Dukung Penyaluran Dana PEN Rp 2 Triliun dengan Cepat dan Tepat

Reporter: Achmad Adhito
Editor: Teguh Imam S.
Peran dan dukungan TI (teknologi informasi) sebagai Enabler di Bank Jatim kian terasa, utamanya dalam pencapaian strategi yang ditempuh bank kebanggaan masyarakat Jawa Timur ini di era New Normal. Terlebih dalam upaya menanggulangi dampak ekonomi Covid-19 ke masyarakat. Sistem TI Bank Jatim turut berperan dalam proses penyaluran dengan cepat tepat Dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional).
“Dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) senilai Rp 2 triliun, sudah disalurkan seluruhnya oleh Bank Jatim. Dan dalam hal itu, sistem TI kami menjadi pendukung yang baik,” kata Arief Wicaksono, Head of Information Technology, Bank Jatim, dalam sesi Penjurian TOP DIGITAL Awards 2020, yang berlangsung melalui jaringan internet, Kamis, 5 November 2020.
Arief menjelaskan bahwa, kebetulan, ada produk kredit Bank Jatim yang inline dengan PEN, sehingga dana Rp 2 triliun tersebut dapat disalurkan ke debitur kredit tersebut. “Jadi, penyaluran dana PEN tersebut, kami akomodir dalam sistem TI,” Arief menegaskan.

Strategi Bank Jatim di New Normal Pasca Covid-19
Pada kesempatan itu, Arief juga menjelaskan strategi yang dijalankan Bank Jatim saat era Adaptasi Kebiasaan Baru (New normal).
Pertama, Digitalisasi Produk yaitu melakukan inovasi dan pengembangan secara menyeluruh terhadap produk–produk Bank Jatim secara digital agar mampu memberikan pelayanan secara optimal kepada nasabah.
“Digitalisasi produk, kami gelar saat masa kenormalan baru yang meliputi: Pengajuan Credit Online All Skim, Penyempurnaan Credit Approval Sistem, dan Penyempurnaan Credit Scoring Sistem,” kata dia.
Kedua, Merencanakan Pemasaran Strategis yaitu melakukan perubahan strategi marketing dan menentukan target market Bank Jatim secara tepat dengan memanfaatkan Teknologi Informasi (Digital Marketing).
Arief berujar, “Dalam hal pemasaran digital ini, kami berupaya menaikkan pangsa pasar memanfatkan media sosial seperti YouTube, Instagram, Twitter, Facebook, Website Bank Jatim dan lain-lain.”
Ketiga, Merencanakan Layanan Customer yaitu memberikan pelayanan kepada nasabah dengan memanfaatkan pendekatan budaya ke-Jawa Timur-an dan digitalisasi services dengan fitur-fitur yang lengkap.
Di strategi ketiga ini, langkah yang dilakukan, antara lain: peningkatan fitur mobile banking & internet banking, khususnya payment, Penyediaan Customer Online Onboarding
“Mobile Banking Bank Jatim dengan disain terbaru kami launching 17 Agustus 2020, dengan fitur yang jauh lebih lengkap seperti: disain tampilan yang interaktif, Profil Pemegang, Rekening dengan Foto Diri, Multiple Account, Cardless ATM/CRM, dll,” terang Arief.
Langkah berikutnya, interkoneksi dengan memanfaatkan API (Open Banking) untuk pengembangan TI dan memperbanyak sinergi ekosistem bekerjasama dengan perbankan/fintech.
“Kami bekerja sama Peer-to-Peer Lending Host-to-Host dengan Amartha Fintech karena tepat, terdaftar dan mendapat izin OJK, serta bersedia melakukan PKS,”
“Penyaluran Kredit Ultra Mikro 1-15 juta dengan SLA 1 hari melalui skema Host to Host. Tahun 2020 (September sd Oktober) tercatat jumlah Pengajuan 8,694, dengan Nominal Rp. 35,768,000,000.00. Dan Realisasi 5,279 dengan Nominal Rp. 21,279,875,347.84,” ungkap Arief.
Kepada dewan juri, Arief menjelaskan langkah lainnya adalah menggarap peluang baru melalui digitalisasi payment (eTicketing, eCommerce, eGovernment).
Serta langkah terakhir dengan peningkatan Limit Transaksi untuk Transaction Banking via eChannel.
Ia pun menjelaskan bahwa visi TI di Bank Jatim, selalu paralel dengan visi bank BUMD tersebut. “Visi TI kami adalah menjadi TI BPD nomor satu di Indonesia,” tutup Arief.














