasi pendukung, termasuk akses data dan informasi secara elektronik juga makin tinggi. Tentu hal ini juga harus diimbangi dengan peningakatan sarana pra saranya pendukungnya. Karena itu, belanja anggaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kabupaten Blitar melalui Diskominfo, termasuk bagi pengembangan smart city tahun 2020 ini, juga banyak difokuskan untuk mendukung dan memfasilitasi tuntutan digitalisasi di tengah pandemi ini. Misalnya untuk penguatan dan perluasan jaringan internet hingga ke desa-desa, membangun wifi di pusat layanan public, dan lainnya. Termasuk juga dengan membangun aplikasi baru untuk mendukung layanan masyarakat secara online,” papar Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Blitar, Eko Susanto, ST. M, Si saat presentasi dan wawancara penjurian “Top Digital Awards 2020” melalui video conference (vidcon) yang diselenggarakan Majalah ItWorks bekerjasama dengan Konsultan Independent, dan sejumlah Indonesia ICT Accociation yang berlangsung (03/11/2020), di Jakarta.
Di hadapan dewan juri terdiri Dr. Dede Mulyana (Founder CIO Academy), Ashwin Sasongko (Peneliti LIPI), Ery Sumiarso Direktur Sinergi Daya Prima (Business Consulting), dan Melani Harriman (Melani K Harriman Associate), Kadis Kominfo Blitar, Eko Susanto, didamping tim, juga menjelaskan banyak hal tentang inisiasi digital yang dilakukan Diskominfo dalam menghadapi pandemi maupun era new normal ini.

Dikatakan, sesuai tugas dan fungsinya, Diskominfo terus berupaya memberikan pelayanan informasi yang seimbang kepada masyarakat maupun lembaga-lembaga lain. Dalam hal ini, Diskominfo juga membangun sarana pra sarana pendukung layanan komunikasi dan informasi, sistem penggaturan, termasuk mengembangkan aplikasi di smart city melalui kerja sama dengan dinas, OPD, dan pihak lain.
Dalam kaitan ini, Kabupaten Blitar sudah memiliki ruang command center untuk mendukung smart city yang berada di kantor Dinas Kominfo Kabupaten Blitar. Ruang command center juga sebagai pusat untuk mengintegrasikan semua data dan informasi dari seluruh OPD.
Khusus untuk mendukung penanganan Covid-19, Kabupaten Blitar telah membanggun website tersendiri (https://tanggapcorona.blitarkab.go.id/) yang didedikasikan sebagai sarana digital untuk penanganannya. Terutama kemudahan akses data dan informasi bagi masyarakat luas terkait pandemi ini. Website ini memuat berbagai informasi seperti penjelasan tentang covid-19, gejala penyakitnya, cara penularan dan cara antisipasi pencegah, serta berbagai informasi lain yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Termasuk data dan informasi terkini, seperti penambahan jumlah pasien, pasien yang sembuh, informasi zonasi atau peta penyebaran wabah, ketersediaan ruang isolasi, data rumah sakit dan sebagianya.
Masyarakat juga diberikan akses untuk bisa interaktif menyampaikan laporan ke pemerintah melalui saluran khusus. Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Blitar pada Maret 2020 meluncurkan call center 112 “Blitar Siap”. Layanan panggilan darurat 112 ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam penanggulangan keadaan darurat seperti, kebakaran, bencana alam, kecelakaan lalin, gangguan keamanan dan lain sebagainya. Layanan 112 ini dapat diakses masyarakat Blitar Raya melalui telefon biasa atau smartphone dan berlaku 24 jam. “Ini salah satu inovasi kita dalam kaitan pengembangan program Smart City untuk aksi cepat tanggap bagi peningkatan pelayanan masyarakat melalui TIK,” tuturnya.
Terkait tanggap darurat, terutama sebagai upaya tanggap menghadapi bencana, Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kominfo juga meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Kebencanaan Kabupaten (SIKK).
Dengan aplikasi ini, informasi adanya bencana bisa cepat disampaikan masyarakat yang ada di lapangan, sehingga bisa mendapat respons cepat dari pemerintah. Aplikasi Sistem SIKK didukung oleh Sistem Informasi Desa (SID), yaitu program kerjasama BPBD dengan UNDP saat terjadi bencana erupsi Gunung Kelud.
