Jakarta, ItWorks- Di tengah pandemi Virus Corona (Covid-19), Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus berupaya memakasimalkan layanan masyarakat secara digital dengan menambah aplikasi baru di Tangerang LIVE Room (TLR). Beberapa aplikasi yang dikembangkan, seperti web dan aplikasi khusus untuk penanganan Covid-19, termasuk dukungan pembelajaran jarak jauh dengan menyediaan video pembelajaran dan akses Wifi interet gratis untuk masyarakat.
Tangerang LIVE Room (TLR) yang merupakan pusat komando Smart City (kota pintar) di Kota Tangerang yang telah dioperasikan sejak 2016 untuk mendukung dan memudahkan layanan masyarakat berbasis digital, terus diperkaya dengan inovasi aplikasi baru sesuai trend dan tuntutan masyarakat. Termasuk di masa pandemi dan new normal ini, di mana kebutuhan aplikasi digital juga meningkat, sekaligus untuk memberikan kemudahan layanan selama masa pandemi dan new normal ini.
“Dalam upaya meningkatkan layanan berbasis digital kepada masyarakat, termasuk dunia usaha, Aplikasi digital TLR yang sudah hadir sejak tahun 2016 terus kita kembangkan dengan aplikasi baru. Pada awal dibangun, versinya masih 1.0 dengan teknologi dan aplikasi yang masih masih terbatas. Saat ini, TLR sudah kita kembangkan ke versi 6.0 dengan inovasi teknologi dan aplikasi baru yang makin lengkap. Saat ini jumlah aplikasi di TLR sudah ratusan, di mana khusus yang terkait pelayanan masyarakat mencapai 107, termasuk aplikasi baru yang kita bangun, khusus terkait layanan untuk penanganan pandemi Covid-19 ini. Selain itu juga ada aplikasi untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat dan dunia usaha sejalan dengan tuntutan era industri 4.0,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangerang, H. Mulyani saat presentasi dan wawancara penjurian “Top Digital Awards 2020” yang berlangsung (11/11) secara virtual yang dihelat Majalah ItWorks bekerjasama dengan Konsultan Independent, dan didukung sejumlah Asosiasi TI & TELCO Indonesia, di Jakarta.
Ditambahkan, dalam upaya merespons pandemi Covid-19, Pemkot Tangerang membuat Web Covid-19, serta membangun aplikasi pendukung, seperti Sigacor, Sirona, Aman Bersama, dan lainnya yang terintegrasi di TLR. Termasuk aplikasi untuk mendukung dunia pendidikan atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan membuat video pembelajaran, dan penyediaan akses wifi gratis.

Aplikasi Sigacor (Siaga Cegah Corona) dibangun dan diperuntukan bagi aparatur terdepan dalam pelayanan di wilayah (RT/RW) agar dapat ikut mengontrol dan melaporkan terkait perkembangan wabah Covid – 19. Aplikasi Sigacor memuat berbagai fitur yang dapat membantu RT/RW memantau kondisi dan kebutuhan masyarakat selama pandemi ini. Di dalamnya terdapat fitur data jumlah masyarakat yang terdampak, nomer telepon darurat, dan juga sistem informasi kesehatan warga.
“Aplikasi ini sangat membantu aparatur di lapangan (RT/RW) dalam memantau kebutuhan tiap masyarakat terdampak yang membantu memudahkan penanganannya agar lebih cepat dan tepat. Termasuk untuk bantuan sosial bagi warga terdampoak melalui aplikasi Sirona (Usir Corona). Melalui aplikasi Sirona, masyarakat juga bisa ikut momonitor penyalurannya,” jelas Mulyani dalam sesi tanya jawab dihadapan dewan juri (Ashwin Sasongko-Anggota Dewan Riset Nasional, Melani Harriman-Melani K Harriman Associate, Febrizal Effendi -Asosiasi Piranti Lunak Indonesia/ASPILUKI), yang dipandu moderator Ahmad Churi-Managing Editor Majalah ItWorks.
Ditambahkan, aplikasi lain yang sangat membantu dan banyak digunakan masyarajkat selama masa pandemi yakni kotak saran digital melalui aplikasi LAKSA (Layanan Aspirasi Kotak Saran Anda) yang juga telah terkoneksi dengan semua dinas terkait. Melalui aplikasi ini, warga bisa melaporkan banyak hal, termasuk pengaduan online secara digital melalui medsos yang didukung dengan layanan kedaruratan 112 yang tetap bersiaga bersama penanggung jawab dari OPD terkait.
Ditambahkan, di tengah pandemi virus Corona, di mana aktivitas warga banyak dilakukan di rumah di mana kebutuhan akses internet juga meningkat, termasuk untuk pembelajaran online, Pemkot Tangerang melalui Diskominfo membuat video pembelajaran, absensi online pelajar, hingga penyediaan akses wifi gratis.
“Untuk video pembelajaran kita kerja sama dengan Dinas Pendidikan yang saat ini sudah lebih 1.000 video untuk mendukung siswa belajar online. Sedangkan untuk internet, saat ini sudah lebih 180 titik wifi gratis yang telah terpasang di sejumah wilayah RW yang akan terus diperluas di semua wilayah dalam program RW Net. Hal ini juga untuk membantu warga yang kurang mampu untuk mendapatkan akses internet gratis ini,” ujarnya.
Terkait dengan dunia usaha, Pemkot Tangerang melalui TLR juga memiliki aplikasi Job Fair Virtual. Virtual Job Fair juga sebagai sarana untuk mempertemukan para pelamar dan perusahaan, di mana proses rekrutmen sepenuhnya diserahkan kepada perusahaan. Masyarakat bisa akses dan mendaftar dengan mengunduh dan meregistrasi aplikasi Tangerang Live, sebelum mendaftar sesuai lowongan pekerjaan yang akan dilamar. “Virtual job fair ini sangat membantu dan sangat diminati masyarakat,” jelasnya.
Sedangkan untuk sistem manajemen kepemerintahan, digitalisasi juga terus ditingkatkan melalui e-office. Termasuk yang terbaru penerapan tanda tangan digital (electronic). Penggunaan sertifikat tanda tangan elektronik pada aplikasi e-office merupakan penguatan terhadap keabsahan sebuah dokumen digital yang setara dengan tanda tangan basah pada dokumen fisik yang diimplementasikan dengan dukungan kerja sama Badan Sertifikasi Elektronik (BSrE) selaku Certification Authority (CA) penerbit sertifikat elektronik untuk pemerintah. “e-office telah terintegrasi dengan esign dari BSrE untuk mengakomodir kebutuhan persuratan digital,” ujarnya. (AC)














