Jakarta, ItWorks- Inovasi digital yang gencar dilakukan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai solusi layanan di tengah pandemi Covid-19, membuahkan hasil yang membanggakan. Di penghujung tahun 2020, bank daerah milik Pemerintah Propinsi Jawa Timur yang sudah melantai sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini, berhasil menyabet tiga penghargaan sekaligus di ajang “Top Digital Awards 2020”.
Di ajang corporate rating atau penilaian terkait keberhasilan dalam inovasi bidang Teknologi Informasi (TI) dan digitalisasi yang digelar Majalah ITWorks bekerja sama dengan sejumlah Asosiasi TI & TELCO Indonesia ini, Bank Jatim mendapatkan sejumlah penghargaan dalam beberapa kategori. Pertama Bank Jatim meraih penghargaan bingtang empat (Stars 4)-“Top Digital Implementation on BPD Sector Level Stars 4”. Kedua “Top Digital Transformation Readiness 2020” karena perusahaan memiliki kesiapan tinggi untuk melakukan transformasi digital, termasuk di tengah pondemi Covid-19.
Penghargaan ketiga yakni “TOP Leader on Digital Implementation 2020” yang diberikan kepada Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman yang diberikan karena yang bersangkutan memiliki komitmen tinggi dalam mendukung inovasi dan implementasi TIK dan transformasi digital di perusahaan yang dipimpinnya.
Puncak acara penyerahan anugerah penghargaan “TOP DIGITAL Awards 2020” dilakukan 22 Desember 2020 di Hotel Raffles Jakarta dengan menerapkan protokol.
Dalam kesempatan itu juga diadakan diskusi dengan menghadirkan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G. Plate sebagai keynote speech yang disampaikannya secara virtual. Dalam kesempatan itu, pihaknya menyambut baik kegiatan ini dan juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang atau peraih penghargaan “TOP DIGITAL Awards 2020” setelah melalui proses penilaian komprenensif oleh dewan juri yang diketuai oleh Prof. Dr.-Ing. Ir. Kalamullah Ramli, M.Eng, guru besar Universitas Indonesia (UI).
Tata Kelola dan IT Masterplan
Bank Jatim sebagai perusahaan publik, telah memiliki tata kelola dan IT masterplan yang lebih terencana. Sehingga dalam hal pengembangan digitalisasi pun, Bank Jatim terbukti mumpuni. Berbagai hal terkait TI (teknologi informasi) sudah diterapkan dengan standar-standar baku oleh bank tersebut. Inovasi pun selalu dijalankan, sesuai tata kelola yang sistematis dan antisipatif terhadap tuntutan perubahan, seperti di saat pandemi Covid-19 ini.

Seiring dengan dinamika ekonomi yang berkembang dan arah kebijakan ekonomi pemerintah seperti program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bagi pelaku usaha korporasi, termasuk pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), perbankan plat merah ini juga selalu siap menghadapinya dengan aksi layanan perbankan yang lebih modern bagi seluruh lapisan masyarakat.
Terobosan inovasi antara lain dilakukan dengan meningkatkan sistem manajemen dengan dukungan teknologi infomasi dan melakukan pengembangan layanan digital banking yang diarahkan untuk meningkatkan daya saing bisnis, sekaligus memperluas inklusi keuangan di kalangan masyarakat. Transformasi digital dilakukan dengan berpedoman kebijakan TI atau IT Masterplan.
Melalui inovasi ini, Peran dan dukungan TI (teknologi informasi) sebagai Enabler di Bank Jatim kian terasa, utamanya dalam pencapaian strategi yang ditempuh bank kebanggaan masyarakat Jawa Timur ini di era New Normal. Terlebih dalam upaya menanggulangi dampak ekonomi Covid-19 ke masyarakat. Sistem TI Bank Jatim turut berperan dalam proses penyaluran dengan cepat tepat Dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional). “Dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) senilai Rp 2 triliun, sudah disalurkan seluruhnya oleh Bank Jatim. Dan dalam hal itu, sistem TI kami menjadi pendukung yang baik,” kata Arief Wicaksono, Head of Information Technology, Bank Jatim, dalam sesi Penjurian TOP DIGITAL Awards 2020, yang berlangsung melalui video conference, beberapa waktu lalu.

