Kepala eksekutif baru Amazon.com, Andy Jassy, yang bergabung dengan perusahaan pada tahun 1997 dan telah mengelola bisnis komputasi awannya yang berkembang pesat, mengatakan bahwa kunci kesuksesan jangka panjang adalah reinvention – terus melakukan banyak perubahan hingga sesuatu terlihat sepenuhnya baru.
“Anda ingin melakukan reinvention ketika Anda sehat, Anda ingin melakukannya setiap saat,” Jassy, 53 tahun, mengatakan pada bulan Desember di sebuah forum perusahaan. “Anda harus memiliki uang dan tanpa henti serta ulet untuk mencapai kebenaran …. Anda harus tahu apa yang berhasil dan apa yang tidak.”
Dia mengutip keputusan Netflix untuk mengkanibal bisnis penyewaan DVD-nya sendiri demi menjalankan bisnis streaming.
Fokus pada masa depan adalah pernyataan yang sangat tepat mengingat karier Jassy ditentukan oleh kepemimpinannya hingga Amazonnya jadi yang terkemuka di pasar yang sepenuhnya baru: komputasi awan. Amazon Web Services menyewakan ruang dan pemrograman perangkat lunak bagi pelanggan untuk menjalankan operasi teknis mereka di server perusahaan. Unit bisnis tersebut sekarang jadi ‘bahan bakar’ keuntungan Amazon dan mendominasi pasar cloud seperti perusahaan tersebut memimpin dunia e-commerce.
Jassy, yang bergabung dengan Amazon setelah lulus dari Harvard Business School, bekerja sebagai asisten teknis untuk Bezos di awal tahun 2000-an dan berperan penting dalam memimpin dan mendorong perusahaan untuk menggarap bisnis di luar penjualan buku.
Kenaikan Jassy ke posisi puncak terlihat jelas setelah eksekutif lama dan kepala konsumen Jeff Wilke mengumumkan pengunduran dirinya setelah lebih dari dua dekade bersama perusahaan. Wilke adalah pejabat tertinggi kedua di Amazon bersama Jassy.
Sikapnya yang merangkul perubahan juga membuatnya menjadi favorit.
Baca: Layanan Amazon Web Service Menghemat Biaya TI
Pada pidato yang sama di bulan Desember, Jassy mencatat hanya 83 dari 500 perusahaan Fortune dari tahun 1970 yang masih ada di daftar tersebut – dan hanya setengahnya yang ada di daftar di tahun 2000.
“Sangat sulit untuk membangun bisnis yang bertahan untuk jangka waktu yang lama,” kata Jassy, menambahkan, untuk tetap berada di daftar, dia berkata, “Anda harus menemukan kembali diri Anda sendiri” dan seringkali lebih dari sekali.
Dia mengatakan pandemi telah mendorong pergeseran ke komputasi awan.
“Bila Anda melihat kembali sejarah awan, ternyata adopsi awan dipercepat oleh pandemi, beberapa tahun,” kata Jassy.
Salah satu tantangan besarnya adalah mengelola hilangnya kontrak cloud dari Pentagon senilai $ 10 miliar yang diraih Microsoft. Dan Jassy tidak berbasa-basi ketika mengkritik mantan Presiden Donald Trump karena mempengaruhi proses kontrak tersebut secara tidak adil.
Di luar Amazon, Jassy adalah penggemar olahraga yang rajin. Jassy adalah pemilik sebagian dari franchise baru Seattle National Hockey League, the Kraken, yang akan bergabung dengan liga tersebut pada musim 2021-2022.
Sumber: Reuters.com
Baca: Hankook Tire Gandeng Amazon Perkuat Transformasi Digital














