Bank Indonesia (BI) menargetkan tahun 2021 ini ada 12 juta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang akan terhubung dengan alat pembayaran QR Code Indonesian Standard (QRIS).
“Pada tahun 2020, kami telah sambungkan 5,8 juta merchant secara nasional dan hampir semuanya UMKM. Tahun ini, kita akan tingkatkan dua kali lipat jadi 12 juta (merchant) UMKM tersambung secara nasional dengan QRIS,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam peluncuran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI) yang digelar secara daring dan luring dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Senin, 11/01/2021.
Perry menjelaskan dengan terhubung QRIS, UMKM akan mulai masuk dalam ekosistem digitalisasi yang memungkinkan adanya transaksi tanpa tatap muka sehingga pembayaran bisa berlangsung cepat, mudah, aman, dan andal.
Baca: Pemerintah Targetkan 30 Juta UMKM Masuk Platform Digital Pada Akhir 2023
“Saya yakin melalui digitalisasi, UMKM kita akan naik kelas, go digital, go export, dan jadi daya dukung ekonomi kita.”
Perry memaparkan dukungan penuh Bank Indonesia terhadap Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia di antaranya dengan ikut mengkampanyekan gerakan tersebut di setiap acara yang digelar baik di dalam maupun luar negeri.
Selain itu, BI memiliki 1.200 UMKM binaan di seluruh Indonesia yang ditampilkan dalam pameran Karya Kreatif Indonesia.
BI juga turut memamerkan UMKM di acara-acara internasional, termasuk di 70 kegiatan yang digelar lembaga tersebut.
“Melalui GBBI, kita tingkatkan kualitas produksi, kemampuan akses pembayaran dan promosikan UMKM kita. In sha Allah, UMKM akan mendukung pertumbuhan ekonomi kita dan menjadi pilar yang kuat untuk mendukung ekonomi kita yang berkelanjutan,” kata Gubernur BI.
Baca: Sempat Turun Kini Transaksi QRIS LinkAja Kembali Menggeliat