“Komunikasi merupakan salah satu hal penting dalam penanggulangan bencana. Melalui aplikasi ini, komunikasi dan koordinasi bisa lebih mudah sekaligus diharapkan bisa mengurangi resiko jika bencana terjadi. Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa melaporkan adanya bencana tersebut, sehingga bisa dengan cepat diambil tindakan,”jelasnya.
Inovasi lain yang juga banyak dirasakan manfaatnya di era new normal ini yakni mall layanan public Virtual yang mana berisi lebih dari 600 layanan terintegrasi seperti layanan intern, PD Kabupaten Blitar, Instansi Vertikal dan layanan PPOB/Swasta. Diimplementasikan sejak 2020 dibangun sendiri oleh internal. Fitur unggulan, di antaranya akses layanan public yang terintegrasi. Akses cetak dokumen di anjungan, dan juga ada survei kepuasan masyarakat. Manfaatnya, pelayanan bisa dilakukan mandiri secara mudah dan juga mengurangi tatap muka.
Inovasi lain, yakni sistem aplikasi untuk layanan Elektronik Sistem Pendaftaran Online (E-SIAP- online). E-SIAP-online merupakan sistem aplikasi pendaftaran Adm induk secara online pengajuan pengurusan dokumen kependudukan seperti (KK baru, akta kelahiran, akta kematian, cetak ulang KTP dan lainnya yang terkoneksi dengan Dispendukcapil. Sistem ini sudah dibangun dan diimplementasikan tahun 2018 yang kini disempurnakan dengan inovasi baru.
“Awalnya waktu baru dibangun di 2018, E-SIAP masih dalam taraf pembelajaran. Di tahun 2020 ini, sudah kita sempurnakan di mana pelayanan sudah bisa go digital. Masyarakat sudah bisa melakukan permohonan online terkait kependudukan melalui aplikasi ini. Mereka juga bisa mengecek status pengajuan, dan verifikasi by SMS. Sehingga di tengah pandemi ini sangat bermanfaat. Layanan masyarakat tetap bisa berjalan dan bisa mengurangi antrian secara langsung di Dispendukcapil,” ujarnya.
Selain itu, masih ada beberapa inovasi lain yang tepat guna di saat pandemi ini, seperti aplikasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online yang terintegrasi dengan data kependudukan Kabupaten Blitar. Mulai implementasi tahun 2019 dan disempurknan yang dibangun oleh pihak eksternal dan internal. Fitur unggulan: Hak akses : calon siswa, guru, sekolah, super admin. Sistem pendaftaran regular dan alternatif pendaftaran. Ada QR-Code untuk validitas dokumen hingga cetak laporan formulir dan pengumuman. Manfaatnya, bisa efisiensi biaya, memberikan akses luas dan mudah kepada masyarakat.
Masih terkait digitalisasi, terdapat inovasi aplikasi One Data terutama untuk mensinergikan seluruh data di Pemerintah Kabupaten Blitar dalam satu aplikasi. Fitur Unggulan: Bank data untuk semua OPD. Ada dashboard data menampilkan info grafis. Sehingga sangat bermanfaat, di mana data dapat diakses secara luas oleh yang membutuhkan.
Selain itu, ada E-PRODA yang mengintegrasikan data base Simda keuangan dengan sirup LKPP. Manfaatnya bisa mempercepat proses rencana umum pengadaan dan proses pengadaan. Di internal juga ada Sistem Keuangan Desa Online (Siskeudes Online) yang merupakan aplikasi transparansi pengelolaan keuangan desa. Fitur Unggulan: ada pengelolaan sumber dana di APBDesa, Laporan sumber dana desa.
Dalam hal ekonomi masyarakat dan UMKM, juga ada program 999 UKM Go Online. Dalam program ini, ada Workshop Pelatihan Marketing Online dan Packing dengan mengundang narasumber expert untuk mendorong pelaku usaha dan UMKM go online. Guna mendorong digital society, Dinas Kominfo Kabupaten Blitar juga membangun fasilitas Co Working Space, dimana fasilitas itu bisa dimanfaatkan para komunitas untuk berkreasi dan berinovasi bidang digital . (AC)














