
Penulis: Busthomi Asyari
Kinerja perusahaan garmen ternama, PT Pan Brothers Tbk (PBRX) masih menorehkan performa positif kendati di tengah pandemi covid-19. Hal ini tak lepas adanya inovasi dalam menjalankan bisnisnya. Salah satunya, dengan semakin tingginya kebutuhan masker dan alat pelindung dini (APD) membuat perseroan ikut meramaikan bisnis sektor dengan membentuk satu divisi khusus.
Namun di balik itu, lincahnya kinerja perseroan tersebut tak lepas dari peran digitalisasi perseroan yang sudah lama diusung. Dan lebih diperkuat lagi selama masa pandemi ini. Semula perseroan telah mengusung sistem ERP (Enterprice Resource Planning), kemudian dilanjutkan dengan diimplementasikan SAP atau System, Applications, and Products.
Teknologi SAP ini digunakan perseroan tak hanya dalam satu lini bisnis saja, melainkan semua bisnis yang ada di Pan Brothers menggunakan modul SAP. Termasuk bagi staf pemasaran pun kali ini dituntut untuk memasarkan produknya dengan teknologi satu ini.
“Implementasi SAP end-to-end ini telah mengubah mindset user dari business unit untuk menggunakan sistem dan telah mendapatkan manfaat dari sistem yang terintegrasi dari penjualan, shipment, sampai accounting,” jelas Edo Kurniadi Hartono, General Manager IT PT Pan Brothers Tbk, saat penjurian Top Digital Awards 2020 yang dilaksanakan secara virtual, Jumat (13/11/2020). Edo didampingi Nurdin Setiawan, GM HRM dan Asisah, Asistance Manager IT.
Dan ternyata, lanjut dia, sistem ini juga menjadi landasan atau sumber data untuk pengembangan lebih lanjut ke sistem-sistem yang menuju Industri 4.0. Karena perseroan juga tengah melakukan transformasi digital menuju industri 4.0.
Implementasi SAP PBRX sendiri terdiri dari SD (sales and distribution), MM (Material Management), PP (Production Planning), FICO (Finance and Control), FM (Fund Management), dan dashboard (BI/BW) sebagai manajemen report. Implementasi SAP end-to-end ini telah menggantikan ERP in house dan dikembangkan sejak 2018 lalu.
“Dengan fitur unggulan integrasi supply chain end-to-end dengan accounting system serta manfaat integrasi proses, control lebih ketat, dan analisa data lebih mudah,” ujar dia.

Selain implementasi SAP, perseroan juga mengusung produk IT lain yakni MES (Manufacturing Execution Systems) yang dikembangkan sejak 2019 lalu. Sistem ini merupakan automation dan real time monitoring proses produksi. Dengan fitur unggulannya adalah menggunakan teknologi 4.0 seperti RFID (Radio Frequency Identification) dan IoT (Internet of Things) untuk memudahkan karyawan mengupdate data.
“Dengan manfaat atau dampak untuk perusahaan manajemen dapat memonitor secara online dan real time serta mengambil keputusan lebih cepat,” kata Edo.
Selanjutnya, di saat memasuki era new normal ini, perusahaan juga memiliki produk Covid Tracking dan APD Sales. Langkah sistem ini untuk meng-trace pekerja yang sakit sekaligus juga untuk menjual APD secara online. Dengan fitur unggulan online real time tracking & update untuk situasi karyawan dan sekaligus penjualan.
“Sehingga dengan adanya digitalisasi dalam kinerja perusahaan itu membuat inovasi bisnis juga bisa cepat dan responsive terhadap keadaan pandemi covid. Juga mengharuskan IT menrespon dengan cepat dengan aplikasi atau solusi yang cocok dengan kebutuhan bisnis tentunya,” tegas dia.
Implementasi SAP
Asisah menambahkan, dengan adanya implementasi SAP ini perusahaan terbantu dengan banyaknya manfaat. Seperti otomatisasi sistem menjadi lebih paperless; efisiensi penyimpanan dengan diuntungkan karena penyimpanan data kebih luas, data lebih cepat dicari, dan data lebih mudah ditemukan.
Juga manfaat lainnya mengoptimalkan kerja organisasi karena adanya integrasi antar fungsi dan sumber data lebih terpusat. Juga bisa mempercepat proses kerja karena sudah mampu memangkas jalur pertukaran informasi serta pelaporan secara real time. Dan terakhir meningkatkan kualitas pelayanan, karena kerja lebih cepat, produk lebih berkualitas, dan pengiriman secara tepat waktu.
“Dan dengan teknologi SAP ini untuk proses pemesanan dan penjualan itu bisa menggunakan aplikasi komunikasi WhatsApp yang nge-link ke website perusahaan. Sehingga apa saja yang dibutuhkan konsumen bisa lewat WA dan kemudian tersedia di situ (web) semua. Ini bagi konsumen lebih mudah. Makanya ini menjadi friendly application system,” tegas Asisah.
Pan Brothers terus berbenah menggenjot kualitas IT-nya dalam menghadapi industry 4.0. Apalagi mereka memiliki blue print strategy 2014-2034 dengan target-target prestisius. Seperti target di 2022 nanti ingin menjadi yang terbaik di ASEAN, pada 2024 nanti menjadi nomor satu di Asia, dan pada 2034 menjadi yang terhebat di dunia.
Baca: TOP DIGITAL Awards 2019: PT. Pan Brothers Tbk. Sukses Menerapkan Industri 4.0