Arief menjelaskan bahwa Bank Jatim kebetulan juga memiliki produk kredit Bank Jatim yang inline dengan PEN, sehingga dana Rp 2 triliun tersebut dapat disalurkan ke debitur kredit tersebut. “Jadi, penyaluran dana PEN tersebut, kami akomodir dalam sistem TI,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Arief juga menjelaskan strategi yang dijalankan Bank Jatim saat era Adaptasi Kebiasaan Baru (New normal). Pertama, Digitalisasi Produk yaitu melakukan inovasi dan pengembangan secara menyeluruh terhadap produk–produk Bank Jatim secara digital agar mampu memberikan pelayanan secara optimal kepada nasabah. “Digitalisasi produk, kami gelar saat masa kenormalan baru yang meliputi: Pengajuan Credit Online All Skim, Penyempurnaan Credit Approval Sistem, dan Penyempurnaan Credit Scoring Sistem,” kata dia.
Kedua, Merencanakan Pemasaran Strategis yaitu melakukan perubahan strategi marketing dan menentukan target market Bank Jatim secara tepat dengan memanfaatkan Teknologi Informasi (Digital Marketing). Arief berujar, “Dalam hal pemasaran digital ini, kami berupaya menaikkan pangsa pasar memanfatkan media sosial seperti YouTube, Instagram, Twitter, Facebook, Website Bank Jatim dan lain-lain.”
Ketiga, Merencanakan Layanan Customer yaitu memberikan pelayanan kepada nasabah dengan memanfaatkan pendekatan budaya ke-Jawa Timur-an dan digitalisasi services dengan fitur-fitur yang lengkap. Di strategi ketiga ini, langkah yang dilakukan, antara lain: peningkatan fitur mobile banking & internet banking, khususnya payment, Penyediaan Customer Online Onboarding.
“Mobile Banking Bank Jatim dengan disain terbaru kami launching 17 Agustus 2020, dengan fitur yang jauh lebih lengkap seperti: disain tampilan yang interaktif, Profil Pemegang, Rekening dengan Foto Diri, Multiple Account, Cardless ATM/CRM, dll,” terang Arief.
Langkah berikutnya, interkoneksi dengan memanfaatkan API (Open Banking) untuk pengembangan TI dan memperbanyak sinergi ekosistem bekerjasama dengan perbankan/fintech. “Kami bekerja sama Peer-to-Peer Lending Host-to-Host dengan Amartha Fintech karena tepat, terdaftar dan mendapat izin OJK, serta bersedia melakukan PKS,”
Kepada dewan juri, Arief menjelaskan, langkah lainnya adalah menggarap peluang baru melalui digitalisasi payment (eTicketing, eCommerce, eGovernment). Serta langkah terakhir dengan peningkatan Limit Transaksi untuk Transaction Banking via eChannel. Ia pun menjelaskan bahwa visi TI di Bank Jatim, selalu paralel dengan visi bank BUMD tersebut. “Visi TI kami adalah menjadi TI BPD nomor satu di Indonesia,” ujarnya.
Terkait pengembangan IT, Bank Jatim telah punya IT Strategic Plan 2020-2024. Adapun KPI (key performance indicator) hal tersebut, ada sembilan poin. Sembilan buah KPI tersebut adalah: memenuhi kebutuhan layanan teknologi stake holder; menyediakan layanan digital banking; mendukung program elektronifikasi keuangan daerah; access channel yang luas dilengkapi dengan fitur yang lengkap dan terintegrasi; menyesuaikan leading edge IT trend; digitalisasi, automasi, dan simplifikasi proses; membangun kolaborasi dan sinergi berbagai ekosistem; menerapkan tata kelola proses IT dan security berdasarkan best practice berstandar internasional; serta adanya layanan e-channel 24 jam.
Bank Jatim yang berkantor pusat di Surabaya kini telah memiliki jaringan di seluruh Jawa Timur, DKI Jakarta dan Kota Batam. Didirikan 17 Agustus 1961, dengan berbadan hukum Perusahaan Daerah (PD), pada tahun 1976, bankjatim berubah status menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dan sejak Juli 2012 bankjatim melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) yang menjadikan bankjatim menjadi salah satu Bank Pembangunan Daerah yang sudah terbuka (Tbk.)
Bank Jatim saat ini telah memiliki layanan e-banking seperti ATM, Sms banking, Internet Banking, Mobile Banking dan yang terbaru adalah fitur jatimcode untuk memberikan kemudahan kepada nasabah bertransaksi dimanapun dan kapanpun berada. Selain telah bekerjasama dengan jaringan ATM Bersama dan jaringan Prima (termasuk Prima Debit), yang terbaru, bankjatim telah bergabung dalam Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang berarti kartu ATM bankjatim dapat digunakan pada seluruh ATM dan merchant di Indonesia yang berlogo ATM Bersama, Prima dan GPN tanpa dikenakan biaya apapun. (AC)














