Perumda Air Minum Batiwakkal Kejar Inovasi Berbasis Digital

Penulis Churry

Jakarta, ItWorks- Seiring perubahan nama dan status dari PD menjadi Perum, jajaran manajemen Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau – Provinsi Kalimantan Timur juga terus melakukan terobosan dan inovasi baru. Salah satunya melalui transformasi digital dengan mengimplementasikan teknologi informasi dan komunikasi, baik di sistem manajemen, produksi, serta layanan customer (pelanggan).

Demikian diungkap Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal , Saipul Rahman dalam sesi wawancara penjurian “Top Digital Awards 2020” yang berlangsung (17/11) yang dihelat secara virtual oleh Majalah ItWorks bekerjasama dengan Konsultan Independent, dan sejumlah Asosiasi TI & TELCO Indonesia. Dalam presentasi bertajuk “Peningkatan Pelayananan Pelanggan Berbasis Digital”, ia memaparkan berbagai hal tentang inisiasi dan komitmen perusahaan dalam melakukan transformasi digital untuk kelangsungan dan daya saingnya ke depan.

“Di era teknologi informasi yang semakin berkembang dewasa ini, transformasi melalui implmentasi sistem teknologi informasi dan digitalisasi sudah menjadi keniscayaan yang tak bisa dihindarkan. Itulah makanya, belakangan ini kami juga fokus untuk mengejar digitalisasi untuk meningkatkan performa perusahaan, baik di sistem manajemen, produksi, maupun dalam kaitan layanan masyarakat pelanggan,” ungkap Saipul Rahman di hadapan dewan juri yang terdiri Nina Kurnia Hikmawati (Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom), Dwinda Ruslan (Konsultan Micro Finance dan Advisor Majalah ItWorks) serta Sentot Baskoro (Akademisi) dalam sesi tanya jawab yang dipandu moderator Ahmad Churi (Redaktur Pelaksana ItWorks).

Diakui, untuk tingkat kematangan dalam implementasi IT, boleh dibilang masih tahap awal. Misalnya untuk sistem manajemen, saat ini masih dalam tahap pengembangan melalui aplikasi Smart Office. Terutama untuk memudahkan sistem administrasi dan surat menyurat, termasuk pertukaran data dan informasi secara electronic di internal yang sangat diperlukan untuk menunjang kecepatan proses dan akurasinya. Tututan ini dirasa sangat mendesak, terlebih dengan adanya pandemi Covid-19 yang sangat membutuhkan ketersedianaan sistem dan aplikasi digital untuk menunjang operasional dan kelangsuang perusahaan.

“Sisi lain dari Pandemi Covid-19 yang mengharuskan kita untuk jaga jarak sosial dan mengurangi kontak person, hal ini telah menyadarkan kita betapa pentingnya membangun dan memiliki sistem IT yang bisa diandalkan. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus mengakselerasinya termasuk dengan dukungan anggaran yang lebih memadai, baik untuk hardware, softtware, maupun peningkatan kompetensi para sumber daya manusia (SDM). Tahun lalu belanja TI kami masih di angka ratusan juta, sesuai kebutuhan tahun ini kita tingkatkan hingga Rp1,2 miliar,” ujarnya.

Inisiasi Digital Di Tengah Pandemi

Ditambahkan, untuk menenuhi tntutan digitalisasi di tengah pandemi yang kian meningkat, pihaknya juga banyak menginisiasi pengembangan sistem TI dan digitalisasi di perusahaan. Antara lain dengan memperkuat jaringan LAN untuk memenuhi kebutuhan jaringan internet yang makin tinggi, membangun aplikasi virtual meeting, layanan abseni digital, dan lainnya.

“Untuk menunjang kinerja karyawan di lapangan, kami membungun aplikasi TukangLedengApps. Melalui aplikasi ini, mereka bisa memposting/melaporkan pekerjaannya di lapangan setiap hari serta melakukan presensi online melalui aplikasi. Untuk mendukung aplikasi ini, kami juga mulai mengembangkan teknologi QGIS berbasis Geographic Information System (GIS) yang dapat digunakan untuk mengelola (input, manajemen, dan output) data spasial atau data yang bereferensi geografis. Terutama untuk membantu supervisor control, termasuk pemetaan jaringan, laporan kebocoran, dan laporan lainnya dari petugas lapangan yang terkoneksi dengan sistem kami yan ada di kantor,” ujar Saipul Rahman di dampingi Aditya dari Bagian IT.

