Jakarta, Itech- Badan Tenaga Nuklir (Batan) resmi melalukan soft launching pembangunan Reaktor Daya Non Komersial (RDNK) atau disebut juga Reaktor Daya Eksperimental (RDE) yang akan dibangun di kawasan Puspitek Serpong yang lokasinya tidak jauh dari reaktor serbaguna yang saat ini sudah ada.
RDE ini suatu strategi pemerintah untuk mengenalkan reaktor nuklir yang menghasilkan listrik dan sekaligus dapat digunakan untuk eksperimen atau riset. RDE yang dipilih adalah generasi ke 4 yang memiliki teknologi keselamatan lebih tinggi dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
“RDE merupakan PLTN mini yang di masa depan dapat diaplikasikan di daerah yang tidak membutuhkan daya besar, terutama di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. Di samping itu, untuk menghasilkan listrik kelak tipe reaktor ini dapat dimanfaatkan untuk proses desalinasi (mengubah air laut menjadi air tawar), produksi hidrogen dan proses pencairan batubara,” jelas Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto, di Jakarta, Kamis (12/3).
RDNK atau PLTN mini yang di masa depan dapat diaplikasikan di daerah yang tidak membutuhkan daya besar, terutama di wilayah Indonesia tengah dan timur. Terkait pendanaan dalam empat tahun ke depan RDNK diberi Rp 1,6 triliun. Saat ini sedang dimulai konseptual desain, studi kelayakan komprehensif, studi tapak, limbah, analisis keselamatan dan proses tender melibatkan perusahaan dalam dan luar negeri. “Rencana pembangunan RDNK/RDE telah dicananangkan BATAN pada 2015. Diharapkan RDNK/RDE bisa beroperasi sebelum tahun 2019 atau 2020,” jelasnya.
Tujuan pembangunan RDNK/RDE adalah membangun reaktor nuklir dengan ukuran kecil yang dapat digunakan sebagai sarana penguasaan teknologi bagi putra-putri lndonesia dalam manajemen pembangunan, pengoperasian dan perawatan reaktor nuklir untuk pembangkit listrik. RDNK/RDE juga akan digunakan sebagai sarana demonstrasi teknologi dan edukasi kepada seluruh stokeholders bahwa PLTN aman, ramah lingkungan dan ekonomis sebagai pembangkit listrik.
Berbagai persiapan telah dilakukan diantaranya membentuk Tim Persiapan Pembangunan RDNK/RDE, yang tugasnya melakukan kajian teknis tentang kelayakan tapak (calon lokasi), menyusun dokumen persyaratan teknis untuk perizinan dan memberikan penjelasan kepada masyarakat terutama di sekitar calon tapak. Beberapa negara tertarik meniadi mitra lndonesia untuk berkontribusi dalam pembangunan RDNK/RDE, antara lain Jepang, Tiongkok, Afrika Selatan dan Russia.