Di samping itu, juga terdapat aplikasi Batiwakkal untuk memudahkan layanan pelanggan. Aplikasi Batiwakkal merupakan aplikasi yang bisa digunakan atau dikases oleh pelanggan untuk menyampaikan dan mencari berbagai informasi terkait layanan Perusahaan Umum Daerah Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau. Seperti informasi tagihan rekening bulanan atau informasi penggunaan air pelanggan, tarif, serta fitur pencatatan meter secara mandiri.

“Melalui aplikasi ini, pelanggan juga bisa melaporkan sendiri penggunaan meter airnya ke kami. Termasuk juga melaporkan jika ada gangguan atau kebocoran, agar cepat ditangani petugas kami. Di tengah pandemi ini, kami sangat terbantu dengan penggunaan aplikasi ini. Apalagi kami juga punya komunitas di medsos, baik melalui WA, Facebook dan IG yang juga aktif menginformasikan berbagai hal terkait kegiatan dan layanan kami,” ujarnya.

Di masa pandemi ini, Perumda Air Minum Batiwakkal juga menerima banyak laporan melalui media sosial. Dengan adanya laporan ini, pihak manajemennbisa bergerak cepat untuk meindaklanjutinya. “Dengan pola kerja seperti ini kami bisa makin membenahi kualitas pelayanan agar lebih baik lagi kedepannya.Kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan yang rutin memberikan laporan. Termasuk laporan terkait kerusakan, sehingga kita bisa segera turunkan tim ke lokasi agar air bisa kembali dinikmati pelanggan. Ini sebagai bentuk layanan cepat kami untuk terus dimaksimalkan,” katanya.

Melalui inovasi ini, tagihan dan pembayaran rekening PDAM juga makin mudah karena juga sudah bisa dilakukan online. Kemudahan ini jujga mampu menekan adanya tunggakan pembayaran dari pelanggan. Demikian pula untuk permohonan sambungan baru, tidak perlu datang ke kantor PDAM, namun bisa diajukan secara online.

“Dengan kemudahan ini, kami optimistis ke depan pemasangan sambungan baru akan lebih banyak lagi. Saat ini memang belum optimal dan akan kami pacu agar bisa 70% dalam waktu dekat. Tak hanya di pusat perkotaan, namun juga penyambungan air bersih hingga ke perkampungan,” ujarnya.

Teroboidsan inovasi yang dilakukan selama ini, juga berdampak signifikan terhadap kineraja usaha. Bahkan perusahaan yang sebelum selalu merugi, dalam beberapa tahun terakhir bisa meraih untung. “Alhamdulillan kerja keras kami bersama tim, membuahkan hasil di mana perusahaan juga bisa meraih untung. Sejak tahun 2016 kami sudah bisa untung dari tahun sebelumnya yang selalu rugi. Tahun 2018, keuntungan kami mencapai Rp 4 miliar dan meningkat menjadi Rp 6,5 di tahun 2019. Laba ini selain karena adanya efisiensi juga tak lepas dari pertumbuhan jumlah pelanggan,”ujarnya.

Tercatat untuk produksi Instalasi Pengolahan (IPA) dalam proses pengolahan airnya telah menggunakan sistim kontrol yang bekerja secara otomatis dengan komputer (Scada) baik untuk kualitas air yang diolah maupun pencucian filternya dan debit air yang di produksi yang dapat dimonitor secara komputerized. “Teknologi scada ini yang juga akan terus kita tingkatkan keandalannya,”ujar Saipul Rahman.
Dari tahun 1980 hingga kini ( awal tahun 2019), Perumda Batiwakkal sudah memiliki 9 (Sembilan) Instalasi Pengolahan (IPA) di 8 (Delapan) lokasi, dengan kapasitas awal 10 (Sepuluh) liter/detik berkembang menjadi 277 liter/detik.(AC)

BACA JUGA

Leave a Comment